Untukmu yang Telah Pergi, Jangan Cari Aku Lagi. Karena Jujur, Aku Sudah Tak Peduli

bye mantan

Aku tahu, sebelum bersamaku sudah banyak hati yang kau singgahi. Entah kamu yang mematahkan atau kamu yang dipatahkan. Dan aku adalah wanita kesekian yang kamu jadikan tempat singgah. Tidak ada yang salah memang, karena mungkin kamu belum menemukan cinta sejati itu. Tetapi kamu tidak pernah menyadari bahwa diantara mereka ada yang terluka dan trauma karena perbuatanmu ini. Kamu terlalu egois, hanya memikirkan dirimu saja. Oke, di sini aku nggak menjadikan masalah tentang masa lalumu dan mantan-mantanmu itu.

Advertisement

Disini aku cuma mau bilang, aku sakit karenamu. Bagaimana tidak, kamu datang membawa sejuta harapan dan janji. Aku menerima kamu dengan hati yang tulus. Rencana di masa depan kita susun dengan sangat rapi. Tapi aku merasa di hatimu tidak ada aku, tidak ada kita.

Kamu hanya berpusat pada dirimu sendiri dan tidak bisa mengendalikan diri dari bayang-bayang salah satu mantanmu. Kamu selalu menceritakan mantanmu saat kita sedang berdua, kamu pikir aku baik-baik saja mendengar ceritamu itu? Tidak. Sama sekali tidak. Kamu tidak menghargai aku sebagai wanitamu saat itu. Tapi kamu tak pernah sadar akan hal itu. Terus-terusan kamu lakukan. Yah, saat itu aku masih bisa ngerti bahwa nggak mudah buat merelakan dia yang pernah bersama. Tapi apakah kamu mau mengerti aku? Tidak. Kamu masih saja seperti itu.

Kalau boleh aku bilang, sebenarnya kamu itu gagal move on. Entah kenapa, aku jadi merasa aku hanya pelampiasanmu. Bisa jadi aku hanya alat agar mantanmu itu kembali. Tapi kamu mengaburkan itu semua dengan sesuatu yang aku sebut “selingkuh”. Kamu selingkuh dengan wanita yang baru kamu kenal. Kamu mencampakkan aku demi dia. Tanpa ada kata pisah dan pamit kamu pergi begitu saja menyemai cinta baru. Mau aku sebut apa kamu? Aku memang sakit, tapi rasa marahku ke kamu begitu dahsyat. Seandainya kamu nggak tiba-tiba pergi, mungkin ribuan tamparan mendarat di tubuhmu. Jutaan kata kasar dan makian aku masukkan di telingamu. Tapi ternyata kamu lemah, nggak berani menemui aku.

Advertisement

Well, satu bulan kemudian kalian bubar. Daaaaan…! Kamu balikan ke mantan yang selalu ada di ceritamu itu. Luar biasa!

Pesanku, patah hati memang sakit. Kita memang harus sembuh dari rasa sakit itu. Tapi, sembuhlah dengan cara yang baik supaya hasilnya juga baik. Kalau kamu sembuh dengan cara menabur luka ke hati yang lain, apa kamu nggak takut luka itu kembali ke kamu? Jika nanti hubungan kalian berakhir (lagi), jangan datang ke aku. Aku memang mencintaimu tulus dengan segala kekuranganmu, tapi sekarang rasa itu telah pudar. Luka yang kamu beri juga masih terasa, tetapi hidupku sudah lebih berwarna daripada saat sama kamu dulu. Satu lagi, aku tak peduli lagi dengan kamu dan hidupmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE