Stop Bullying! Mari Bersama-sama Berdoa untuk Audrey

Semoga kejadian ini jangan sampai terulang lagi. #JusticeforAudrey

Baru-baru ini tagar #JusticeForAudrey menjadi trending topic di social media. Siswa SMP berinisial AU ini menjadi korban pengeroyokan 12 siswa SMA. Penganiayaan ini berawal dari masalah asmara dan celoteh di Facebook. 

Beginilah kronologi kejadiannya berdasarkan fakta yang telah saya telusuri. 

Advertisement

Awal mulai pengeroyokan secara brutal yang dilakukan oleh 12 siswa SMA ini, dimulai dari penjemputan di rumah korban dengan beralasan ada yang mau dibicarakan. Dengan alasan yang dikemukakan oleh siswa SMA itu, tidak membuat curiga dan akhirnya korban bersedia ikut dan di bawa ke Jalan Sulawesi. Pada saat penjemputan, korban tidak menyadari bahwa dirinya akan dianiaya. Sebab dia dijemput dengan alasan mau mengobrol. Sesampainya di Jalan Sulawesi, korban diinterogasi dan dianiaya oleh pelaku utama 3 orang dan rekannya yang berjumlah 9 orang itu ikut membantu menganiaya si korban. Korban dianiaya di dua lokasi yaitu, di Jalan Sulawesi, dan di Taman Akcaya.

Sebenarnya di sini, korban tidak ada masalah dengan si pelaku. Karena sebenarnya target pelaku ialah kakak sepupu korban. Kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini. Rencana penganiayaan ini dimulai karena pelaku kesal dengan sepupu korban yang saling berkomentar di media sosial. 

Saat ini, korban berinisal AU(14) sedang mengalami perawatan intensif di sebuah rumah sakit swasta di Kota Pontianak. Dia mengalami trauma, baik secara fisik maupun psikologis. 

Advertisement

Semoga kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Terlebih lagi yang paling miris, pelakunya semua adalah perempuan. Apakah pantas perempuan bersikap seperti itu kepada sesamanya? Kalau menurut saya, itu perlakuan yang tidak pantas. Karena seharusnya perempuan itu saling menjaga, bukan justru malah merusak citranya sebagai perempuan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Julita Widya Sari Manurung atau biasa disapa Julita lahir di Medan, 12 Juli 1998. Aktif menulis sejak tahun 2017 dan sudah berhasil menerbitkan buku.

CLOSE