Masa lalu adalah bagian dari dalam hidup kita, masa lalu memang sudah berlalu tapi ada kalanya masa lalu datang kembali di masa depan dengan bentuk, kejadian dan solusi yang berbeda. Banyak orang yang masih berlarut-larut dengan masa lalu ada pula yang berusaha melupakan masa lalu, karena bagaimana pun masa lalu ia akan tetap menjadi masa lalu. Jika dikatakan berdamai dengan masa lalu itu sulit maka kita akan terus dihantui dengan perasaan terkekang dan terikat, mungkin dengan berusaha berdamai dengan masa lalu membuat kita menjadi lebih banyak pilihan untuk bertindak dimasa depan.

Advertisement

Mungkin orang putus asa akan mengatakan bahwa ia akan mengakhiri hidupnya ketika menemukan pintu yang terkunci, ia hanya berusaha mendobraknya bukan berusaha mencari kunci yang bisa saja disimpan di suatu tempat. Waktu akan terus berdetik dan berlalu, beban akan terus berkurang dan bertambah. Namun pikiran tidak akan berhenti, solusi dari semua masalah bisa saja ada disuatu pikiran yang terdalam yang tertutup dengan banyak pikiran yang mengacaukan. Setelah sibuk mencari solusi tanpa kamu sadari kamu lupa bahwa kamu semakin jauh dari masalah itu, dari masa lalu. Tanpa kita sadari kita sudah meninggalkan atau bahkan menyelesaikan banyak masalah yang kita pikir akan menjadi akhir hidup kita. Tapi sama halnya dengan datang-pergi-datang, setelah kita menyelesaikan satu masalah akan ada masalah lain yang datang.

Dalam diri seseorang memiliki 2 kepribadian, kepribadian yang terkadang sangat pesimis dan kepribadian yang terkadang sangat optimis. Kepribadian dapat dibangun namun akan ada beberapa hal yang bisa menggoyahkannya. Lihatlah kedalam cermin akan ada sosok yang berlawaan denganmu, banyak hal yang bisa kamu bagikan dengannya, banyak hal yang dapat diusahakan. Kamu pun bisa membandingkan mana yang seharusnya dilakukan ketika melihat dirimu sendiri didepan cermin, melihat sosok asli dirimu atau sosok lain dari dirimu ketika kamu lekat-lekat melihat kedalam dirimu dicermin.

Advertisement

Banyak orang yang takut untuk kembali melihat kebelakang, ketakutan akan kegelapan yang terus mengikuti langkah kita, tapi sadarkah? Sama halnya sebuah motor dan mobil yang memiliki kaca spion, hidup kita adalah sebuah kendaraan dan kita memang benar-benar membutuhkan kaca spion untuk kembali melihat kesalahan yang sudah kita perbuat. Untuk melihat kembali dan untuk memilah kembali kejadian yang sudah berlalu agar tidak terjadi kembali, untuk meyakinkan kembali langkah kita selanjutnya dengan begitu kita dapat belajar dari melihat masa lalu bukan hanya memandangnya sebagai masa lalu yang sudah berlalu yang harus dilupakan.

Berdamai dengan masa lalu yang kelam memang sulit, tapi lihatlah sekarang kita dapat melewatinya. Mungkin kita tergolong orang yang optimis atau bisa dikatakan kita orang nekat yang terpaksa menyelesaikan masalah untuk tetap hidup menikmati setiap rasa yang singgah setiap detiknya. Setiap detik yang kemudian menjadi masa lalu kembali, setiap detik yang siap yang menunggu dimasa depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya