" ASTAGAAAA!! SUDAH JAM 10 INI " (melihat ke arah jam dinding)

Tiba-tiba, ku tak sadarkan diri. Entah kenapa bisa terjadi hal seperti itu. Aku terbangun dan aku sadar bahwa sekarang aku bukan lagi di negara ku sendiri. Aku heran kenapa bisa seperti ini. Apa yang terjadi? Di mana aku sekarang? Terpampang jelas bahwa terdapat menara jam sangat besar dihadapanku. Aku benar-benar bingung kenapa aku bisa ada di sini! Aku bertanya kepada masyarakat di sini dengan bahasaku, tetapi mereka tidak menjawab.. AKU PANIK! AKU DI MANA?

Advertisement

Aku mencari handphone untuk mencari tahu di mana aku sekarang tetapi itu pun tidak berhasil. Jaringan internet-ku tidak bisa! Aku menyadari aku terlalu panik sekarang dan aku harus tenang. Aku mulai menelusuri jalan dan daerah menara jam tersebut. Perlahan.. aku mulai tenang dan menikmati lingkungan ini. “ Menara ini tinggi sekali, jam nya juga besar, aku yakin jam ini hampir tidak pernah mati. “ batinku berkata. Cuaca yang sangat bagus untuk dinikmati, aku pun berusaha untuk menikmatinya.

Aku berjalan terus menelurusi jalan itu dan aku berpapasan dengan seorang perempuan muda yang mungkin bisa dikatakan seumuran denganku, 20 tahun. Celana pendek jeans dengan kaos polos merah muda dengan warna rambut pirang, cocok sekali dipakai oleh perempuan itu. Ketika aku berpapasan dengan dia, dia pun langsung berhenti dan tersenyum kepadaku.

Perempuan itu menyapaku, “ HI, i’m glad to see you! “. Aku panik karena dia menyapaku dengan ramah, aku takut untuk menjawabnya karena takut dia tidak mengerti apa yang aku bicarakan, tetapi aku pernah dengar ini di kelas bahasa Inggris ku. “ untung aku ingat. “ batinku. Lalu aku membalas sapaan dia, “ Hi, Glad to see you! I’m Nobel. What is your name? “ , perempuan itu menjawab, “ I’m Khasel (bacanya khesel, bukan kesel ya) , what are you doing here? “ , tiba-tiba aku bersemangat dan aku langsung seperti mendapat pencerahan untuk berbicara dengan Khesel.

Advertisement

Walaupun bahasanya berbeda dengan bahasa inggris Amerika, setidaknya aku paham. Bahasa inggris di sini memiliki aksen yang berbeda, kadang sedikit sulit untuk mengerti jika tidak mendengar dengan benar. Kami bercakap-cakap dan tidak sadar bahwa aku sudah berada di jembatan sangat besar dan kali ini aku tahu bahwa ini merupakan salah satu landmark di London.

Jembatan besar ini dikenal dengan nama Tower Bridge. Tower Bridge ini termasuk salah satu jembatan paling terkenal di dunia dan Tower Bridge adalah salah satu tempat wisata terkenal di Inggris. Tower Bridge yang panjang ini ternyata menghubungkan bagian Utara dan bagian Selatan.. “ Tower Bridge ini wajib dikunjungi kalau orang-orang ke sini. “ batinku. Mungkin Tower Bridge ini susunan jembatannya ada kurang lebih sepanjang 244 meter.

Ada juga dua menara yang tingginya mungkin kurang lebih 65 meter yang disatukan dibagian atas oleh tempat berjalannya yang berdampingan setinggi 44 meter kurang lebihnya. Aku berjalan lagi sambil menikmati dan ternyata Khesel tidak ada di sampingku. Aku mencari Khesel, karena bagiku dia adalah orang pertama yang berteman denganku di negara ini, dan aku baru menyadari bahwa aku berada di Inggris! Aku masih heran kenapa aku bisa di sini! Balik lagi pada Khesel, dia hilang tiba-tiba, padahal aku bersama dia terus-menerus.

Aku berjalan menyusuri Tower Bridge ini sambil menikmati dan mau melupakan apa yang terjadi, bunyi klakson terdengar olehku.. TINNNNN TINNNNNN…

BRAKKKKK, aku terjatuh dan tak sadarkan diri. Aku tertabrak mobil karena aku tiba-tiba tidak bisa mendengar klakson mobil itu. Aku tidak terbangun lagi karena aku merasa seperti dikendalikan oleh seseorang yang aku tidak tahu kejelasannya, dan ternyata karena alur cerita ini semua hanyalah ketikan seseorang untuk membuat suatu cerita. Hehe

Oke langsung aja bicarain mengenai ciri khas lainnya di London ini ya. Cerita tadi di atas sudah disebutkan 2 landmark-nya London, yaitu Big Ben yang tadi si X nggak tahu dia ada di mana dan ketemu dengan Khesel yang akhirnya ngobrol berdua dengan aksen bahasa Inggris yang berbeda. Kedua itu adalah Tower Bridge, yang dia ingat dan akhirnya dia tahu bahwa dia ada di London.

Selanjutnya itu ada London Eye. London Eye itu punya nama resminya ya. Nama resminya itu EDF (Energy London Eye). London Eye itu merupakan kincir yang terkenal di Inggris dan letaknya itu ada di tepi selatan sungai Thames. Lokasi London Eye itu sebrang-menyeberang dengan Big Ben juga lho ya. Selain terkenal di Inggris, London Eye juga termasuk kincir ria yang tertinggi di dunia, yang mana kurang lebih bisa mencapai 135 meter!

Oh lupa dikasih tahu tadi, waktu si X ngobrol dengan Khesel. Khesel kasih tahu ke si X bahwa orang-orang di Inggris adalah orang yang sangat menghargai waktu lho. Jadi harus tepat waktu kalau bersama orang-orang Inggris jika ada keperluan. Dan juga seiring waktu tadi si X jalan secara tidak sadar menuju Tower Bridge, si X lapar dan akhirnya dia masuk ke dalam restoran yang cukup mewah bersama Khesel.

Singkat cerita mereka berdua makan, si X menaruh garpu dan peralatan makanannya tidak benar dan akhirnya Khesel pun menegur X bahwa jika sudah selesai makan, garpu dan pisau ditaruh di sebelah kanan piring. Selain menegur X dalam budaya setelah makan, Khesel juga memberitahu bahwa saat makan, si X salah menggunakan garpu dan pisau.

Seharusnya garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Si X mengerti dan berterima kasih kepada Khesel untuk informasinya. X merasa banyak hal yang dia dapatkan dan dipelajari saat dia berada di Inggris.

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya