Sejauh Mana Kakimu Melangkah, Jangan Lupa untuk Pulang

Untuk kamu yang baru saja memberanikan diri untuk keluar dari rumah dan berjalan sendiri hanya dengan restu kedua orang tua. Mungkin kamu akan merasa bebas dan bahagia karena sudah tidak ada lagi yang mengatur jadwal kamu. Tetapi rasakan beberapa bulan setelah ini atau saat kamu pulang untuk pertama kalinya. Kamu akan menemui beberapa perubahan yang terlihat dari rumahmu dan tentunya juga kedua orangtuamu.

Advertisement

Ketahuilah Hanya dengan Mendengar Suaramu Sudah Membuat Mereka Bahagia.

Apasih yang dirindu dari mereka? Jelas ayah dan ibu hanya rindu anak kesayangannya yang sedang berjuang di tanah rantau untuk pulang. Tetapi ayah dan ibumu sadar, jarak sejauh itu tidak bisa membuatmu untuk sering pulang. Bertahun-tahun kamu pergi meninggalkan mereka, kamu terlalu sibuk dengan urusanmu bahkan untuk menghubungi saja kamu monomer sekiankan. Padahal ayah dan ibumu itu sudah sangat rindu mendengar ocehmu dan rengekmu seperti yang biasa kamu lakukan sewaktu masih tinggal bersama. Kamu hanya menghungi mereka saat kamu membutuhkan sesuatu sampai mereka hafal, pasti kamu akan menghubungi mereka saat awal bulan dan di awal semester saja. Mereka tidak memulai menghubungimu terlebih dahulu karena mereka takut mengganggumu. Jadi, ayolah jangan menjadi anak yang menyiksa perasaan rindu kedua orang tua yang sudah berusaha memperjuangkan biaya untuk perjuanganmu di sana.

Ingatlah Rumah yang Teduh Saat Kamu Sedang Asik dengan Duniamu.

Advertisement

Sibuk

Alasan klise yang membuatmu semakin jauh dari kedua orang tua. Kamu terlalu asik mengikuti kegiatan dan organisasi di kampusmu. Kamu jadikan kegiatanmu itu untuk sebuah alasan tidak menghubungi dan tidak pulang. Saat selesai ujian akhir semester pasti ada libur beberapa minggu, tetapi kamu lebih memilih untuk berkunjung ke tempat wisata bersama teman-temanmu. Jadi, kamu mau pulang kapan? Apa yang kamu tunggu? Hambatan apa yang membuat kamu tidak pulang? Apa karena masalah biaya? Kalau masalah biaya kenapa kamu bisa menghabiskan liburan kamu dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata bersama teman-temanmu.

Advertisement

Tak rindukah kamu dengan rumah? Tempat yang sangat teduh dan nyaman untuk dihuni. Tempat yang bisa melakukan apapun sesuka hati. Tempat yang menyediakan makan selama 24 jam. Sesibuk apapun kamu saat ini cobalah ingat beberapa kenangan yang telah kamu lakukan di dalam rumah bersama yang tercinta. Ada ayah dan ibu yang kini usianya sudah bertambah tua. Beberpa kenangan dan rahasia tersimpan di sana. Bangunan itu menjadi saksi bisu perjuangan ayah dan ibumu untuk membiayai segala kebutuhanmu hingga detik ini.

Pulanglah Nak..Pulanglah..

Setiap malam ibumu meminta kepada Tuhan untuk menjagamu dimanapun kamu berada, saat kamu sedang nyenyak tidur, ayahmu sedang banting tulang untuk membiayai pendidikanmu. Mereka hanya berharap kamu tidak mengalami nasib yang sama seperti mereka. Mereka senang kamu asik dengan kegiatanmu di sana, tetapi waktu tidak dapat berhenti sejenak. Waktu tidak dapat menghentikan bertambahnya uban di rambut mereka. Waktu tidak dapat menghentikan perubahan di kulit mereka. Kamu selalu main dengan teman-temanmu dan kamu menjadikan itu alasan tidak berkabar dan alasan tidak pulang? Kejam sekali dirimu.

Ayah dan ibumu begitu tersiksa saat melepasmu apalagi ibumu, hari-hari pertama kamu tidak ada di rumah mungkin ibumu sering berteriak dalam hati “Cepat pulang Nak.” Tidak rindukah kamu dengan kedua insan mulia di sana? Jika saat ini kamu sedang melanjutkan pendidikan, belajarlah yang tekun agar bisa lulus tepat waktu. Jika saat ini kamu sedang bekerja, bekerjalah dengan giat hingga kamu dapat mencapai posisi yang diinginkan. Segera selesaikan kewajibanmu dan segeralah pulang menemui kedua orang tuamu. Temui rumah yang membuatmu tumbuh hingga seperti sekarang.

Ucapan Rindu Untuk Kalian yang Tersayang.

Ayah, ibu.. maafkan anakmu yang masih saja lalai berkabar denganmu. Maafkan anakmu yang menjadi orang sok sibuk dengan segudang aktivitas di sini. Maafkan aku yang tidak mengenal terimakasih kepadamu. Jika aku bisa melewati jarak ini, aku sudah berlari menuju rumah. Bu, perjuangan ini sangat berat. Aku butuh senderan di kakimu. Yah, cobaan ini sangat luar biasa. Aku membutuhkan bahu yang kuat untuk melepas beban semua ini. Ketahuilah aku sama sekali tidak melupakanmu, aku selalu berusaha menjadi yang terbaik di sini untuk kalian. Aku rindu masakanmu, bu.. Aku rindu bisa makan teratur tiap harinya. Aku rindu rumah, dimana aku bisa puas melakukan apapun sesukaku. Doakan anakmu ini, semoga segera selesai urusannya agar aku bisa segera pulang. Pulang menuju rumah yang paling nyaman di dunia.

Salam rindu,

Anakmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Hai, senang mengenal mu :)