Pendidikan adalah hal yang sangat penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakterpun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman sekarang tidak hanya melihat betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah diraih, melainkan juga pada karakter dari pribadi setiap orang itu sendiri.

Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formalitasnya, tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik yang seharusnya dilakukan.

Advertisement

Banyak pilar karakter yang harus ditanamkan kepada anak-anak penerus bangsa, diantaranya kejujuran. Kejujuran sendiri memiliki arti adalah hal yang paling pertama harus ditanamkan pada diri kita maupun anak-anak penerus bangsa, karena kejujuran adalah benteng dari semuanya. Demikian juga pilar karakter tentang keadilan, karena seperti yang dapat kita lihat banyak sekali ketidakadilan khususnya di Negara ini. selain itu harus ditanamkan juga pilar karakter seperti rasa hormat. Hormat kepada siapapun itu, contohnya seorang murid harus mempunyai rasa hormat kepada bapak dan ibu guru di sekolah ataupun mempunyai rasa hormat kepada kakak kelasnya.

Adapun banyak kasus di Indonesia sendiri bahwa siswa atau murid yang berani menganiaya guru di sekolah mereka. Hingga ada beberapa kasus yang menganiaya guru meraka sendiri sampai guru tersebut tidak sadarkan diri. Dengan mendengar berita-berita tersebut sangat miris sekali dengan kasus yang ada di Indonesia.

Adapun salah satu faktor mengapa anak bangsa Indonesia melakukan hal tersebut, yaitu salah satu faktornya adalah kualitas pendidikan itu sendiri. Karena kualitas pendidikan di setiap Negara sangat berbeda. Negara-negara maju mempunyai kualitas yang pendidikan yang baik. Beda dengan kualitas pendidikan di Negara Indonesia. Di samping memiliki sumber daya manusia yang baik, Negara-negara maju juga mempunyai system pendidikan yang sangat baik.

Advertisement

Seperti contoh di Finlandia, Belanda, Selandia Baru dan Kanada. Finlandia sendiri merupakan Negara yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Berdasarkan klasemen liga global yang dibentuk oleh Economist Intelligence Unit of Pearson, Firlandia merupakan Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Karena di Firlandia masih menerapkan reformasi pendidikan hingga saat ini. Finlandia juga mewajibkan membaca buku setiap minggu dan menyediakan fasilitas guru pendamping kepada anak-anak yang lamban dalam berpiir atau memberikan bimbingan privat kepada mereka. Dengan demikian bahwa dengan hal yang sangat sederhana saja yaitu mewajibkan membaca buku setiap minggu juga dapat merubah pola pikir anak bangsa dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan di Negara Indonesia.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan di Finlandia sangat mendukung dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di suatu Negara. Tentunya juga di setiap Negara mempunyai sistem pendidikan yang berbeda-beda dan tidak semua mempunyai sistem pendidikan yang sama. Tidak semua Negara juga memperhatikan sektor pendidikan. Bahkan bisa juga pendidikan dijadikan sebagai bahan politik. Lalu apa kabar sistem pendidikan di Indonesia?

Sistem pendidikan di Indonesia sendiri mempunyai sistem yang sangat berbeda jauh dengan sistem di Negara-negara maju. Sedangkan sistem pendidikan di Indonesia sendiri terdapat banyak tes yang memberatkan murid atau siswanya dari ulangan harian, ulangan kenaikan kelas, ujian nasional dan lain-lain. Selain itu, proses belajar di dalam kelaspun juga jarang menggunakan sistem belajar yang menyenangkan, melainkan belajar dengan serius dan tegang. Berbeda dengan Finlandia yang membuat suasana belajar menyenangkan tetapi tetap tersampaikan dengan baik. Selain itu juga mungkin disebabkan oleh perbedaan kualitas sumber daya manusia, pemerintahan dan juga budaya di Indonesia.

Faktor lain yang disebabkan oleh anak generasi bangsa yang kurang sadar akan pentingnya nilai-nilai nasionalisme juga bisa disebabkan oleh penyalahgunaan tekhnologi informasi yang ada di era sekarang. Karena dengan tekhnologi yang ada sekarang banyak anak dibawah umur yang menyalahgunakan tekhnologi tersebut. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah atau pihak sekolahpun juga harus menghimbau kepada seluruh siswanya untuk menggunakan tekhnologi dengan baik dan saya harap pihak sekolahpun juga melakukan sosialisasi kepada siswanya bahwa kesadaran akan pentingnya niali-nilai nasionalisme sangat penting bagi generasi bangsa.

Di samping hal itu di Indonesia sendiri ada salah satu sekolah di Kota Banyuwangi, Jawa Timur telah menghapus mata pelajaran pendidikan kewaraganegaraan. Lalu jika mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di  sekolah dihapus dan dihilangkan bagaimana dengan nasib anak-anak generasi bangsa yang akan meneruskan perjuangan para pejuang dengan nilai-nilai nasionalisme? Sebab nilai-nilai nasionalisme juga sangat penting di lingkup sekolah karena dengan begitu generasi muda bisa sadar akan pentingnya menerapkan nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam sila-sila pancasila.

Saya mengharapkan bahwa pihak sekolah, pemerintah dan lingkungan masyarakat sadar akan pentingnya nilai-nilai nasionalisme bagi generasi muda di Indonesia.

Sumber: Agustin, D. S. Y. 2011. Penurunan rasa cinta budaya dan nasionalisme generasi muda akibat globalisasi. Jurnal Sosial Humaniora. 4(2):177-185

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya