Untukmu, yang ku panggil “Senja”.

Sudah lama tak bersua, sudah lama tak bicara. Apa kabar kamu disana? Ku harap kamu baik-baik saja.

Advertisement

Tulisan ini lebih dari sekedar kata, lebih dari novel meski singkat, lebih dari sekedar surat cinta, dan lebih dari sekedar puisi. Tulisan ini adalah surat rindu seorang “aku” padamu seseorang yang telah mengisi hatiku, hidupku, dan waktuku. Aku memanggilnya “senja” karena aku tahu perlahan ia akan menghilang, akan menjauh, dan akan tak mengenal aku lagi suatu hari nanti. Senja adalah favorite mu, senja adalah waktu dimana kamu berhasil masuk kedalam hidupku, senja adalah waktu dimana kamu menenangkan aku.


Senja, aku tahu. Aku tak lebih dari bayangan di hidupmu. Tak lebih berkesan dari semua masa lalumu. Aku tahu aku tidak abadi. Tapi, bolehkah aku mencintaimu? Bolehkah aku merindukanmu? Bolehkah aku menginginkanmu?

Senja, seandainya kamu adalah orang pertama yang aku temui, mungkin keadaannya tidak akan seperti ini. Kamu tidak perlu mencintaiku dalam diam mu, tidak perlu menunggu waktu, kamu tidak perlu cemburu.

Advertisement

Senja, waktuku tidak banyak, aku ingin menghabiskannya denganmu. Kembali bersamamu, merasakan hangatmu, cintamu, kasihmu, sayangmu, senyummu, kecupmu, dan pelukmu.


Aku ingin duduk berdua denganmu dipinggir pantai, menikmati angin sore, menikmati matahari yang perlahan pergi, seperti dulu lagi. Aku akan dimiliki orang lain. Aku mencintaimu, tapi aku lebih cinta orangtuaku. Seandainya itu kamu, aku tak akan sesakit ini.

Senja, maafkan aku yang telah membawamu ke hidupku. Maafkan aku yang telah membuatmu jatuh cinta tanpa memiliki, dan maafkan aku telah membawamu kedalam cinta yang menyakitkan ini.

Apakah kamu tahu, malam mengingatkanku pada waktu ketika kita dalam perjalanan itu untuk menghabiskan waktu bersama, memelukmu, dan bernyanyi untukmu. Aku rindu saat itu senja, aku ingin waktu membawaku kembali kepadamu.

Senja, jika rinduku salah, sayang ku salah tolong beritahu aku, agar aku berhenti menunggumu. Agar aku berhenti mencintaimu. Tapi jangan minta aku berhenti merindukanmu. Karena rindu kita indah.

Senja, suatu hari nanti apabila kamu telah menemukannya, aku harap seseorang itu bisa mencintaimu melebihi aku, menyayangimu melebihi aku, dan menjagamu melebihi aku. Aku ingin dia memiliki rasa yang lebih besar dari rasaku kepadamu. Karena aku ingin melihatmu tersenyum, dan tertawa seperti saat kita masih bersama.

Senja, perlu kamu tahu, rasaku tetap untukmu. Memori ingatanku penuh dengan namamu, hatiku penuh dengan cintamu, semangatku hanya kamu. Karena aku mencintaimu senja, Karena aku akan tetap menanti Tuhan membawaku kembali kepadamu. Karena aku akan menanti saat aku bisa memilikimu tak lagi sebagai bayanganmu


Aku mencintaimu senja.


Dariku,

Untukmu wahai “senja ku”, aku akan selalu menunggumu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya