Saya Raisa Imtiyaz, biasa dipanggil dengan Raisa. Saat ini saya duduk di bangku perkuliahan. Saya kuliah di Universitas Sebelas Maret sebagai mahasiswa kedokteran semester 2. Sejauh ini saya cukup nyaman berada di dunia perkuliahan ini. Akan tetapi, bagi saya dunia perkuliahan tidak bisa menandingi serunya masa-masa sekolah, khususnya saat SMA. Bagi saya, masa SMA adalah masa yang begitu indah dan seru.
Semua ini berawal saat kelas 10, saat pertama kali masuk SMA. Di kelas ini, saya bertemu dengan teman-teman yang begitu baik, seru, dan juga menyenangkan. Merekalah yang membuat masa-masa SMA saya menjadi masa yang terbaik. Kelas 10 semester terasa berlalu begitu cepat. Saya sangat menikmati tiap harinya dengan canda tawa dengan teman-teman saya. Ketika masuk semester 2, tidak lama, sekolah dikabarkan libur dua minggu akibat pandemi yang terjadi. Awalnya saya merasa sangat senang mendengar hal itu.
Begitu juga dengan teman-teman saya dan yang lainnya. Saya tidak perlu lagi bangun sangat pagi untuk berangkat sekolah demi menghindari macetnya Jakarta. Mengingat jarak rumah saya dan sekolah yang lumayan jauh. Namun setelah dua minggu lamanya, tetap tidak ada pemberitahuan dari pihak sekolah untuk masuk sekolah. Pembelajaran di sekolah dilanjutkan secara daring. Saya sudah merasa bosan dan kesal karena hanya di rumah saja. Tidak bisa kemana-mana. Rasanya saya ingin bisa segera bertemu dengan teman-teman saya.
Ketika kelas 11, daftar kelas diacak. Hal itu membuat kami menjadi tidak satu kelas lagi. Saya merasa sedih. Pembelajaran daring membuat saya menjadi kurang kenal dan dekat dengan teman-teman kelas 11 saya. Namun saya bersyukur, saya masih dekat dengan teman-teman di kelas 10 saya. Malah kami menjadi semakin dekat dan akrab. Di tahun ini, hari-hari terasa sama. Semua karena pembelajaran daring.
Masuk ke kelas 12, semua masih sama seperti sebelumnya. Pembelajaran masih dilakukan secara daring. Bahkan ujian praktikum juga dilakukan secara daring. Namun, di kelas 12 semester 2 mulai ada perubahan. Pembelajaran mulai dilakukan secara luring. Tidak setiap hari dan tidak semua mata pelajaran. Tapi hal ini cukup membuat saya senang dan bersemangat. Saya bisa bertemu kembali dengan teman-teman saya. Masa SMA diakhiri prom night yang dihadiri oleh seluruh siswa angkatan saya. Malam ini menjadi malam yang begitu berkesan bagi saya. Begitu juga dengan teman-teman saya.
Di akhir masa kelas 12, saya merasa bahwa saya melakukan penyesalan yang tidak saya lakukan ketika saya SMA. Saya merasa bahwa saya tidak menggunakan waktu tiga tahun saya di SMA ini dengan sebaik-baiknya. Saya merasa bahwa saya kurang berorganisasi. Saya melihat teman-teman saya sangat aktif berorganisasi saat SMA. Ada yang menjadi pengurus OSIS, MPK, atau ketua ekstrakulikuler. Bahkan salah satu teman saya ada yang menjadi anggota organisasi di luar sekolah. Bukan karena saya tidak tertarik. Dulu, saya merasa takut untuk mencoba semua hal itu. Rasa takut itu lama-lama berubah menjadi rasa malas. Dan kini, rasa malas itu berubah menjadi rasa penyesalan. Di akhir kelas 12, saya ingin mengubah rasa penyesalan saya. Saya daftar menjadi panitia buku tahunan dan juga panitia prom night.
Saya tidak mau mengulangi kesalahan dan penyesalan saya di masa kuliah ini. Saya bertekad untuk aktif berorganisasi serta memanfaatkan waktu kuliah sebaik mungkin untuk pengembangan diri saya. Di semester pertama, ada pengenalan organisasi dan UKM yang ada di FK UNS. Sejak saat itu, saya tertarik untuk masuk CIMSA. CIMSA sendiri merupakan singkatan dari Center for Indonesian Medical Students’ Activities. CIMSA menjadi wadah bagi para mahasiswa kedokteran di Indonesia untuk dapat berkontribusi langsung dan memberi dampak untuk dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Saya mengikuti seluruh rangkaian penerimaan member CIMSA. Mulai dari magang, wawancara, serta pelantikan. Pelantikan dilakukan di tawangmangu. Sangat seru, kami bisa menjadi lebih dekat dengan member CIMSA yang lain. Di CIMSA, saya menjadi member SCORA. SCORA sendiri merupakan bidang yang terdapat di CIMSA yang memfokuskan pada kesehatan reproduksi dan seksual termasuk HIV/AIDS. Di SCORA, saya pernah berkunjung ke Rumah Lentera ketika peringatan World’s AIDS Day. Hal itu sangat memberi pelajaran bagi saya.
Tidak hanya CIMSA, HMPD juga menjadi organisasi yang saya minati sejak pengenalan organisasi dan UKM. Sama seperti sebelumnya, saya mengikuti magang, wawancara, dan juga tahapan lainnya. Di HMPD saya menjadi staff bidang PSDM. Di PSDM, saya benar-benar seperti bertemu keluarga baru. Kami begitu dekat. Sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari PSDM.Â
Sejauh ini, saya merasa senang karena bisa aktif di organisasi-organisasi tersebut. Saya tidak lagi takut untuk mencoba hal baru. Saat ini, saya tidak lagi merasa menyesal karena saat SMA tidak begitu aktif di organisasi. Saya melihat sisi baiknya. Saya bisa lebih bisa menikmati masa SMA saya. Dan saya juga bisa lebih fokus belajar. Saya berharap semoga di masa kuliah ini saya bisa aktif mengembangkan diri dan juga seluruh potensi saya. Tidak lupa untuk tetap memaksimalkan nilai akademik.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”