Kepada Yang Terkasih,

Sahabat Terbaikku,

Advertisement

Selamat malam sahabatku, apa kabar? Semoga kamu selalu dalam kebahagiaan, kekayaan, dan kesehatan yang baik. Sudah berapa lama kita tak bertemu? Aku juga tak tahu, karena menjalani waktu tanpa fisikmu di sini terasa begitu lambat. Sudah berapa lama kita bersahabat? Aku juga tak tahu, karena menjalani waktu bersamamu terasa begitu cepat.

Apakah kau ingat ketika aku sedih karena dimarahi papaku karena lalai dalam menjaga diriku sendiri? Apakah kau ingat saat aku menangis berbagi rasa duka karena meninggalnya adikku? Apakah kau ingat saat aku kecewa karena telah di-patah-hati-kan oleh seseorang yang pernah aku percaya untuk menjagaku? Terima kasih telah menjadi tempatku berbagi rasa sedih, duka, dan kekecewaan.

Apakah kau ingat saat aku dibully oleh mereka yang cemburu padaku? Apakah kau ingat saat aku dimusuhi oleh mereka yang ingin membuatku menangis? Apakah kau ingat saat aku ditinggalkan oleh seseorang yang aku sayangi? Terima kasih telah mengayomiku, memberiku rasa aman, memberi rasa nyaman, dan memberiku rasa saling memiliki.

Advertisement

Masih ingat saat aku merengek kelelahan karena tugas sekolah yang terus mengalir deras? Masih ingat saat aku ingin menyerah karena kualitasku yang ada di bawah standard? Masih ingat saat aku ingin segera 'pulang' karena merasa sendiri? Terima kasih telah mendengarkan keluh kesahku. Terima kasih telah mendorongku untuk memenuhi standard. Terima kasih telah mendorongku untuk ber-'tahan' di dunia ini.

Masih ingat saat foto-foto wefie kita di cafe favoritmu? Masih ingat rasa es degan di warung favoritmu? Masih ingat obrolan-obrolan kita di balkon kampus? Masih ingat chat-chat tengah malam kita? Terima kasih, karena waktu dan kebahagiaan yang telah kau bagi.

Terima kasih telah berbagi banyak rasa bersamaku. Terima kasih telah memaklumi sifat dan sikapku. Terima kasih untuk mau tumbuh dewasa bersamaku. Terima kasih untuk menjadi partnerku dalam memaknai hidup. Terima kasih masih bertahan bersamaku meski jarak ratusan kilometer memisahkan raga kita.

Dari sahabatmu, yang belajar menemukan makna hidup.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya