Bagaimana cara mengatasi parasut yang tidak berfungsi?

Basketball, futsal, badminton, dan berenang merupakan beberapa dari olahraga umum yang biasa kita temui di kehidupan sehari-hari. Lalu, bagaimana dengan olahraga ekstrem seperti terjun bebas, atau yang biasa dikenal dengan skydiving? Jika dilihat, skydiving mungkin hanya sekedar melompat keluar dari pesawat, jatuh, mengeluarkan parasut, dan mendarat dengan selamat.

Sesungguhnya? Tidak. Ada banyak hal dari skydiving yang perlu kita, sebagai pemula, ketahui sebelum mencobanya. Mulai dari cara terjun yang benar, hingga cara mengatasi masalah yang bisa saja terjadi, seperi parasut yang gagal, yang mana sedikit banyak mengandung ilmu fisika.

Advertisement

Melompat dari ketinggian kurang lebih 12.000 kaki sangatlah berbeda dengan melompat dari ketinggian 12 kaki. Ketika melompat dari ketinggian 12 kaki, tidak banyak yang bisa dilakukan selain jatuh mengikuti gravitasi. Namun, ketika melompat dari ketinggian beribu kaki itu, kalian dapat melakukan gerakan atau posisi-posisi seperti duduk, tracking, jungkir balik, melayang dengan kepala di bawah, dan membuat formasi dengan skydivers lainnya.

Seperti yang telah umum diketahui, suatu benda akan bertambah percepatannya seiring benda tersebut jatuh tertarik ke arah bumi oleh gravitasi. Sama halnya dengan skydiving, gravitasi menarik skydivers mengarah ke bumi. Seiring jatuhnya skydivers, terdapat molekul-molekul udara yang menuju ke arah yang berlawanan. Walaupun molekul-molekul tersebut sangat kecil, sesungguhnya setiap molekul udara tersebut menghasilkan gaya.

Gaya yang dihasilkan dari satu molekul memang tidak akan terasa secara signifikan. Namun, mengingat banyaknya molekul udara yang bergerak menuju langit, akan ada gaya besar yang dihasilkan. Gaya ini disebut dengan drag, atau gaya hambat, yang bergerak berlawanan dengan gaya dari skydivers.

Advertisement

Sebelum skydivers meninggalkan pesawat, belum terdapat banyak drag yang ada melawan gravitasi, sehingga skydivers akan melaju dengan cepat menuju bumi. Dalam tahap ini, mereka ada dalam posisi yang tidak beraturan, seperti jungkir balik atau lainnya, karena mereka masih belum mempunyai kendali.

Seiring percepatan skydivers bertambah, mereka akan merasakan ada drag baru yang terdiri dari molekul-molekul udara itu bertambah. Dengan adanya drag baru, skydivers dapat mengambil alih kendali dengan memposisikan tubuh mereka menghadap bumi dan mendorong tubuh mereka terhadap udara.

Drag dapat digunakan bagi skydivers untuk mempercepat atau memperlambat kecepatan. Jika skydivers memposisikan tubuh mereka dengan merentangkan tangan dan kakinya membentuk formasi huruf X, maka luas permukaan yang mereka punya lebih besar sehingga dapat menghasilkan aliran udara yang besar untuk dapat mendorong tubuh skydivers ke arah bumi.

Hal ini disebut tracking. Untuk dapat melakukan tracking, udara yang ada di sekeliling kita harus dapat mendorong skydivers dengan cukup kencang, yang mana hanya akan bisa terjadi jika kita jatuh cukup cepat.

Luas permukaan skydivers yang dihadapkan ke arah bumi pun menjadi salah satu cara mereka melakukan gerakan-gerakan seperti jungkir balik dan lainnya. Jika dengan membentuk formasi X skydivers dapat menghasilkan drag yang lebih besar, maka sebaliknya, ketika mereka memposisikan dirinya untuk berdiri, drag yang dihasilkan akan lebih kecil.

Skydivers dapat meraih kecepatan lebih dari 200 mil per jam ketika molekul-molekul udara yang bertubrukan dengan tubuh mereka di posisi-posisi tersebut. tidaklah mungkin bagi mereka untuk mendarat dengan kecepatan sebesar itu, ditambah, skydivers tidak bisa merubah gravitasi.

Oleh karena itu, diciptakanlah yang namanya parasut. Parasut berfungsi untuk menghasilkan drag lebih banyak bagi skydivers untuk memperlambat kecepatan. Parasut sendiri dapat memperlambat kecepatan skydivers dengan luas permukaannya yang lebih besar sehingga skydivers dapat mendarat dengan selamat.

Bagi kalian yang ingin mencoba skydiving untuk pertama kalinya, sudah pasti kalian akan ditemani oleh sang ahli. Namun, jika berniat untuk melakukannya sendiri di kemudian hari, kalian perlu mengetahui bagaimana caranya mengatasi segala situasi yang kemungkinan terjadi. Misalnya, bagaimana jika parasut kalian tidak berfungsi?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah untuk tidak panik, karena kalian hanya mempunyai peluang 0.01% untuk bertahan hidup. Fokus adalah pilihan yang tepat karena kalian baru saja melompat dari pesawat dengan ketinggian dua belas ribu kaki, dan hanya mempunyai sekitar 74.25 detik untuk berpikir bagaimana cara memperluas kesempatan kalian untuk selamat.

Rentangkanlah tubuh untuk memperlambat kecepatan jatuh kalian, pastikan posisi tubuh menghadap ke bawah dan ini akan membantu kalian untuk meraih drag yang lebih baik. ‘Ransel’ skydiving yang dipakai sesungguhnya terdiri dari tidak hanya satu, tapi dua parasut. Parasut pertama menjadi yang ‘utama’ dan yang satu lagi menjadi ‘cadangan’. Ketika kalian tidak bisa membuka parasut utama, maka cobalah parasut cadangan kalian.

Parasut utama dihubungkan menggunakan 'sistem pelepasan tiga cincin'; sistem tiga cincin logam ini menggunakan prinsip fisika dasar untuk menyebarkan beban berat orang di parasut sedemikian rupa sehingga menarik satu pegangan dengan cepat dan efisien memutus hubungan dan memungkinkan skydivers untuk 'memotong' kerusakan parasut.

Jadi, ketika seorang skydivers menemukan diri mereka dalam posisi di mana parasut utama mereka tidak dapat dibuka atau dibuka dengan kesalahan, mereka hanya membuang parasut itu dan memasang parasut cadangan mereka.

Jikalau memang kedua parasut yang ada tidak bisa terbuka, tegakkan kepala kalian dan mulailah memindai lingkungan sekitarmu. Carilah satu di antara 3 landasan yang tepat, yaitu antara rawa-rawa, salju, ataupun pohon. Kesempatan terbaik kalian untuk bertahan hidup adalah dengan mendarat di atas salah satu dari ketiga pilihan tersebut.

Apapun yang kalian pikirkan, jangan pernah terlintas untuk mendarat di air. Ketika mendekati landasan, miringkan tubuh kalian menuju ke arah yang diinginkan. Tarik diri kalian hingga berdiri, dan jinjitkan jari-jari kaki ke bawah sehingga kalian akan mendarat dengan kaki kalian.

Mendarat dengan cara seperti ini mempunyai potensi untuk mematahkan kaki kalian. Untuk mengurangi dampak yang lebih buruk, tutuplah kepalamu dengan kedua tanagn seperti melakukan sit-up, karena kalian perlu melindungi bagian tubuh yang paling rawan patah, yaiu tengkorak dan leher kalian. Ketika telah mendarat, gulingkanlah tubuh kalian kedepan.

Efek sampinya, kalian akan mengalami shock. Dengan itu, detak jantung kalian akan melemah, hal ini akan mengakibatkan penurunkan secara drastis akan tekanan darah kalian. Kalian akan merasakan kantuk yang besar, tapi jangan tidur. tetaplah bangun bagaimanapun keadaannya. Kalian harus tetap bangun ketika pertolongan datang.

Di luar kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, janganlah berkecil hati untuk mencoba skydiving. Dengan trainer yang professional, kalian dapat mencegah hal-hal tersebut untuk terjadi. Tidak ada salahnya untuk mencoba, toh gak bikin dosa, kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya