Sepenggal Kata Selamat yang Selama Ini Enggan Terucap: Selamat Tinggal Mantan~

Saat mantan menikah

Kembali teringat tahun-tahun pertama bersamamu, mengenal wajah manis dan tatap sayu matamu menjadi yang paling kuingat. Hembusan angin sore ini, seolah-olah menghubungkan kembali kisah dan kenangan lama tersebut. Rasanya begitu canggung saat menyebut namamu, setelah menahun kini kucoba memberanikan diri untuk menemuimu, menyusuri jalan yang penuh dengan bayangmu, setiap sudut kutemui sepenggal cerita tentangmu. 

Kini dengan sengaja aku mendatangi tempat-tempat yang dulu pernah aku singgahi bersamamu, barangkali dapat ku temui sosok mu lagi yang duduk dipinggiran pantai dengan segelas kopi hangat menanti kedatanganku kala sore itu, sore dimana pertemuan indah yang ku rangkai menjadi pertemuan terakhir yang kau buat. Iya, sore itu. Kau tak lupakan? Ah sudahlah kali ini bukan hanya sore itu yang ingin aku bahas melainkan sepenggal kata selamat yang belum sempat terucap.

Advertisement

Sebelumnya beberapa kali aku pernah ingin kembali ke masa itu, kembali dengan sengaja membuatmu menoleh kearahku saat dulu kau pergi melepaskan gengaman jemariku. Di sini, di tempat ini kembali dengan tatapan biasa dan cerita penuh tawa. Ingin melakukan hal konyol  apapun itu bersamamu pasti teramat menyenangkan. Yang paling ironis aku pernah berharap Tuhan sedikit memperlambat jalannya waktu saat itu, namun yang kudapat kebalikannya Tuhan seolah-olah mempercepat waktu untuk memisahkan kita dalam garis takdir yang sedemikian rumit untuk ku pahami kala itu. 

Dan kau pun bungkam dengan pertanyaanku, intinya saat itu kau terus mendoktrin pikiran bahwa kita harus usai. Lantas sekarang dipertemuan ini saat ku ajukan pertanyaan yang sama, kau masih saja tetap diam. Kenapa?mengapa? apakah diam memudahkanmu lepas dari jalinan kasih yang telah menahun kau rajut ? Atau karena dia yang kini membersamaimu? Entahlah.. tapi Yang tampak jelas berubah dari mu adalah sisi diammu yang semakin kuat melindungi pertahanan hatiku.

“Ironisnya aku pernah berharap Tuhan sedikit memperlambat jalannya waktu saat itu, namun yang kudapat kebalikannya Tuhan seolah-olah mempercepat waktu untuk memisahkan kita dalam garis takdir yang sedemikian rumit untuk kupahami”

Advertisement

Apakah memang sesulit itu untuk berucap alasan usainya kita dulu, hingga kau terus mengalihkan pembicaraan? Setelah menahun aku pikir bertemu lagi denganmu dapat menyembuhkan luka ku dan memecahkan rasa penasaran yang menggumpal dipikiranku. Namun, Logikanya tak ada yang mampu kau ucap selain tatap sayu matamu. 

Sekarang waktu semakin berlalu, kini lukaku sedikit membaik dari sebelumnya dan kemudian aku sadar. sedikit aku mengerti mungkin banyak alasan yang tak perlu untuk diungkapkan. Banyak kata yang tak berarti apa-apa meski sudah diungkapkan begitu lantang. 

Terbukti jelas semua yang dulu kau maksud menjadi sesuatu yang terbaik untukmu, dia yang kini membersamaimu aku pikir mengerti satu sisi di dirimu yang tak aku mengerti. Memahami setiap diammu yang selalu aku permasalahkan.

Baiklah, kini adalah waktu yang tepat mengatakan padamu akan selalu ada kata selamat untuk dirimu yaitu selamat tinggal! Kata yang dulu belum sempat aku ucap padamu, namun di pertemuan kali ini dengan lantang aku berucap selamat tinggal. Kau harus tau menahun waktuku hanya tentangmu, tapi menahun waktumu adalah tentang dia. Tak mengapa kini sepenuhnya aku mengerti.

Terima kasih, teramat aku ingin memberitahumu. Kau benar, sejak sore itu dunia kita menjadi sedikit lebih baik~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Berawal dari rasa merangkai kata berakhir cerita.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE