#RemajaBicaraKespro-Pengalaman Kesehatan Reproduksiku: Sariawan pada Daerah Kewanitaan? Kok Bisa?

Tak perlu panik saat mengalami sariawan pada daerah kewanitaan

Para perempuan pasti akan merasa tidak nyaman jika merasakan rasa sakit dan nyeri pada daerah kewanitaan. Begitupun dengan aku yang pernah merasakan nyeri di sekitar daerah kewanitaan karena sariawan pada bibir luar vagina. Kejadian ini terjadi sekitar setahun yang lalu, dimana aku merasakan nyeri pada daerah kewanitaanku ketika sedang buang air kecil.

Advertisement

Awalnya aku mengabaikan rasa nyeri itu, tapi lama kelamaan terasa semakin nyeri. Aku lalu teringat pada sebuah artikel yang pernah aku baca dimana artikel itu menyebutkan bahwa jika kita merasa ada sesuatu yang aneh atau tidak nyaman pada alat reproduksi kita sebaiknya kita memeriksanya sendiri terlebih dahulu. Salah satu cara sederhana yang dapat kita lakukan di rumah adalah dengan memeriksanya di depan cermin.

Setelah mencuci tangan hingga bersih, aku kemudian memeriksa daerah kewanitaanku di depan cermin. Setelah aku cek, ternyata ada sebuah luka kecil seperti sariawan di bibir luar vaginaku! Ternyata sariawan itu yang membuatku merasa nyeri saat buang air kecil.

Saat itu aku merasa panik dan khawatir. Tapi di lain sisi aku malu untuk menceritakan hal tersebut ke ibu dan kakak perempuanku. Lalu, aku memutuskan untuk browsing tentang sariawan yang ada pada daerah kewanitaanku.

Advertisement

Dari hasil browsing di internet, aku mendapatkan informasi bahwa sariawan pada daerah vagina bisa terjadi karena adanya lecet ketika vulva terasa gatal dan digaruk, adanya infeksi pada vagina dan vulva yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans, serta adanya iritasi kulit. Awalnya aku merasa panik karena berdasarkan artikel-artikel yang  kubaca sariawan pada vagina dapat menyebabkan penyakit serius seperti kanker vagina dan kista.

Saat itu, umurku baru 19 tahun dan aku merasa takut untuk memeriksakannya ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Jadi aku memutuskan untuk berkonsultasi secara online dengan dokter di salah satu aplikasi kesehatan yang dapat diunduh di smartphone.

Setelah mengeluhkan kondisiku kepada dokter, beliau memberikan beberapa saran, diantaranya yaitu merawat kebersihan vagina dengan menggunakan air hangat dan menghindari produk-produk khusus seperti tissue dan sabun yang beraroma serta tidak menggaruk daerah vulva maupun vagina jika terasa gatal. Jika sariawan saya tidak kunjung sembuh dalam 3-5 hari, dokter menyarankanku agar memeriksakannya ke dokter spesialis kulit dan kelamin yang ada di kotaku.

Saran-saran yang diberikan dokter tersebut aku ikuti. Benar saja, sekitar tiga hari kemudian sariawan yang ada pada bibir luar vaginaku sudah sembuh. Rasa sakit dan nyeri yang aku rasakan saat buang air kecil pun sudah tidak ada lagi. Aku sangat merasa lega setelah sariawan pada daerah kewanitaanku sudah sembuh.

Berdasarkan pengalamanku mengenai sariawan pada daerah kewanitaan, disini aku ingin mengingatkan Sobat GenZ, khususnya para perempuan untuk tidak panik ketika mengalami kejadian yang sama.

Agar sariawan serta penyakit-penyakit yang berpotensi terjadi pada daerah kewanitaan tidak terjadi, sebaiknya kita rutin merawat dan menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim dengan membersihkan area kewanitaan dengan air yang bersih, menghindari penggunaan sabun yang mengandung parfum, tidak menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, dan tidak menggunakan  pembalut yang beraroma.

Perlu diingat bahwa sariawan pada daerah kewanitaan tidak selalu disebabkan oleh penyakit menular seksual, namun masih ada banyak penyebab lainnya yang wajib diketahui oleh kaum hawa. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita rajin membaca artikel yang berisi informasi-informasi tentang organ intim wanita untuk mengetahui cara mengambil tindakan yang tepat untuk merawat organ intim kita dengan baik. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE