Surat Cinta dariku, untuk Kamu Calon Imam yang Berhasil Meluluhkan Hatiku

Surat cinta untuk calon imam

Selamat pagi, suami masa depanku~

Aku tahu, surat ini akan sampai padamu saat gelap menyelimuti bumi. Tapi untuk kali ini tolong izinkanlah aku untuk sedikit meluangkan waktuku untuk menyampaikan beberapa hal kepadamu, yang mungkin nantinya tak sempat kutulis karena waktuku yang tak begitu banyak saat aku mendampingimu nanti. Bukan karena aku tak memiliki waktu untukmu, tapi berbicara tentang umur siapa yang tahu.

Advertisement

Dear suami masa depanku yang suatu hari nanti akan mengucap namaku diikuti nama ayahku dan diikuti kata sah dari para tamu undangan,untuk kamu yang nantinya akan menggantikan peran ayahku dalam membimbingku nantinya, sebelumnya ijinkan aku mengucapkan beribu-ribu rasa terimakasih karena engkau telah memilihku menjadi pendampingmu. Terima kasih karena engkau telah memilih gadis yang keras, dingin dan egois sepertiku untuk mendampingimu seumur hidupku. Sekali lagi, terima kasih.

Yah, walaupun kini aku tak tahu apa-apa tentang dirimu, tentang parasmu dan tentang kepribadianmu, namun aku akan mencintaimu seumur hidupku hingga akhir hayat usiaku. Aku akan menerimamu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu seperti kau yang bersedia menerimaku dengan segala kekuranganku.

Teruntuk kamu suami masa depanku, aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal untukmu, kelak semoga ini menjadi pembelajaran untuk pernikahan kita nantinya. Kau  tahu bahwa aku terlahir dari keluarga yang tak sempurna, sama seperrti halnya diriku yang mungkin nantinya tak dapat menjadi seorang istri yang sempurna dan baik bagimu.

Advertisement

Namun, aku mohon. Bila dimasa-masa pernikahan kita nanti aku mengganggumu atau menyusahkanmu dengan segala sikap buruku, tolong ingatkan aku dengan kelembutanmu. Mungkin, akan ada saatnya dimana aku terlihat menjengkelkan sebagai seoang istri atau bahkan terlihat bosan dalam mendengarkan segala keluh kesahmu, dengan hati yang paling dalam aku mohon maaf yang sebesar-besarnya padamu.

Maaf, bukan maksudku untuk mengacuhkanmu, namun aku hanya tidak tahu bagaimana aku harus memberikan komentar yang baik padamu nantinya karena sikap dinginku.

Bahkan aku juga ingin meminta maaf, bila nantinya waktuku untuk menemanimu di dunia ini tak banyak. Aku juga ingin minta maaf bila nantinya aku tak dapat menjadi mantu yang baik bagi ibumu ataupun ayahmu. Aku juga ingin minta maaf bila nantinya aku menjadi istri yang tak dapat mencuci, atupun yang tak dapat menyambut ekhadiranmu di setiap pulang dinas,bukannya tak ingin namun ini adalah konsekuensi yang harus aku ambil.  Bahwa ketika wanita memilih untuk tetap berkarir meskipun telah berumah tangga, akan ada satu waktu yang harus rela ia korbankan.

Maafkan aku bila nantinya aku tak dapat menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita nanti karena waktuku yang tak cukup banyak untuk menemani kalian di dunia ini. Satu hal yang perlu kau tahu,suamiku.  Aku akan selalu berada disampingmu, disisimu, dan akan selalu mendukung setiap langkahmu. Tak peduli seperti apapun nantinya kondisimu. Aku akan selalu ada untukmu, aku akan selalu mencintaimu hingga Tuhan memisahkan kita.

Bila nantinya ternyata waktuku yang terlebih dahulu harus meninggalkanmu dan anak-anak kita nantinya, aku minta maaf. Bukan maksudku untuk meninggalkanmu dan anak-anak kita nantinya, hanya saja mungkin Tuhan menginginkanku menjaga kalian dari surga.

Suamiku, sungguh aku tak pernah menyesal memilihmu menjadi pendamping hidupku. Kau adalah sebuah nama yang tak pernah henti-hentinya kusebut di sepertiga malamku. Kau adalah penantianku dan kedua orang tuaku yang selama ini kami harapkan. Terima kasih karena kau telah membimbingku, telah mencintaiku tanpa syarat, telah menerima dengan baik kedua orang tuaku sebagaimana kedua orang tuamu yang juga telah menerimaku dengan sangat baik, telah berjuang bersamaku dalam suka maupun duka, dalam susah maupun senang, dalam sehat atupun sakit.

Sekali lagi kuucapkan terimakasih yang tak terhingga untukmu. Sungguh, kau suami terhebat bagiku. Kau adalah jawaban dari segala doaku. Kau adalah lelakiku, lelaki yang sampai kapanpun akan menjadi lelaki yang kucintai hingga akhir hayatku. Karena apa? Karena engkau adalah laki-laki pertama yang berhasil meyakinkanku untuk menikah, engkau adalah laki-laki pertama yang aku percaya, engkau adalah laki-laki pertama yang dapat mendobrak keyakinanku untuk tidak menikah. Ingatlah satu hal, aku tidak mencintaimu karena parasmu ataupun hartamu.

Aku memilihmu menjadi imamku karena prinsipmu, agamamu, dan juga pemikiranmu yang luas bahkan kesabaranmu. Kau adalah laki-laki pertama yang berhasil meyakinkan ibu dan ayahku, bahwa kau adalah laki-laki yang bertanggung jawab, bahkan kau masih memegang janjimu bahwa kau tidak akan membiarkanku susah ataupun tersakiti oleh siapapun sekalipun itu keluargamu.

Memang kau tidak berjanji untuk tidak menyakitiku, karena sejatinya dalam pernikahan pernikahan tak pernah ada jaminan siapa yang tersakiti atau yang disakiti dalam sebuah konflik rumah tangga. Namun, untuk semua janji yang telah kau ucapka, kau membuktikannya. Sekali lagi terimaksih banyak,suamiku.

Maafkan aku yang tak dapat menemanimu dan anak-anak lebih banyak di dunia ini, karena memang waktuku yang tak banyak. Terima kasih karena kau teelah mencintaiku tanpa batas dan tanpa syarat, terima kasih karena engkau telah bersedia menerima seorang gadis keras kepala sepertiku. Sunguh, tidak ada penyesalan aku telah memilihmu.

Aku mencintaimu, aku mencitaimu tanpa batas, tanpa syarat, tanpa sekat. I love you 3000, my future husband

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Selalu merasa bahwa hidup ini hampa tanpa pedasnya sambal bawang. Dan selalu merasa bahwa Jogja adalah kota teromantis didunia

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE