Surat untuk Ibu yang Sudah Tenang di Sana, dari Ananda yang Mencintai Putra Ibu

Surat untuk ibu

Ibu apa kabar? Salam hangat untuk Ibu dari ananda. Bu, ananda yakin saat ini ibu sudah beristirahat dengan tenang dan bahagia ditempat terindahNya. Sungguh meskipun nyatanya tidak mungkin, ananda sangat rindu ingin bertemu dengan ibu. Bu, ananda pun tak lupa mengabarkan bahwa disini putramu dalam keadaan baik-baik saja. Putramu paling tampan itu, kini telah disibukkan dengan beberapa pekerjaannya yang sedang dikejar deadline hingga memaksanya untuk lembur di akhir pekan.

Advertisement

Bangga sekaligus bersyukur karena karir yang ia bangun perlahan menemukan jalannya, berkat doa ibu tentunya. Sifat keras kepalanya masih sama. Tak jarang kami beradu argumen tentang kehidupan sehari-hari. Tentang jam tidurnya yang selalu tak tepat waktu, tentang kebiasaannya yang sering menunda makan, bahkan hal-hal sepele yang sering ia lupakan, misalnya mengenakan jaket ketika berangkat dan pulang kerja. Ibu tahu? Berkali-kali perempuan ini sudah dibuat khawatir akan kesehatannya. Tetapi percayalah bu, dibalik keras kepalanya, putramu tetaplah laki-laki terbaik yang tak pernah membuat ananda menyesal untuk memutuskan jatuh cinta dengannya.

Ibu, ananda mohon maaf bila sudah berbicara terlalu jauh hingga lupa untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Perkenalkan, ananda adalah perempuan yang selama kurang lebih dua tahun ini menjadi teman baik putramu. Terima kasih sudah melahirkan, mendidik, dan membesarkannya hingga putramu kini tumbuh menjadi laki-laki yang begitu kuat dan menenangkan seperti sekarang ini.

Bertemu dan berteman baik dengan putramu, adalah bentuk anugerah terindah yang patut ananda syukuri. Ananda tidak tahu darimana dan bagaimana menceritakan tentang pertemuan ananda dengan putramu, yang pasti ananda tidak akan pernah kehabisan kata dan selalu bersemangat ketika membicarakan tentang putra ibu. Ya, putramu sudah berhasil membuat ananda jatuh cinta.

Advertisement

Ananda dan ibu memang belum pernah bertemu. Melalui foto dan cerita yang selalu dibagikan oleh putramu, tak mengapa selalu membuat ananda ikut tenang dan hanyut untuk merasakan hadirnya sosok ibu disana. Percayalah, ada cinta yang begitu luar biasa untuk ibu dari putramu tersayang. Putramu sering bercerita bagaimana tentang kebiasaan ibu semasa hidup. Katanya, ibu selalu menyediakan masakan paling juara ketika ia sedang berulang-tahun. Tetapi sudah tiga tahun ini tidak ada lagi perayaan spesial baginya. Tidak ada lagi masakan ibu setiap harinya.

Ada yang hilang dalam hidup putramu, cinta pertamanya- adalah sosok ibu yang begitu ia cintai. Lantas jika seorang ibu sudah pergi untuk selamanya, bukankah seorang anak laki-laki sudah kehilangan cinta pertamanya? Sekali lagi, putramu adalah laki-laki kuat. Semenjak kepergian ibu, putramu sudah berjuang untuk menata kembali hidupnya. Tanpa kita tahu bahwa ada begitu banyak luka, ada begitu banyak air mata, ada begitu banyak kerinduan yang sedang ia tutupi yang mungkin semuanya  akan tumpah dan terasa melegakan jika ia sampaikan pada ibu. Tetapi rasanya memang tidak mungkin. Ibu sudah pergi, ibu sudah tenang disana katanya.

Advertisement

Ananda takut jika suatu saat nanti ananda tidak bisa menjadi seperti ibu, menjadi perempuan yang begitu dicintai hingga menjadi alasan atas kebahagiaan putramu. Tetapi ananda sadar, bahwa tugas ananda bukan lagi menggantikan posisi ibu di hati putramu. Ananda tahu bahwa kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah tergantikan. Tugas ananda adalah menemani putramu agar tidak merasa sendirian, yang selalu ada kapanpun saat ia butuhkan. Ananda yakin bahwa semesta akan selalu berlaku adil.

Jika ada laki-laki yang tak bisa merasakan lagi hangatnya pelukan ibu, mungkin suatu saat nanti akan digantikan dengan sosok perempuan lain yang bersedia memeluknya kapanpun ia mau. Jadi bu, bolehkah ananda menjadi sosok perempuan itu? Memeluk putramu dan mengembalikan senyumnya seperti sedia kala. Ananda mohon ijin untuk mencintai putra ibu hingga ujung waktu ananda. Karena pada akhirnya dengan putra ibu-lah, ananda merasa yakin, ananda merasa cukup, dan ananda merasa menemukan.

Ibu, sebelum malam semakin larut maka ijinkan ananda untuk menyudahi atas apa yang ananda sampaikan. Rasanya begitu melegakan. Meskipun pada akhirnya jarak, ruang, dan waktu membatasi ananda dan ibu, percayalah doa terbaik ananda untuk ibu akan selalu ada. Semoga Allah senantiasa membukakan jalan terbaik dan rahmatNya selalu untuk ibu. Terima kasih sudah hadir di mimpi ananda semalam. Ananda mencintai ibu sekaligus putra ibu. Peluk jauh dari ananda. Selamat malam, tenang di sana Ibu. Rindu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE