Aku cukup teringat dengan semua janji-janji manismu, Kau memang berhasil! Berhasil untuk merobohkan semangat juangku. Aku cuma dapat tersenyum dengan kepiluan dan secara perlahan-lahan mengangkat kaki meninggalkan kota yang indah itu.

Cukup teringat dengan kenangan manis itu, Kau orang yang selalu Aku banggakan di depan teman-temanku, Kau yang selalu mengisi kekosongan hati ini, dan Kau yang akan aku jawab, jika kelak anak-anakku bertanya, cinta itu seperti apa? Tapi, itu semua hanya masa lalu.

Advertisement

Aku cuma tak pernah terpikir, jika demi harta Kau berjalan keluar dari kisah ini, Kau tinggalkanku demi uang, uang dan uang. Memang Kau hancurkan semuanya, tapi seiring berjalan waktu, hati ini sudah terlalu fokus untuk kehidupan baru, dan melangkah lebih jauh untuk melupakanmu.

Dan akhirnya Aku menemukan jawaban dari cerita itu setelah sekian lama Aku berjalan dengan kesendirian. Memang Kau yang terbaik untuk menghancurkan, melukai ataupun menghentikan kasih ini padamu, tapi Aku cuma ingin Kau sadar, yang terbaik untuk semuanya adalah waktu. Karena apa? Karena waktu hadir kapan saja untuk menghentikan.

Tapi sudahlah, Aku sudah belajar untuk melupakan dalil-dalil yang pernah ternukil, sudah cukup merelakan semuanya, dan terima kasih untukmu yang pernah menggoreskan tinta yang kaya akan warna-warni pada hari-hariku yang tak terlalu indah ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya