Ya, sore ini jingga direbut kabut putih yang sengaja datang entah dari mana. Sebenarnya aku sangat bahagia hari ini karena sedang libur dari aktivitas yang kujalani sepanjang hari bahkan sampai larut malam, hingga badanku yang kurus ini harus berendam dengan lelah yang seakan-akan terasa sangat mencekam.


Satu hal yang membuatku tetap kuat dan bersemangat dalam misi hidup ini, yaitu tentang sebuah mimpi yang saat ini ingin sekali kujadikan kenyataan, setidaknya sebagai hadiah untuk sebuah usaha melupakanmu, kamu yang dulu ku agendakan menjadi masa depanku.


Advertisement

Tapi, itu dulu sebelum badai asmara datang tiba-tiba menenggelamkan perahu kita yang waktu itu sedang berlabuh di muara cinta. Perahu cinta yang kurancang untuk mengaruingi samudra hidup ini bersamamu. Namun waktu memang sedikit kejam waktu itu, hingga nestapa kepergianmu tak mampu kuredam dan kau yang dari awal seperti bintang terang dikala malam menjelma menjadi awan hitam yang mengiring hujan dan banjir bandang kemudian menenggelamkan semua impianku.

Akhirnya kita kembali pada awal semula, dari sangat dekat bagai kulit ari, kini kembali sangat jauh seperti bumi dan matahari. Bahkan kita seperti tak saling kenal satu sama lain, bahkan disaat waktu sesekali bercanda dengan cara mengiringmu untuk bisa berpapasan denganku di jalan, kita malah tak saling ingin bertatapan.


Dan dari sinar matamu aku bahkan menangkap sinyal kebencinya. Ya, dugaanku kau sangat benci karena pernah takluk oleh cintaku. Meski akhirnya kau sadar bahwa aku hanyalah pelarianmu dari sesuatu yang sangat kamu inginkan namun kau tak dibutuhkan olehnya.


Advertisement

Aku tak ingin lagi mengulang kesalahan yang berlalu biarlah pergi dan yang akan datang akan kusiasati agar kepergian seseorang yang kusayang tak lagi menyakiti. Hingga hari ini setelah dua tahun kepergianmu dari cintaku, aku sedikit lebih mengerti arti sebuah kepergian dan kehilangan.


Sesungguhnya kita tak pernah kehilangan, karena kita tak berhak memiliki, sebab kita hanya punya hak pinjam dan disaat Tuhan mengambil semua itu, kita hanya bisa ikhlas dan mengembalikannya lagi pada-Nya.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya