Surat Perlawanan untuk Wanita yang Ingin Diperjuangkan, tapi Akhirnya Hanya Menjadikanku Pelarian

Wahai wanita, perjuangan seorang laki-laki bukan hanya sekadar menjadi pahlawan saat drama romantisme

Jatuh cinta adalah sesuatu hal yang dirasakan setiap insan baik wanita maupun laki-laki. Secara umum, ada sebuah pernyataan bahwa perihal cinta wanita menggunakan hati untuk mengukurnya dan laki-laki menggunakan logika. Bagaimana jika seorang wanita menyakiti perasaan seorang laki-laki? Apakah wanita tersebut nggak punya perasaan atau laki-laki yang tidak memiliki logika hingga selalu disakiti?

Advertisement

Teruntuk wanita, jika ada seorang laki-laki yang tulus mencintaimu, janganlah kamu persulit dengan keadaan. Saat kamu disakiti oleh laki-laki kamu bilang semua laki-laki itu sama saja tidak punya perasaan. Akan tetapi, jika dirimu menyakiti seorang laki-laki kamu bilang "Siapa suruh deketin aku? Kamunya aja yang kepedean atau baperan," 

 

Laki-laki itu modus, ngedeketin cuma ada maunya aja. Lalu, bagaimana jika kamu mempermainkan hati laki-laki cuma gara-gara harta, wajah dan takhta? Kamu selalu berdoa kepada Tuhan untuk didatangkan seorang laki-laki yang baik hati dan tulus mencintaimu seketika datang seorang laki-laki dengan ketulusannya, tetapi wajah tidak sesuai keinginan kamu, harta tidak sesuai ukuran kamu dan takhtanya tidak sesuai yang kamu harapkan. Sebenarnya yang kamu inginkan apa sih? Sampai Tuhan saja dibuat pusing dengan permintaanmu.

Kamu datang ke pundak laki-laki saat kamu sedih dan disakiti oleh laki-laki lain. Ketika lukamu sembuh kamu malah milih laki-laki lain atau kembali kepada laki-laki yang menyakitimu. Dan semua yang terjadi  hanya sebuah pelarian serta kamu hanya berkata "maaf".

Plis!!! Hidup tidak sebercanda itu. Ketika kamu menyakiti, tapi kamu tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan. Kamu hanya menyadari jika kamu yang disakiti. Cobalah berpikir realistis. Jangan cuma maunya kamu diperjuangin tanpa memperjuangkan balik. Setiap wanita yang dilahirkan  memiliki paras yang cantik dan hati yang lembut jangan kamu nodai dengan sifatmu yang buruk.

Advertisement

Jalinan cinta yang harmonis dan utuh adalah hasil perjuangan dari kedua belah pihak. Bukan sebelah pihak yang berjuang sendiri. Seumpamanya pendakian gunung kita membutuhkan alat-alat untuk menggapai puncaknya, kita butuh partner untuk saling topang-menopang saat menghadapi track yang sulit. Seandainya kita hanya memiliki alat-alat saja, bisa kita mencapai puncak tapi kita tidak merasakan kebahagian yang terurai saat teman kita mengulurkan tangannya pas kita tergelincir, tidak ada yang bisa kita tanya sekarang jam berapa, sudah sampai mana nih kita.  Dan begitupun saat kita memiliki partner tapi tidak dilengkapi dengan alat-alat. Kita akan tidak merasa aman dan nyaman saat mendaki.

Teruntuk semua wanita yang pengin banget diperjuangkan, ini adalah surat perlawanan dari seorang laki-laki yang sudah lelah dengan tipu daya. Bukan tidak ingin memperjuangkan dirimu, bukan tentang laki-laki yang malas karena tidak berkerja keras untuk mendapatkan cintamu. Tapi coba kalian pikir secara logis dan kalian rasakan menggunakan hati nurani yang paling dalam.

Advertisement

Bahwasanya perjuangan seorang laki-laki bukan sekadar menjadi pahlawan yang menyelamatkanmu dari penyihir jahat. Tapi, perjuangan laki-laki saat ia menaklukan kedua hati orangtuamu untuk melamarmu tidak sampai di situ perjuangan laki-laki juga saat berumah tangga bahkan sampai akhirat. Karena pada hakikatnya laki-laki adalah kepala keluarga yang nanti akan dipertanyakan tanggung jawabnya oleh Sang Pencipta. Dalam urusan dunia ia menafkahi keluarganya dan dalam urusan akhirat ia dituntut  bertanggung jawab atas wanita yang dicintai bahkan keterunan perempuannya ketika mereka melanggar aturan agama.

Wanita menggunakan hati dan laki-laki menggunakan logika pernyataan tersebut tidak ada yang salah, akan tetapi terkadang kita yang salah untuk menempatkan konteks tersebut. Penempatan yang tepat dari pernyataan tersebut adalah ketika kita berumah tangga lalu memiliki seorang anak.

Nah, saat itulah peran seorang wanita menggunakan hatinya untuk mendidik anak-anaknya dan laki-laki berpikir logis untuk memecahkan masalah yang berada dalam bahtera rumah tangganya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Aku adalah mimpi yang patah. Raut wajahku tersimpan di dalam doa

CLOSE