Selamat ulang tahun, Bapak.

Aku tidak bisa berbahagia atas ulang tahunmu kali ini, sebab aku mulai sadar bahwa engkau telah semakin menua untuk bertahan hidup bersamaku. Bapak, kemarin engkau memboncengku dan aku melihat uban mulai memenuhi rambut legam milikmu. Apakah engkau sudah setua itu untuk menjagaku? Tolong, jangan beranjak menua, tetaplah kokoh menjadi sandaran hidupku, meski seringkali aku terlihat menyebalkan bagimu. Tetaplah baik-baik saja, sampai aku benar-benar mampu membahagiakanmu seutuhnya.

Advertisement

Bapak, selamat ulang tahun.

Aku tidak mau menghitung usiamu. Aku tahu digit angka di usiamu semakin banyak saja. Namun, bisakah ku memohon agar semesta mendukungmu tetap muda? Bapak, tetaplah panjang umur, engkau pernah bilang ingin melihatku menikah dan memiliki anak, kan? Engkau juga pernah mengatakan bahwa ingin menghabiskan masa tuamu dengan menggendong anak-anakku yang lucu.


Maka tetaplah sehat, tetaplah kuat, tetaplah baik-baik saja sampai waktunya tiba. Kelak, engkau akan mendampingiku menaiki tangga demi tangga hidup yang akan kujalani dengan lelaki yang berhasil mendapatkan restumu. Engkau akan berdiri di sampingku, mengamit lenganku, dan tersenyum bahagia sebab putri sulungmu telah mencapai harapan yang sudah engkau langitkan sepanjang waktu: yakni mendampingiku menikah dengan lelaki terbaik versiku dan versimu. Bapak, aku ingin melihat air mata bahagiamu kala waktu itu benar-benar tiba.


Advertisement

Selamat ulang tahun, Bapak.

Bapak, putri sulungmu ini adalah anak yang paling tak pandai mengungkapkan sayangnya, meski dia adalah perempuan. Di depanmu, semua kata-kata yang ingin diucapkannya mendadak hilang entah kemana. Namun percayalah, di balik sifat tak acuhnya, ia selalu menyayangimu. Ia memang menyebalkan seperti anak gadis kebanyakan, tetapi ia tidak pernah lupa untuk mencintaimu sebanyak ia selalu menyertakan namamu dalam doa-doanya.

Putri sulungmu memang selalu keras kepala, terkadang argumen-argumennya membuatmu menggemeretakkan gigimu, lalu menyentaknya keras-keras sebab tak juga menuruti kata-katamu. Bapak, putri sulungmu memang semenyebalkan itu, tetapi di detik ketika engkau memarahinya, diam-diam membuat hatinya berjanji agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama dengan apa yang membuatmu kesal.

Mengenang sudah berapa lama engkau begitu tangguh menjaga keluarga kecilmu, aku berterima kasih teramat banyak. Ujian demi ujian hidup telah engkau lalui amat baik, diam-diam membuat putri sulungmu ini melirihkan doa-doa kecil dalam hati agar engkau selalu dikuatkan dalam menjalaninya. Tidak ada yang perlu engkau sesali, bahkan ketika engkau merasa tak sehebat dulu. Bapak, perlu engkau tahu bahwa anak-anakmu selalu bangga dengan apa adanya engkau. Pun putrimu, si sulung yang selalu kekanakan ini, selalu bangga atas pribadimu yang tegar, tak goyah dihempas badai kehidupan.


Diam-diam lagi, gadis sulungmu ini berdoa pada Yang Kuasa, agar selalu dibersamakan denganmu sampai ia menua, mendengar nasihat-nasihatmu sampai ia renta, dan merasakan perhatian tak kentaramu sampai ia mengakhiri usia.


Bapak, bagaimana ini? Untuk menulis ini pun, air mataku menetes. Tolong, tetaplah panjang umur, sehat dan bahagia ya, Pak. Salam maaf paling tulus dari hati putrimu, jika sampai saat ini ia masih saja mengecewakanmu. Engkau tetap menjadi lelaki terbaik baginya, bahkan jika kelak ia sudah memiliki keluarga sendiri dengan lelaki yang dicintainya.

Engkau selalu menjadi yang terbaik, bahkan jika terkadang putrimu sangat kesal dengan sifat-sifatmu yang keras padanya. Ia mencintaimu sebanyak itu, semoga lebih banyak dari digit angka di usiamu yang bertambah tahun ini.


Tetaplah baik-baik saja untuk setiap tahunnya; engkau selalu cukup hebat untuk menjadi kebanggaannya sepanjang hari. Suatu hari nanti, jika engkau tiba-tiba mendapatinya memelukmu tanpa alasan apa-apa, barangkali itu perkara rasa cinta yang selalu gagal disampaikannya lewat kata-kata.


Selamat ulang tahun, Bapak.


Meski kehilangan usia yang lebih muda, semoga engkau tidak pernah kehilangan kebahagiaanmu dalam hidup. Engkau juga tidak pernah kehilangan aku; putrimu yang mengesalkan tetapi selalu sayang meski ia sendiri tak yakin bagaimana menunjukkannya terang-terangan. Selamanya, jika bahkan nanti aku, putrimu ini akan dibersamakan dengan lelaki yang kau percaya untuk menggantikan tugasmu menjagaku, cinta untukmu akan tetap selalu hidup dan menyala; tepat di dalam hati dan pikirannya.


Sekali lagi, selamat ulang tahun, lelaki terhebat sepanjang hidup yang paling kucintai. Semoga aku selalu mencintaimu, lebih banyak dari digit angka di usiamu. Kuharap selalu seperti itu.

Dari,

putri sulung yang mencintaimu meski tak sebanyak engkau mencintainya,

Aku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya