Perihal kata yang masih membungkam dari lisan yang belum kamu ucapkan. Mengapa kamu abaikan?

Mengapa kamu berlari dan menghilang?  Kemana kamu membawa pergi sekeping hati?

Advertisement

Aku rasa semua orang memiliki hati. Dan kamu?

Apa yang terukir dan tercipta tidak sepatutnya dibiarkan tak berarah. Apa yang telah terukir tidak dengan mudahnya terhapus seperti membalikkan telapak tangan. Kenangan yang terlanjur dan pernah ada kamu biarkan meredup tanpa penyelesaian. Biarlah kenangan indah itu akan tetap abadi didalam hati. Dan kamu berdamping bersamanya. Sekuat itu juga hati ini melepas. Meskipun sesekali tertumpah segala rasa kepada Ilahi Yang Maha Mengetahui Segala-Nya. Menumpahkan setiap sendunya bersama Sang Maha Pemilik Takdir Kehidupan. Dan kamu di sana, doa dalam diam ini selalu bersamamu.

Peleraian dari setiap persoalan yang merumitkan sepenggal kisah yang tak bertuan. Belum tertuntaskan. Belum sudah kering air mata yang membasahi kelopak mata, sudah kamu palingkan waktu seolah semua hanya ilusi yang membiaskan seluruh angan dalam kenangan yang pernah ada.

Advertisement

Dirimu yang berlari memalingkan, meredupkan setiap berkas cahaya yang dirimu nyalakan. Perihal rasa yang menggantung harap kepada semesta. Perihal angan yang berpasrah kepada takdir Sang Maha Pemberi Keajaiban. Segala daya yang diupayakan meluluh dalam kepasrahan. Setegar itu juga hati yang harus melepasmu.

Dua insan raga yang terpisah. Antara bentangan hari, diantara jarak dan waktu. Tidak sedetikpun degup ini ingin memalingkan rupamu. Biarlah semua mengalir dengan apa adanya. Memandangmu dari kejauhan diriku. Memandangmu dan meredam semua yang dirasa hanya didasar dalamnya hati yang berkata penuh lirih suara ku didalam sendu mengingatnya. Mungkinkah takdir yang berkata akan mampu merubah segalanya ?

Keajaiban yang akhirnya berbicara. Dunia tempat berpijak meniti hari demi hari menyimpan kisah terpendam. Semua berjalan sesuai skenario Ilahi Rabbi. Dunia adalah proses. Perjalanan menuju bagian akhir dari klimaks perjalanan menuju keridhaan-Nya. Babak dari setiap perjalanan adalah misteri Ilahi. Semua yang kuresapi didalam nalar, didalam intuisi hati dan logika yang selalu menunjukkannya kepada waktu.

Simphoni-simphoni yang saat ini menghilang bersama jejak waktu. Kamu bersamanya..

Kamu seperti bintang, yang hanya mampu kupandang dari kejauhan langit yang terbentang diketinggian. Kamu yang tak mampu kugapai, mungkin kamu adalah mimpi bagiku. Kita yang saat ini terpisah diantara jarak dan waktu. Namun kamu, selalu abadi. Meskipun kamu, hanya tertinggal dan tersimpan dalam dilubuk ruang hati.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya