Setiap Orang Punya Masalahnya Sendiri. Stop Bandingkan Masalahmu dan Masalah Orang Lain

stop bandingkan masalah

Ketika sedang dalam keadaan penat, stres, banyak pikiran, ataupun keadaan yang lainnya, beberapa orang memiliki keinginan untuk meluapkan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Banyak media ataupun tempat yang bisa dijadikan sebagai pelampiasan perasaan tersebut. Bisa dibilang bahwa melampiaskannya dengan cara bercerita kepada orang lain merupakan salah satu cara yang dipilih oleh sebagian orang. Kamu dapat bercerita secara langsung ataupun melalui chattingan tanpa perlu memikirkan jarak antara kalian dengan orang yang kalian jadikan sebagai tempat berkeluh kesah. Dengan bercerita kepada orang lain, kamu bisa meluapkan perasaanmu dengan kata-kata yang dikeluarkan secara langsung.

Advertisement

Ketika bercerita kepada orang lain, tentu kita mengharapkan seorang pendengar yang baik. Namun, apa jadinya ketika kita bercerita tiba-tiba ia menyeletuk dengan kalimat “Lo masih mending, lah gue…” atau “Masalah lo belom ada apa-apanya dibanding masalah gue kemarin” dan berbagai macam kalimat bersifat membandingkan yang lain? Tentu hal tersebut bukan sesuatu yang kita harapkan sebagai orang yang bercerita mengenai masalah hidup. Di saat kita tengah bercerita mengenai masalah kita, tetapi tiba-tiba orang yang sudah kita percayakan sebagai tempat bercerita malah menyeletuk dengan kalimat “Lo masih mending, lah gue…”, hilang sudah suasana hati untuk bercerita.

Seakan masalah hidup yang kita alami dinilai tidak sebanding dengan masalah hidup yang pernah ia alami sebelumnya. Lalu kemudian dengan mudahnya ia membandingkan masalah hidup yang saat itu tengah kita ceritakan. Tidak dapat dipungkiri jika pada saat itu seketika mood untuk kembali melanjutkan percakapan langsung hilang. Bahkan bisa saja rasa percaya untuk menjadikannya tempat bercerita juga hilang.

Tentu saja hal tersebut bukan sesuatu yang pantas bagi seorang pendengar yang sudah diberikan rasa percaya oleh pembicara. Sebagai seorang pendengar, sudah semestinya kita memberikan perhatian dan dukungan kepada lawan bicara kita. Membandingkan masalah yang diceritakan oleh orang lain dengan masalah yang sebelumnya pernah kita alami bukanlah sesuatu yang pantas. Tingkat masalah yang dialami setiap individu berbeda-beda. Bagi kita masalah tersebut masih dapat kita atasi atau kita masih bisa menganggap masalah tersebut adalah hal yang kecil.

Advertisement

Namun belum tentu masalah tersebut bisa dianggap kecil oleh orang lain. Bisa saja masalah tersebut adalah sesuatu yang besar hingga menyebabkan orang lain merasa terbebani dan stres terhadap masalah seperti itu. Mendengar kalimat yang bersifat membanding-bandingkan masalah tersebut justru akan berdampak signifikan terhadap psikologis. Pembicara justru akan merasa diremehkan atas masalah yang tengah dialami. Pembicara akan merasa bahwa ia adalah orang lemah yang tidak bisa mengatasi masalah yang tengah ia hadapi.

Selain itu kalimat yang bersifat membandingkan tersebut dapat menyebabkan pembicara akan semakin mengalami peningkatan stres atau depresi yang ia alami karena respons pendengar. Bahkan bisa saja pembicara merasa bahwa ia adalah seseorang yang gagal yang tidak dapat menyelesaikan masalah hidupnya. Sebaliknya, pendengar justru akan merasa dirinya adalah superior karena sudah berhasil melewati masalah hidup yang ia anggap lebih berat dari pembicara.

Advertisement

Sebagai pendengar yang sudah diberi rasa percaya oleh seseorang, sudah sewajarnya kita memberi perhatian kepadanya. Mendengar secara bijak dan tidak membandingkan masalahnya dengan masalah orang lain adalah tindakan awal yang bisa kita lakukan. Dapat memosisikan diri kepada pembicara merupakan salah satu cara agar kita dapat lebih memahami masalahnya. Memberi masukan ataupun saran yang bersifat membangun akan memberikan gambaran pemecahan masalah kepada pembicara untuk mengadapi masalahnya. Tidak menyalahkan pembicara atas masalah yang ia alami akan membuatnya menghargai dirinya sendiri dan ia  tidak semakin terbebani atas masalah yang saat ini ia hadapi.

Pendengar yang baik tidak boleh menganggap sepele masalah yang tengah dihadapi sesorang. Memberikan pengertian dan mendengarkan dengan bijak akan memberikan dampak positif kepada pembicara. Selain itu, pembicara akan merasa lega karena telah berhasil menyampaikan keluh kesahnya kepada orang yang tepat dan rela melungkan waktunya untuk mendengarkan dirinya. Yuk, jadilah pendengar yang baik bagi orang-orang terdekat kita agar mereka tidak harus memendam masalah yang tengah mereka alami!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE