Sering Dikira Untuk Kebaikan Sang Anak, Membanding-bandingkan Ternyata Punya Dampak Buruk. Bisa Sampai Merenggangkan Hubungan Dengan Orangtua!

dampak buruk membanding-bandingkan anak

Mendidik anak adalah kewajiban utama orangtua yang akan mempengaruhi kepribadian anak saat ia beranjak dewasa. Mungkin bagi para oran tua merupakan hal yang sepele membanding-bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain atau dengan keluarganya sendiri. Tetapi bagi anak akan merasa emosi dan sangat terpuruk bila orangtuanya terus-menerus membandingkannya. Para orangtua mungkin bermaksud baik membandingkan anak, agar anak tersebut dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, hal ini sangatlah salah, alih-alih berdampak positif tapi malah berdampak buruk bagi kesehatan mental anak bila dilakukan secara terus menerus.

Advertisement

Membandingkan anak mungkin dapat berdampak positif bila hal tersebut dilalukan untuk mengevaluasi kemajuan anak. Tetapi akan sangat berbahaya bila dilakukan secara menerus dan mulai mengarah ke penilaian yang membuat anak menjadi sombong atau bahkan malu. Hal tersebut dapat menimbulkan pertengkaran antaranak karena di adu domba satu sama lain.

Memang sebagai orangtua perlu memberitahukan kepada anak-anaknya sikap dan sifat yang benar dan kesalahannya. Tetapi tidak dengan cara membandingkan anaknya hal itu sangatlah tidak baik, bukanya semakin memotivasi anak untuk berubah tapi malah menyakiti hati anak.

Mengutip dari Tirto.id "When Parents Compare Siblings, the Results Can Show On Report Cards" yang tayang di The New York Times, dimuat sebuah penelitian yang dilakukan oleh Alexander C. Jensen dan Susan M. McHale. Jensen, dosen di jurusan Human Development Universitas Brigham Young, dan McHale, profesor Human Development di Universitas Negeri Pennsylvania, mengambil sampel dari 388 keluarga, kebanyakan dari Eropa dan Amerika. Dua peneliti ini punya pertanyaan:

Advertisement


Seperti apa perbedaan nilai akademis antara adik dan kakak di keluarga anda? Penilaian orangtua ini bisa punya dampak.


Dua peneliti ini menemukan hasil bahwa,


"kepercayaan orang tua pada anak-anaknya punya peran dalam performa akademik." "Anak yang dianggap lebih pintar secara akademis akan relatif lebih kompeten dan mengungguli saudaranya. Sebaliknya, anak yang yang dianggap kurang bagus nilai akademisnya, akan disalip oleh saudaranya," tulis peneliti ini.


Efek yang terjadi bila membanding-bandingkan anak :

1. Anak menjadi tidak percaya diri, Ketika anak di banding-bandingkan, anak tersebut merasa tak berharga sehingga membuat anak hilangnya rasa percaya diri dalam hidupnya

2. Menjadi kompetisi bagi anak dengan menjatuhkan dan merendahkan satu sama lain. Apapun hal yang menjadi kompetisi di pikiran anak akan melakukan hal apapun mau positif atau negatif, anak akan tetap melakukan hal yang dia inginkan

3. Anak menjadi cemburu. jika hal ini dibiarkan dari kecil dapat menimbulkan kebencian bahkan permusuhan antaranak

4. Merenggangnya hubungan anak dan orangtua. Anak menjadi tertutup tidak mau berbicara kepada orangtua sehingga anak apapun hal yang dilakukannya nanti dia memilih untuk berdiam diri

5. Pikiran anak menjadi negatif. Anak akan merasa tidak dapat menerima tantangan atau hal yang baru dengan positif, karena di dalam pikirannya akan memikirkan kegagalan dan ketakutan

6. Menjadi pembangkang dan stress. Anak menjadi keras kepala dan melawan, ketika dia terus menerus merasa tersakiti.

Dampak buruk lainnya anak akan sulit bersosialisasi dan akan sulit mengambil keputusan dalam bidang keberhasilan yang mereka inginkan, karena dilumuri rasa ragu, bahkan apabila anak sebelum mencoba sesuatu, anak ini akan memilih untuk mundur karena takut akan kegagalan.

Penting untuk mendidik anak yang memiliki karakter ataupun sikap positif terhadap kehidupan dan bukan orang takut untuk melakukan hal hal baru, hanya karena takut gagal kemudian membandingkan dengan teman, sanak sodara dan lainnya.

Jadi coba dipikirkan lagi bagi para orangtua yang sering membanding-bandingkan anaknya, jika kalian ingin anak kalian berhasil menjalani kehidupan dengan baik dan benar, maka ubah pola membanding-bandingkan anak menjadi, berdiskusi dengan anak dengan cara tidak membandingkan, dengarkan keinginan anak, orang tua harus sadar bahwa pada dasarnya tidak ada orang yang suka dibanding-bandingkan.

Kita tahu tidak ada orangtua yang dengan sengaja membuat anaknya menjadi buruk dengan membanding-bandingkan. Perbandingan tidak pernah baik, bahkan untuk orang dewasa. Jadi buat para orangtua berusahalah bersikap adil terhadap anak kalian dan berbicaralah dengan lemah lembut, karena buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Ibaratkan sebuah kepala keluarga jika kepala keluarganya mendidik anaknya dengan baik dan benar, maka anak tersebut akan menjadi anak yang baik dan benar juga. Dan jangan pernah lupa memberi tahu kepada sang anak, betapa penting dan istimewanya mereka bagi kehidupan orangtuanya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE