#PuisiHipwee – Tak Apa Tak Baik-baik Saja

Tak Apa Tak Baik-baik Saja


Tak Apa


Advertisement

​​​​​​Tidurlah yang lama

Tak apa bila kau tak menemukan pagi

Aku tau kau amat lelah

Berjalan kesana kemari

Mumungut sunyi

Yang kau rindukan setiap hari

Sudah, semua akan baik baik saja

Tak perlu risau 

Bila ingin menangis

Jatuhkan lah air matamu 

Jangan kau tahan

Apalagi kau tipu dengan tawa

Seyogyanya manusia 

Ia akan rapuh suatu ketika 

Tak apa apa menjadi buruk

Tak apa apa tidak baik baik saja

Kamu bukan malaikat 

Kamu tak mungkin terus berjalan

Apalagi saat kakimu terluka 

Advertisement

Jangan kau pendam

Hingga saat ajalmu datang

Jangan naif 

Hingga ingin menghancurkan dirimu sendiri sampai berkeping-keping

Tuhan tak menciptakanmu untuk menyakiti dirimu sendiri

Ia ingin kau belajar menghadapi

Segala masalah hidup yang dipilihkanNya dengan hati hati

Kau boleh sedih

Kau boleh memaki

Kau boleh berteriak

Bahkan kau boleh egois

Tapi ingat kembali

Jadilah yang lebih baik

Advertisement

Jangan sampai kau lari

Menghindar

Apalagi bersembunyi

Seakan tak ada nyali

Padahal biasanya kau amat berani

Paling tidak percayalah akan dirimu sendiri


Jodoh


Jangan Sedih Walau Kini Masih Sendiri

Kamu  Ditakdirkan Untuk Berpasang-Pasangan,

Percayakan Saja Pada-Nya, Dia Maha Mengetahui Apa Yang Kau Simpan Dalam Hati

Karena Jodoh Datang Di Waktu Yang Tepat Bukan Di Umur Yang Kau Kira Paling Pas

 


Debu​​​​


 

Aku merasa seperti debu

Ringan, mudah hilang

Entah pikiranku sedang melayang dimana

Seakan tak mau mencari tujuan

Untuk membuatnya tak terbang ke segala arah

Aku seperti biru

Dasar laut kelam 

Tenggelam tak menampakan warna

Dilebur kegelapan

Nanti ketika jasadku jadi abu

Kau tak bisa mendengarkan suara nyaring melengking ku lagi

Ditambah senyum simpulku yang kemayu

Nanti ketika aku musnah ditelan bumi

Termakan belatung disisi tanah merah yang padat

Kau tak bisa mengucapkan bait syair merayu

Yang biasanya membuatku rindu berhari-hari

Sebelum semua itu terjadi

Jangan seperti puisi Sapardi

Yang membakar kayu dengan api

Lalu jadi abu

Terlalu sibuk terperdaya rasa

Lalu kau lupa untuk menyatakan suara hati

Bahwa kau benar-benar menyukaiku

Walau kau anggap sederhana 

Tapi langkah itu sebuah kepastian untuku

Katakanlah sebelum terlambat

Sebelum waktu memakan usia

Sebelum malam berujung pagi lagi

Sebelum aku dipinta kembali sang hyang widi

Ungkapkan lah

Terkadang wanita butuh pernyataan

Walau tahu gerak gerik hujan yang datang​​

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Malu menujukkan paras Berani menjual kata-kata Tak ingin alay sendiri Akhirnya membagi rasa dalam puisi

CLOSE