Dulu setelah kepergianmu aku memantapkan hati kalu setelah itu aku akan berjalan jauh dari kenangan kita. Setelah aku sadar memilihmu sebagai kebahagiaan adalah keliru aku berjala lewati api tuk selamatkan hidupku. Kau tak perlu tau usaha apa yang ku buat untuk ciptakan bahagiaku kembali.

Aku hanya ingin menenangkan diriku sediri dari rasa yang sulit aku jelaskan namanya. Aku hanya butuh kopi, hanya butuh buku, dan aku butuh melihat senja, itu semua lebih bahagia dibandingkan duduk di samping berdua bersamamu. Aku tidak akn membiarkanmu menyakiti hatiku terus menerus. Saat ini, aku akan berjuang menjaga apa yang sudah kujadikan bahagia.

Advertisement

Setelah lama berjuang, ternyata ku lepaskan kau menuruti ingin hatimu, memberhentikan kepercayaanku bahwa semua masih kita jalani baik baik. Sulit rasanya kehilangan orang yang terpilih. Semoga apa yang telah aku buang membuat aku mendapat kebahagiaan yang selama ini kau ambil.

Tanpamu, aku bisa bebas menangis dan tak perlu berusaha membuat kamu mengerti sebabnya. Dan aku tau hatiku bisa bertaha, tapi matapisaumu mungkin terlalu tajam sampai rindu masih tumbuh dan tak tertuntaskan.

Kenyataannya, sekarang kamu sudah jadi rindu paling sesak yang harus aku lawan, biar ku tenangkan diri yang masih mengingikanmu. Berjalanlah menjauh! Nanti pun akan kulupakan kau dengan cara yang sederhana, sampai aku bisa tersenyum biasa saat kita bisa dipertemukan pada ketidaksengajaan.

Advertisement

Etah sudah jadi janji yang keberapa kali pada diriku sendiri, masih janji yag belum berubah bahwa terakhir kalinya aku menangis untuk cerita yang pernah kita punya.

Seberat, sesakit, seluka apapun itu aku akan melawan rindu yang sudah seharusnya aku lupakan dalam bentuk kenagan. Dan yang seharusnya sudah aku buang sejak kau memilih berlalu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya