Tidak ada satupun anak yang 'bodoh', ya 'bodoh' adalah diksi yang kurang pantas yang dikeluarkan para orang dewasa. Well kenapa saya bilang seperti itu? Pengalaman mengajar privat 4 tahun ketika kuliah membuat saya sedikit banyak belajar tentang karakter dan pola pikir. Semua anak kecil itu unik, bahkan anak yang paling susah diaturpun mereka mempunyai kelebihan masing-masing jadi saya jujur kurang setuju ketika ada orang dewasa yang menggunakan kata 'bodoh'.
Setiap pribadi anak-anak punya potesi sendiri, ada yang memang jago dalam segala hal maybe dia si perfect, ada juga yang jago dalam hal matematika tapi soal hafalan kurang, ada yang potensinya memang dihafalan, ada pula yang dia memang jago mengarang indah (ini dia si calon penulis), ada yang jago gambar, dan ada juga yang jago hafalin ayat-ayat Al-Qur'an padahal basicnya anaknya bandelnya minta ampun. Banyak anak-anak yang tidak bisa menuangkan idenya, karena kotak-kotak dan label yang orang dewasa bikin.
Iya label yang sudah sekian lama kita gunakan yaitu si bodoh dan si pintar dengan standar yang kita buat juga. Standart umum yang digunakan padahal potensi masing-masing anak jelas berbeda. Sedih rasanya melihat seorang anak dengan sebuah potensi tapi orang tua atau bahkan guru tidak mengenali potensinya hingga akhirnya dia menjadi insecure. Terkadang para orang tua memaksakan keinginan mereka dengan dalih untuk kebaikan si anak, tapi apakah sudah melibatkan sedikit saja porsi pendapat si anak?
Ada beberapa sebab dia tak bisa mengungkapkan:
- Terbiasa dihukum ketika melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua
- Keluarga yang kurang harmonis
- Orang tua jarang mengajak bicara
- Orang tua terlalu memaksakan keinginan
- Orang tua yang tidak bisa menerima sedikit saja pendapat anak
Sekali lagi, tidak ada anak yang 'bodoh' mereka adalah mutiara dengan keindahan dan karakter masing-masing. tentunya orang tua ingin yang terbaik untuk anak tapi jangan lupa tanyakan apa keinginan mereka. Anak-anak adalah mutiara yang sangat berharga, jangan sampai karena ego orang tua, potensi yang mereka miliki terpangkas habis mengering dan akhirnya menjadi pribadi insecure ketika beranjak dewasa.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”