“Aku di sini tetap menjaga kesucian perasaanku. Walau banyak yang menawan dan rupawan bergelimang di depan wajahku, semua itu tak akan pernah mampu menggoyahkan iman cintaku kepadamu. Percayalah kepadaku, bahwa aku akan senantiasa setia kepadamu walau jarak raga kita tak mampu untuk ku ukur. Jika kau juga tetap setia menjaga hatimu dari orang lain, maka kita pasti akan dipertemukan Tuhan dalam ikatan cincin perkawinan.”


Sayangku… Hari demi hari telah kita lalui bersama. Mentari yang telah berulang kali terbit di upuk timur dan menancap di upuk barat sana telah terlalu sering kita saksikan dan lalui. Ketika mentari sedang ingin tertidur, engkau pun senantiasa berada di sisiku. Kau selalu ingin menempel di pelukan ku. Aku bahagia, sungguh luar biasa. Jika kau tanyakan kepadaku tentang keindahan apa yang paling indah dari indahnya panorama pantai, maka aku akan lebih memilih mengatakan lebih indahnya melihat senyum mu yang melengkung seperti samudera yang begitu menawan.

Advertisement

Lelaki mana yang tidak akan bahagia melihat kekasihnya selalu berada di sisinya. Aku justru teramat bahagia bisa selalu menemani hari-hari mu. Walaupun terkadang sering tak bisa, karena kesibukan lainnya yang harus ku kerjakan. Bukannya aku lebih memilih pekerjaan, tetapi itu semua juga ku lakukan untuk masa depan kita nanti. Entahlah, apakah mungkin engkau akan menjadi masa depanku atau tidak, namun yang jelas saat ini aku sedang berusaha untuk bisa mengukir masa depan bersamamu.

Sayangku… Maafkanlah diriku yang selama ini sudah mulai jarang berada di dekat mu. Bukannya sudah tak sayang lagi kepadamu, namun mencari nafkah terkadang harus bisa menahan raga dan hati ini untuk bisa berdekatan dengan mu. Engkau di sana, sedangkan aku di sini. Tempat kita tak selalu sama, namun percayalah sayangku bahwa hati ini masih tetap milikmu. Asal namaku masih ada di hatimu, berarti kita berdua masih saling memiliki satu sama lain.


Percayalah kepadaku. Mencintai bukan berarti harus mengunci kehidupan masing-masing. Izinkan aku bebas pergi kemana saja untuk menikmati masa mudaku yang hanya datang sekali. Begitu juga dengan dirimu sayang. Pergilah bermain dengan sahabat-sahabat tercinta mu. Mencintaiku bukan berarti tak ada cinta untuk sahabat-sahabatmu. Mereka juga adalah malaikat-malaikat pendamping yang dititipkan tuhan kepadamu agar dirimu tetap bahagia. Bermainlah sesuka hatimu, karena kelak ketika kau telah menjadi kekasih halal ku, akan ada batas yang harus kau patuhi.


Advertisement

Diriku dan dirimu adalah dua insan yang masih muda. Sesuatu yang wajar apabila kita berdua masih membutuhkan dunia bermain. Lantas, jangan jadikan ikatan pacaran ini membuat kita saling terkurung satu sama lain. Bermainlah, tak masalah jika harus bermain denga lawan jenis mu, aku tak akan pernah cemburu, asal kau tetap mengetahui jarak yang harus diikuti. Aku akan senantiasa percaya kepadamu, dan aku percaya bahwa selama kau masih mencintai ku, kau tak akan pernah berpaling dengan yang lain. Oleh karenanya, bermainlah sesukamu. Akan ku dukung setiap hal yang membuat mu bahagia, asal itu sesuai dengan rel yang ada.

Sayangku… Mari kita nikmati masa pacaran ini dengan indah. Mari kita lalui dengan saling menjaga kepercayaan satu sama lain. Kamu tak perlu curiga kepadaku, dan aku pun sungguh tak perlu curiga kepadamu. Kita berdua sudah dewasa, sudah saatnya untuk belajar arti dari tanggung jawab dan menjaga komitmen terhadap orang lain.

Sayangku… Jangan kita jadikan ikatan pacaran ini sebagai beban. Jadikan ikatan ini sebagai ajang untuk saling memahami satu sama lain, bukan malah saling memenjarai satu sama lain. Kau tak perlu ku borgol, dan dirimu pun tak perlu menggembok lenganku. Karena selama kita saling mencintai, tak ada hal yang harus perlu untuk dicurigai. Apa guna saling mengikat apabila masih saling mencurigai satu sama lain. Oleh karenanya, marilah kita jalani cinta ini dengan nikmat, seperti daun yang bergoyang tertiup angin sepoy-sepoy, aduhai nikmatnya.


Sayangku… Terbanglah bebas kemanapun engkau mau. Peluklah siapa pun yang kau rindui. Tetapi ingat, setelah selasai jangan lupa untuk pulang, pulanglah ke pelukan ku. Cintaku, kita tak perlu memborgol diri masing-masing, karena jika namaku masih ada di dalam hatimu, maka jodoh itu tak akan pernah pergi kemana. Tuhan pasti akan menyatukan kita di satu kursi resepsi pernikahan.


Namun apabila tidak, mungkin itulah rencana tuhan yang terbaik. Karena ialah yang maha besar, yang tak akan pernah salah dalam memberikan takdir kepada masing-masing hambanya. Karena toh, kepada ia pula kita akan kembali. Dan kepada ialah seharusnya cinta ini harus benar-benar kita berikan.

Sayangku…. Aku mencintaimu…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya