“Darling, just trust me for this time. What we have planned for our future, is being worked by the god. What we hope for today, is being handled by the god. I am sure, everything will be awesome in the end of our journey. Just please be patient there. Wait me in the door, I’ll bring a cup of tea for you”


Advertisement

Lelaki mana yang tidak akan merana ketika kekasih yang dicintainya sekarang sedang berada pada jarak yang beribu-ribu kilometer dari jarak pandangannya. Cowok pun akan luluh dan bergetar di tempat ketika ia sedang berdiri tak mampu untuk menahan rasa rindunya kepada sang kekasih yang dicintainya. Begitu juga diri gue saat ini. I try to handle it by myself, but I think I am not so strong enough to do it. I don’t need human to help or even fix this problem, only God can do it.

Hidup sambil bergandengan tangan dengan kekasih yang kita cintai memang merupakan common hope yang dimiliki oleh semua manusia di dunia ini, especially a man like me here. Standing like a stupid stick yang entah tak tahu ingin melakukan apa karena menahan rindu yang tak tertahankan kepada dirinya yang sedang berada di benua tetangga. Damn, I hate to be like this. But to be honest, gue memang selalu berubah menjadi banci kaleng ketika sedang rindu.

Mungkin Dilan sedikit benar tentang filosofi sebuah rindu, bahwa ia merasakan rindu namun kemudian tak mampu memeluk langsung orang yang kita rindukan memang begitu berat. Pantas saja gue saat ini seperti monyet dungu yang tak mampu berkutik karena didera rindu yang begitu menyiksa. Just imagine the distance man, di peta saja gue harus sedikit mencondongkan badan gue agar bisa menemukan negaranya. Oh shit, distance is a beautiful killer, isn’t?

Advertisement

Gue memang tak perlu menyalahkan jarak. Blaming the time will never kill this missing to her. Dari pada menyalahkan waktu, gue prefer untuk mencari hal-hal baru untuk dikerjakan agar kerinduan yang kurang ajar menghampiri di setiap detik ini dapat gue jinakan. Tetapi memang sudah takdirnya sendiri, bahwa rindu itu memang tidak bisa gue hindari. Dia wanita tercinta yang sedang berada di benua sana memang benar-benar membuat gue merindu tiada tara dan tak bisa untuk mendua. This missing makes me being a loyal man.

Dunia memang sudah canggih. Segala sesuatu yang Elu inginkan tinggal swipe. All things will be very simple to do. Lapar namun malas keluar, tinggal pesan Go-Jek. Mau ke kampus namun hujan lebat tinggal click Go-Car on the smartphone. Mau shopping, tinggal buka saja aplikasi-aplikasi kapitalis itu, and then you will find everything that you want to buy there.

Or even finding something that you never think and imagine to buy before. Semua memang sudah begitu canggih. Bahkan kini menelepon pun sudah bisa sambil bertatap wajah tanpa harus khawatir billing kartu Halo kalian meningkat. Simple but so cheap. That’s a technology gave to us.

Teknologi memang mampu mempertemukan wajah gue dengan dirinya. Namun rasa ingin memeluk dan membelai rambutnya yang lembut belum bisa diatasi oleh si kampret teknologi ini. Gue bukan kepayang sakitnya, ketika wajah sang kekasih sedang berada di layar smartphone, kemudian hati ini tiba-tiba rindu ingin memeluknya dengan erat, but the shit ternyata elu tidak bisa melakukan apa-apa karena dia hanya berada di dalam layar kampret itu semata. Semua cowok pasti pernah merasakan apa yang gue rasakan saat ini. All boys around the world, you will feel what I have felt.

Man! You should know it ya. When you love someone, and even getting her heart but the fact is her body isn’t near with you is very hard to do. It’s not so easy like what you think. Kalian tahu kan, pria terkadang tak mampu begitu tegar untuk menahan godaan dari luar? Damn, gue yakin seyakin-yakinnya bahwa bagaimanapun alimnya itu cowok, he will never be able to handle it. Trust me, I had seen this experience not only one, three, or five. More than that.

So, trust me again, kesetiaan menunggu itu emang begitu berat. Being a loyal for your girlfriend bahkan jauh lebih berat dari rindu seperti yang diungkapkan Dilan. You know why? Karena akan percuma merindukan wanita yang ternyata hatinya sudah tidak berada pada hati Elu sendiri. How can we love woman that didn’t love us? That’s funny, isn’t?

Oh, sayang ku… Mungkin ia juga sedang merasakan rasa rindu ini. Mungkin ia juga sedang guling-guling menahan rasa rindu yang tak mampu ia luapkan. Rindu memang kejam sayang, namun Tuhan pasti sudah menyelipkan makna yang dalam dibalik rasa rindu yang begitu berat ini. Gue percaya, Tuhan tidak akan pernah salah menitipkan rasa rindu ini kepada kita berdua.

Dibalik rasa rindu yang kejam ini, tuhan sedang menguji cinta kita berdua. Dan Sayang, semoga kau betah menjalani karantina cinta ini. Karena Tuhan pasti sedang menyiapkan big love project untuk kita berdua. Semua akan indah pada waktunya, selama kita telah berdoa, tuhan pasti tidak akan pernah diam. He will never let you wait too long without a meaning. God is one and the only one god that will never disappoint us. We must believe it.

Oh, my darling! Semua itu sudah direncanakan oleh yang maha kuasa. Apa yang sedang kita rindukan akan segera dipertemukan olehnya. Apa yang salah diantara kita akan segera diluruskan olehnya. Apa yang kurang dalam hubungan kita selama ini akan segera ditambahkan olehnya.

Hanya mohon bersabarlah di sana. Ini bukanlah cobaan, but this a chance that I must get for you. For our future. Sabarlah di sana! Walau raga ku tak mampu menjaga ragamu, aku sangat percaya bahwa pundak tuhan akan selalu bersedia menopang segala beban yang sedang kau hadapi saat ini. Trust me, everything will be happy ending in the end, like a story of Cinderella.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya