Setiap Orang Itu Unik! Termasuk Kamu, Karena Kamu Memiliki Peran yang Tak Tergantikan

Saat melihat sebuah pertunjukan tentu tak lepas dari istilah tokoh dan peranannya masing-masing. Sama seperti dalam kartun Sing 2 yang bercerita tentang masing-masing tokoh yang memiliki peran unik dengan mimpi besar mereka. Berawal dari Moon—koala yang berperan sebagai sutradara yang mengelola teater kecilnya. Moon pernah dianggap tidak cukup layak oleh Suki—si pencari bakat untuk tampil di sebuah teater besar. Moon putus asa dan merasa benar-benar tidak pantas memiliki mimpi besar itu. Namun kalau hanya karena satu kali sindiran dari Suki, lalu Moon patah semangat berlarut-larut bukan tidak mungkin impiannya itu akan hancur.

Advertisement

Suatu ketika, salah seorang teman Moon bernama Nana memberi sentilan untuk Moon, sehingga Moon bangkit dan memiliki tekad kuat. Akhirnya Moon yakin dengan anggota timnya yang hebat dan memiliki peran-peran tak tergantikan.

Ada Gunter yang cenderung berbicara spontan alias ceplas-ceplos. Biasanya orang yang bicara ceplas-ceplos sering dianggap negatif, mulai dari asal berbicara atau nggak terlalu cerdas karena mengeluarkan semua isi pikirannya begitu saja. Tapi Gunter justru penyelamat dari grup teaternya yang hampir saja diusir oleh Crystal- pemilik Crystal Entertainment terkenal di kota besar. Berkat ide kreatif Gunter yang spontan dengan menyebutkan akan membuat pertunjukan berkonsep di luar angkasa dan menyebut nama Clay Calloway justru berhasil menyulap Crystal terkesima pada tim teater Moon.

Kerennya lagi, pada saat Gunter bicara, Moon tidak menyuruh Gunter untuk diam. Moon malah bertanya kepada Gunter tentang nama yang cocok untuk pertunjukan mereka nanti. Nggak semua pemimpin atau sutradara itu mau seperti Moon yang memberikan kebebasan dan kesempatan kepada anggota timnya untuk tampil. Sikapnya Moon patut diacungkan jempol, nih!

Advertisement

Selain Gunter yang apa adanya, ternyata ada juga Johnny. Ia bisa bermain musik dan harus menari saat pertunjukan berlangsung. Sayangnya ia mendapatkan pelatih yang super galak dan membuat setiap gerakannya menjadi kaku dan sulit untuk diikuti. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Nooshy—seekor kucing penari yang biasanya menari di jalan raya.

Hebatnya, Nooshy meski nggak punya gelar sebagai guru tari atau sertifikat lainnya ia hanya menyuruh Johny menari mengikuti ritme musik dan santai saja, menikmati setiap pergerakan. Terkadang kita juga terlalu kaku saat belajar hal baru, sehingga ujung-ujungnya kita jadi nggak bisa karena baru salah sedikit, sudah membuat kita merasa gagal sampai akhir. Padahal nikmati saja ritmenya.

Advertisement

Tak hanya itu, masih ada Meena. Ia diceritakan sebagai seekor gajah yang belum pernah merasakan jatuh cinta. Hal ini membuatnya khawatir dan takut tak dapat memerankan perempuan yang tengah jatuh cinta. Sampai suatu kali ia bertemu seorang gajah jantan penjual es krim dan itu membuat pipi Meena merah merona. Saat itu pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta. Meena cerdas, ia memanfaatkan momen itu untuk menjiwai perannya sebagai seorang putri yang harus berdansa bersama dengan pangeran. Kita pun juga harus demikian, belajar dari situasi di sekitar kita dan peka dengan apa yang ada di sekeliling kita.

Selain beberapa tokoh tadi, masih ada Porsha. Dia adalah serigala cantik anak dari Crystal yang mendambakan kebebasan. Porsha remaja yang pemberani dan senang mencoba hal baru. Tapi sayangnya, Crystal selalu mengaturnya. Beruntung saja Porsha berani mengambil kesempatan untuk bergabung dengan pertunjukannya Moon, meski ia sempat marah karena Moon ingin mengganti perannya ke perananan yang lebih cocok.

Porsha sempat salah paham dan menilai kalau ia dipecat. Padahal, Moon hanya memberikan peran yang lebih Porsha banget. Kadang kita suka gitu kan? Belum tahu alasannya dengan jelas, tapi udah sedih atau baper duluan. Baper boleh sih, tapi harus beralasan. Jangan langsung main menyimpulkan. Tapi kerennya Porsha ini, ia akhirnya mengaku berlebihan dan meminta maaf, lalu kembali lagi untuk bermain teater di pertunjukan megah bersama Moon dan teman-temannya.

Di teater Moon ini, ternyata kedatangan pendatang baru yang tak terduga yaitu Clay Calloway—seorang penyanyi legendaris. Ya! Ini bisa dibilang semacam ketidaksengajaan saat Gunter nyeplos bilang kalau pertunjukannya akan menarik saat ada Clay Calloway. Hal ini menjadi daya pikat bagi Crystal dan Moon terpaksa mengaku bahwa ia mengenal Clay padahal nggak sih sebenarnya. Tapi akhirnya Clay yang memiliki masa lalu kelam dan bersembunyi dari dunia setelah belasan tahun, membuka diri dengan interaksi bersama orang luar. Itu tentu nggak mudah.

Clay sangat hancur berkeping-keping saat istrinya meninggal. Seluruh karya musik yang dibuat oleh Clay berisi peran serta dari istrinya dan tentu nggak mudah bagi Clay untuk kembali menyanyi. Namun semangat dari Ash—si landak yaitu seorang musisi dan penyanyi, berusaha untuk mendampingi Clay dan menyemangatinya hingga akhirnya Clay sadar bahwa bersembunyi bukanlah jawaban. Lari dari masalah bukan jawaban untuk mengatasi rasa kehilangannya. Jawabannya adalah ia harus kembali berkarya, terlebih begitu banyak audiens yang ikut menyanyikan lagunya saat mengetahui si legendaris kembali lagi di panggung yang megah.

Ada juga tokoh yang nggak kalah keren, yaitu Rosita. Ia diceritakan sebagai seorang yang takut akan ketinggian. Ia tak berani untuk terbang menggunakan pengaman dan selalu ketakutan. Namun di hadapan anggota timnya ia selalu bilang bahwa ia baik-baik saja. Sampai akhirnya, Rosita berhasil mengalahkan rasa takutnya ketika pertunjukan itu sendiri dimulai. Saat itu Moon nyaris saja jatuh dari atas lokasi pementasan akibat ulah dari Crystal.

Rosita yang semula ketakutan untuk melompat akhirnya memberanikan diri demi menyelamatkan Moon. Siapa pun pasti punya motivasi. Motivasi kenapa harus berhasil menyelesaikan sesuatu, motivasi untuk terus maju meski sudah diremehkan untuk yang ke sekian kalinya, motivasi untuk tetap berkarya meski mimpinya pernah dihancurkan.

Sama dengan cerita dari Sing 2 juga bahwa setiap orang itu unik dan punya peran masing-masing yang tergantikan. Kalau seseorang memerankan peran tertentu tapi tidak mampu menjiwainya dengan baik, maka pertunjukannya akan terasa biasa saja. Kita perlu sangat mengenali peran kita dan memainkannya dengan baik.

Di dalam kehidupan sehari-hari juga demikian, kita yang tahu tentang kualitas diri kita sendiri, kelebihan dan kekurangannya. Jadi apalagi yang perlu ditakutkan dalam keseharian hidup ini? Apa pun kata orang lain, yang paling mengenal peranan terbaik untuk dirimu dan apa yang harus kamu lakukan selanjutnya, ke mana kamu harus melangkah dan melaju, ya diri kamu sendiri! Selamat menikmati peran terbaik dalam hidupmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE