Surat Terbuka untuk Seseorang yang Pernah dengan Sungguh, Aku Perjuangkan. Terima Kasih!

Masa iya, kamu ingin putus karena katanya aku memiliki segalanya?

Halo. Lama kita tidak saling menyapa, aku menulis ini sambil tersenyum mengingat dengan jelas, awal pertemuan kita dulu. denganmu waktu seolah cepat sekali berlalu, 24 jam rasa tidak cukup untuk kita. Denganmu aku merasakan sangat berarti, bersamamu melewati hari-hari penuh warna dan syahdu. janji-janji untuk bersama sampai menua apapun yang terjadi.

Advertisement

Makan sebungkus nasi berdua dan sebotol minuman mineral berdua kalah lapar dan haus menyerang dengan kantong pas-pasan kala itu aku belum punya apa-apa yang kamu masih mencari. Kita saling mendukung dan menguatkan kala masalah datang. Apa kamu melupakan itu?

Ingin menikamti senja berdua, tapi karena kantong yang pas-pasan kita memutskan untuk jalan kaki agar dapat menghemat, kau ingat? Namun, itu dulu. Hari menjelama minggu menjadi bulan dan semuanya berubah. Hampa.

Pesan yang tiap saat muncul darimu sebagai penyemangat pagiku dan sebagai doa di malamku sebelum tertidur tidak lagi ada. sikapmu berubah secara drastis dan aku tidak tahu apa penyebabnya. Ketika aku bertanya, jawabanmu hanyalah banyak masalah bahkan kadan kamu acuh dengan keberadaanku. Tidak ada lagi cinta di matamu, yang ada hanya kebohongan. Lembut tanganmu yang biasanya aku rasakan saat kamu mengusap kepalaku,memegang jemariku dan menghapus air mataku sudah terasa hambar.

Advertisement

Ini bukan kamu. kita sudah melewatkan banyak hal berdua dan aku mengenalmu lebih dari siapapun namun kamu masih diam seribu bahasa tanpa niat menjelaskan apapun. Hingga suatu hari sebuah pesan masuk di salah satu sosial mediaku dari orang yang pernah aku kenal. Dalam pesannya dia mengatakan bahw kamu punya hubungan dengannya bahkan sudah berjalan hampir setahun. Ternyata kau berselingku di belakangku selama ini.

Dada ku sesak. Duniaku hancur seakan gelap. harapan-harapan yang kita bangun hancur. Aku menangis sejadi-jadinya.meski aku hancur dalam hati masih berharap bahwa itu hanya bohongan. Tiba-tiba kamu datang, mengakui segalanya memintaa maaf dan berjanji akan selesaikan dengan perempuan itu dan tidak akan mengulang lagi. Di depanku kamu memutuskan untuk putus dengan perempuan itu dan aku saksinya.

Waktu berlalu kamu kembali seperti dulu, perhatian dan penyayang, lembut dan romantis. Kita sudah mulai membicarakan hubungan kita ke arah yang lebih serius, Sudah merencanakan membuka tabungan di bank untuk biaya pernikahan bahkan hal-hal penting yang harus aku lakukan bila menikah dengan kamu.

Namun, benar kata peribahasa, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Tanpa di minta alam membuka satu-persatu rahasia yang kamu sembunyikan dariku. Yang tidak pernah terpikirkan olehku. Kamu berulah lagi, ternyata dibalik senyum manismu, sikap lembutmu kamu adalah orang yang paling jahat.

Aku terluka lagi dengan fakta bahwa masih ada perempuan itu dalam hubungan kita, kamu pembohong.

Dalam kesakitan yang aku rasakan, aku memantapkan hati untuk mengutarakan niat berpisah darimu, hal yang paling aku takutkan selama ini. Dengan yakin dan mantap aku ucapkan kata yang membuat kita tidak lagi terikat. Kita putus. Aku pikir kamu akan menahan aku seperti yang sudah-sudah ternyata aku salah. satu hal yang membuat aku begitu hancur, ketika aku utarakan niatku, tapi raut wajahmu tidak ada kesedihan sama sekali, seolah kamu menantikan hal ini terjadi. 

Tidak ada penyesalah sedikitpun. Seolah di matamu aku hanya barang yang sudah menjadi sampah dan tidak berguna lagi. Bahkan kamu dengan entengnya berkata, kita sudahi saja. Kamu memiki segalanya, dan aku tidak. Lantas aku berpkir aku punya apa? Sedangkan kita berdua memulai semuanya dari nol. Ternyata itu alasanmu saja karena kamu lebih memilih perempuan yang jelas baru kamu kenal.

Aku hancur berkeping-keping, saat mengetahui selama ini aku telah dibohongi dan dimanfaatkan. Aku tidak percaya kamu seperti itu. Karena selama ini kamu begitu pandai menyembunyikan sifat aslimu.

Awalnya, aku tidak terima dan ingin protes, ingin teriak dan marah namun aku berhasil mengendalikan diri. Sudah cukup air mata yang terbuang sia-sia dalam malam-malam panjangku. Sudah cukup air mata yang menemani setiap sujud dan doa-doaku.

Aku sadar,  bahwa semua itu percuma.  Kamu tidak pantas aku tangisi. Aku percaya Tuhan sangat sayang padaku, Sehingga dia ingin menjauhkan aku dari kamu, karena tidak mau seumur hidupku aku menderita dengan orang yang salah.

Mulai hari ini aku akan teguh dengan keputusanku, berdiri sendiri di atas kakiku meski tidak ada lagi kamu di sampingku. Aku lelah mengingatmu dengan air mata, dan terus memperjuangkan cinta ini sendirian,  aku lelah berjuang sendiri padahal tidak sedikitpun aku dalam ingatanmu.

Aku akan berhenti, untuk memperjuangkanmu untuk mengingatmu dan untuk mencintaimu. Bukankah semua orang berhak bahagia?

Aku tidak akan lagi menangis, aku akan lebih kuat dan tangguh. Dari yang kamu bayangkan, meski kenyataannya begitu menyakitkan. Aku ingin bebas bahagia seperti orang lain tanpa pura-pura lagi.

Terima kasih karena telah menjadi pelajaran kehidupan yang akan selalu ku ingat. Tanpa kebohonganmu mungkin saja aku tidak akan kuat dan semandiri ini.

Dunia tidak perlu tahu apa saja yang kuberikan padamu, apa saja yang ku perjuangkan untukmu. Dan apa saja yang telah ku lepaskan agar bisa hidup denganmu.  Lebih dari itu aku percaya Tuhan adil dan berkuasa. Dia sanggup melakukan apapun. Semoga kamu bahagia dan tidak pernah merasakan sakit yang aku rasakan.

Semua sudah selesai, kini saatnya bagi kita untuk melupakanmu, akan ku buang jauh-jauh perasaanku padamu.

Suatu saat nanti, jika rasa itu telah hilang, aku akan tertawa sekeras-kerasnya karena pernah dengan bodohnya jatuh cinta padamu.

Oh iya, teruntuk kamu dan semua yang membaca tulisan ini, jangan pernah menghianati pasangamu, apalagi yang berjuang bersamanu memulai semuanya dari awal. Jangan sampai kamu menyesal karena terlambat menyadari telah menyia-nyiakan orang yang yang tulus padamu demi orang yang baru kamu kenal sehari. Kesempatan tidak pernah datang dua kali, pun tidak ada orang yang benar-benar sama datang dalam hidupmu. Hargailah mereka, sebelum mereka pergi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE