Sebaik Apapun Cara Dia Berpamitan, Perpisahan Akan Tetap Menyakitkan

Hargai setiap pertemuan dan juga keberadaan seseorang dalam hidupmu

Tentang kepergian dan kehilangan, tentu suatu hal yang tak pernah di inginkan oleh siapapun dalam hidup ini. Namun ketentuan Sang Illahi tetaplah menjadi ketetapan yang tak mampu kita elakan. Mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus merelakan dan mengiklaskannya walaupun itu sangat sulit dan berat untuk kita terima.

Advertisement

Seperti seseorang yang pernah hadir dalam hidupku. Aku kira dia akan menetap untuk waktu yang lama, namun seiring waktu berlalu, dia pergi untuk menemukan kebahagiannya dan aku bukanlah kebahagian yang ia cari.

Bukan tak terima dengan keputusannya untuk memilih pergi dan menemukan bahagia yang dia cari, namun aku belum siap untuk menanggung resiko patah hati dan belum mampu menanggung luka yang sebelumnya pernah aku rasakan ketika kehilangan orang-orang tersayang dalam hidupku.

Kepergiannya, menambah luka yang begitu sulit untuk aku tanggung. Kehilangannya membuatku semakin terpuruk dalam kesepian yang begitu menyakitkan. Namun aku mencoba untuk melalui dengan kesabaran yang luar biasa walaupun itu sangat sulit untukku jalani.

Advertisement

Kehilangannya juga membuatku sulit menggantikannya dengan seseorang yang baru. Aku larut dalam kesedihan dan kekecewaan yang begitu menyita waktuku dengan sangat lama. Seakan dia tak tergantikan dalam hidupku.

Memang benar kata orang, sebaik apapun cara seseorang tersebut berpamitan dengan kita, perpisahan dan kehilangan tetaplah akan menyakitkan. Mengikhlaskannya tentu hal yang harus, namun butuh waktu yang teramat lama sebelum itu bisa dipahami dengan baik.

Advertisement

Aku telah mencoba untuk membuka hati dan cerita baru dalam hidupku, namun gagal dan gagal lagi karena hati tetap saja masih terisi penuh dengan dia dan dia. Sulit untuk dijelaskan, karena rasa tak mampu diwakili dengan kata-kata, namun faktanya, itulah yang pernah aku rasakan ketika kehilangan seseorang yang begitu ingin dia selamanya dalam hidup hingga kematian adalah pemisahnya.

Namun rencana itu buyar, karena ketentuan Sang Illahi tetaplah menjadi penentu apapun yang terjadi dalam kehidupanku. Aku ingin sekali mencintai dan selamanya dengannya, namun ternyata aku salah. Dia hadir dan datang hanya untuk mengisi lembaran ceritaku saja, setelah usai, maka dia akan pergi.

Aku saja yang terlalu berharap hingga aku lupa dengan takdir-Nya bahwa bagaimana aku menginginkannya, yang bukan untukku, maka tak akan pernah menjadi milikku atau Sang Kuasa memberiku kehilangan agar aku sadar, bahwa tiada tempat yang paling abadi kecuali hanya berharap dan berlindung kepada-Nya.

Dari sana aku mencoba memahami bahwa, Mungkin saja selama ini aku terlalu mencintai makhluk-Nya hingga aku lupa mencintai pemilik-Nya, Hingga setiap luka yang aku alami begitu sulit untuk aku bangkit kembali.

Mungkin aku bukanlah seseorang yang berhasil melewati batas penghalang dengan baik, namun berbagi ceritaku ini bisa mewakili ceritamu yang mungkin pernah kau alami dan mungkin juga sedang kau alami. Pesan dariku, Hargai setiap pertemuan dan juga keberadaan seseorang dalam hidupmu, karena jika dia menghilang dan pergi, maka kau baru sadar betapa dia sungguh berarti dan percayalah itu hanya akan menjadi penyesalan dalam hidupmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jejak Rindu Di Telaga Nurani"