Yang terhormat para tim rekrutmen BUMN, dan tim rekrutmen perusahaan di seluruh pelosok Negeri.

Ijinkan saya untuk menceritakan pengalaman saya dan mungkin pengalaman semua orang yang mempunyai cerita seperti ini.

Advertisement

Tidak ada seseorang yang tidak ingin memperoleh pendidikan sampai ke jenjang yang tinggi, namun tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk itu. Mengingat biaya pendidikan di perguruan tinggi tidak bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, dan terkadang kondisi ekonomi yang memaksa seseorang untuk bekerja membantu orang tua setelah lulus dari sekolah menengah atas.

Teruntuk tim rekrutmen BUMN, dan tim rekrutmen perusahaan swasta di seluruh pelosok negeri,

Saya adalah salah satu anak bangsa yang sangat ingin melanjutkan pendidikan saya sampai ke jenjang perguruan tinggi, dan bisa berkuliah di salah satu PTN terbaik di negeri ini. Namun, apa daya saya yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang itu rasanya saya terlalu egois bagi keluarga saya.

Advertisement

Tidaklah mungkin saya memaksakan keinginan saya itu, itu berarti saya memaksa orangtua saya untuk bekerja dua kali lebih keras lagi. Saya tidak se-egois itu, ya sayalah yang harus membantu mereka dan meringankan beban mereka. Keadaan ini tidak merubah cita-cita saya, dengan cara bekerja di pagi hari dan berkuliah setelahnya adalah jalan keluar yang harus diperjuangkan.

Tidak mudah melakukan dua aktivitas yang sama-sama membutuhkan konsentrasi, untuk bisa seimbang harus mengorbankan jatah tidur malam dengan suplai semangat yang tiada henti.

Hujan kami terjang, banjir kami arungi demi menggapai mimpi.

Setelah disibukkan akan pekerjaan di kantor, disela-sela jam istirahat pun saya manfaatkan untuk mengerjakan tugas kuliah yang belum selesai dan harus terkumpul nanti sore. Jatah tidur yang tidak lebih dari 6 jam dengan aktivitas full dari jam 8 pagi sampai dengan jam 9 malam . Bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan sehari-hari, namun lagi-lagi ketika rasa malas datang saya selalu ingat akan mahalnya biaya kuliah.

Kondisi lelah setelah usai kuliah, saya masih harus mengerjakan tugas kuliah yang kadang tidak mudah. Saya harus rela begadang sampai lewat tengah malam, dan besok pagi masih harus melakoni aktivitas full seperti biasa. Ritme aktivitas seperti itu berlangsung selama 4 tahun.

Tolong jangan bandingkan chasing kami, hanya karena kami tidak seberuntung mereka!

Saya dan mungkin kami (para pejuang bangku kuliah setelah lelah bekerja) memang bukan lulusan dari universitas yang terbaik di negeri ini, namun kami mempunyai semangat juang yang tidak bisa dipungkiri. Jangan bandingkan akan chasing kami, karena memang kami tidak berarti apa-apa. Namun tolong tinjau kembali potensi kami, dan kami yakin bukan orang yang malas untuk bekerja keras.

Kami tidak akan bisa jadi sarjana kalau pengorbananan kami biasa-biasa saja. Dan hal yang paling membuat pengorbanan kami tidak berarti apa-apa ketika perusahaan yang kami impikan mempuyai kriteria calon pegawai yang tidak kami miilki, adalah lulusan PTN dan PTS dengan akreditasi yang Tinggi. Tolong lihatlah kembali potensi kami, dan bagaimana usaha kami untuk mencapai mimpi karena kami menjanjikan akan loyalitas yang tidak biasa-biasa saja.

Dan saat kami naik podium untuk menerima gelar sarjana. semua pengorbanan, dan semua keluh terbayar dengan melihat rasa bangga dari orang tua kami. Terima kasih Tuhan akan nikmat ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya