Memang benar kata orang bijak, sangat susah mengusir dia yang pernah singgah di masa lalu apalagi dia pernah membuat duniamu bergejolak. Mungkin seperti kiamat yang tidak bisa ditolak, tapi kita tidak bisa menolak jika sesuatu yang sangat kita cintai bukanlah yang terbaik untuk kita. Pasti akan pergi juga bagaimanapun kuatnya kita untuk mempertahankannya.

Sama seperti dia yang pernah hadir dengan indahnya di hidupku dan yang pernah begitu sangat kucinta dan kusayangi hingga aku berikan semua rasa yang aku punya untuknya. Namun, akhirnya tak bersambut dengan cinta yang dibagi olehnya kepada orang yang dia puja yang ada di masa lalunya. Cukup rumit memang, namun itulah yang aku jalani dan aku lewati sampai detik ini bergulir.

Dia yang aku kenal dengan sangat detail, dan dia yang aku cinta dengan segalanya akhirnya pergi dengan kalimat ''aku tak lagi bisa cinta'' Barisan kata yang kala itu mengubah duniaku yang awalnya seperti surga berubah menjadi neraka, yang dengan sangat membakar setiap ruang di hatiku dan menghanguskan harapanku untuk hidup bahagia bersamanya selamanya.


Mulai detik itu yang ada hanya awan kelam, tak ada lagi malam penuh bintang dan bulan pujaan. Seakan duniaku terhenti tertawa dan takdirku menangisi semua yang pernah terjadi di antara kami berdua.


Awalnya memang sangat berat melewati hari tanpa hadirnya dan sapaan manjanya, serta logat bicaranya yang membuat aku luluh tak terkira bila dia berbicara lembut di pelukanku. Namun, semua itu berangsur pudar dan aku pun terbiasa tanpa hadirnya dan memulai untuk membersihkan puing-puing hatiku yang berserakan di pelataraan kecewaku atas pilhannya yang harus aku terima sebagai kenyaataan.

Advertisement

Karena aku sadar, sesuatu yang tidak bisa jika dipaksakan pasti tak akan tercipta keindahan apalagi harapan untuk kebahagiaan. Maka dari itu, aku menerima semua kenyataan yang dia ucapkan padaku saat malam terakhir aku melepasnya dengan rasa sakit hati yang dalam oleh ulahnya.

Meskipun begitu, aku tak pernah marah, aku tahu itu pilihanya dan haknya dia untuk memilih yang terbaik di hidupnya dan semoga saja dia tak salah. Memang mungkin aku benar yang telah mengalah, biar suatu saat nanti tak akan banyak lagi datang masalah. Maka dari itu, aku akhiri dengan kata berakhir sudah. Biarlah semua itu jadi kenangan yang meharu biru dalam kisah cintaku dengan dia, yang sebenarnya bukanlah yang terbaik untukku. Semoga baginya inilah yang terbaik.

Sekarang satu tahun telah berlalu tepat di musim hujan awal bulan September tahun lalu setelah keputusannya tak lagi bisa mencintaiku malam itu. Dan aku melepasnya dengan segala kepedihan hatiku. Kini semuanya kembali normal, dia telah sangat jauh melupakanku bahkan tak lagi mengenalku sama seperti saat pertama kali aku meliahtnya berdiri di depanku dan aku tersenyum padanya kala itu. Aku pun juga telah jauh melupakanya mencari kesibukkan dan hobi baru yang menyibukanku.

Aku membaca banyak buku, bahkan aku menulis banyak artikel dan kisah cinta yang pilu dari pengalamanku. Aku pun tak lupa banyak membahas kisah cintaku bersamanya, dia yang telah banyak menitipkan suka cita dan duka lara, semua itu kujadikan topik di setiap tulisanku yang sangat menyayat setiap kali yang membaca memiliki pengalaman yang sama seperti yang ku rasa.

Meskipun semuanya telah berlalu dan rasa sakit di hatiku telah berangsur pulih seperti sedia kala, namun ternyata dia memang tak pernah benar-benar hilang dan pergi dari pikiranku. Karena di setiap kali aku memikirkan keindahan, wajahnya melintas di bilik kenangan yang penuh oleh bayanganya.

Setelah itu aku sadar, karena aku tahu dia hanyalah kenangan yang menghantarkanku sampai saat ini dan bisa menuliskan banyak kata dan cerita untuk semua orang-orang yang pernah menderita karena cinta. Bagaimanapun itu rasa yang aku terima setidaknya dia pernah aku cinta dan dari dia aku tahu rasanya kecewa dan belajar sabar untuk tetap mengikhlaskannya, meskipun sampai detik ini aku belum bisa mendapatkan gantinya.

Semoga saja kamu yang ada dalam topik di cerita ku ini membaca pesanku untukmu. Semoga kau dapatkan dia yang sempurna yang bisa membuatmu lebih bahagia, karena aku tahu aku tak pernah sekalipun kau anggap jadi yang terbaik di matamu, meskipun telah aku korbankan segalanya untukmu.