Sampai sekarang, aku masih tetap berjalan. Masih melangkahkan kaki, berusaha agar kita tetap berjalan beriringan. Tak ada yang mendahului, atau tertinggal di belakang.

Tapi perlahan aku mulai kehilangan kekuatan. Aku tertinggal jauh di belakangmu. Ada sesuatu yang belakangan mengganggu benakku. Membuat langkahku menjadi layu.

Advertisement

Seseorang di luar sana menarik perhatianmu. Membuatmu seakan-akan lupa bahwa aku masih ada. Tak lama lagi, mungkin aku akan berhenti. Tak lagi melangkah menuju sesuatu yang sebenarnya tak pernah ada.

Aku menunggumu dalam persimpangan jalan, menjadi halte bus yang tetap setia berdiri hingga dirimu datang untuk mengangkut semua harapanku.

Aku tidak menghindarimu, hanya mencari jarak yang tepat untuk bisa memperhatikan tanpa kau merasa terganggu dengan kehadiranku. Kau pasti tahu, harus kemana mencari jika kau rindu. Namun jika tidak, berarti langkahku tepat untuk membiasakan diri tidak berada di dekatmu

Advertisement

Pada akhirnya, aku akan menyerahkan semuanya kembali kepada Tuhan. Jika aku bukan lagi menjadi rumah dari bahagiamu, mungkin Tuhan telah mempersiapkan seseorang untukku di depan sana. Meski sekarang, hingga entah kapan, aku akan tetap memilihmu.

Aku akan tetap memilihmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya