Tak Semua Hal Tentangmu, Belajar Mendengar dan Peka Dengan Sekitarmu Itu Penting

Mendengar dan memahami itu gampang kok, kalau kamu mau~


Halo, kamu apa kabar ? 

Advertisement

Aku harap harimu menyenangkan! 


Kadang ketika kamu fokus pada suatu masalah, kamu menjadi lupa dengan sekitar. Yang kamu pedulikan hanyalah permasalahanmu sendiri. Merasa semua orang harus bersimpati dengan masalahmu, merasa semua orang harus menyemangatimu, dan seakan mengharapkan setiap orang yang mendengar ceritamu akan menjadi iba denganmu dan merasa kamu butuh pelukan hangat dari mereka. Tidak, nggak gitu realitanya!

Setiap orang dewasa yang kamu temui hanya berperilaku menjadi orang dewasa untukmu, mereka coba merangkulmu, mereka coba menenangkanmu, tapi sejatinya mereka juga tidak terlalu perduli dengan permasalahanmu, karena mereka juga punya masalah dan beban layaknya kamu. 

Advertisement

Perihal perkataan Terkadang orang hanya butuh didengarkan menjadi sebuah momok untuk setiap sahabat, pacar, atau orang terdekatmu. Ketika kamu bercerita tentang permasalahanmu pasti orang-orang terdekatmu akan coba mendengarkanmu dengan sebaik-baiknya, tak jarang ketika kamu bertemu dengannya pertama kali, yang kamu ucapkan adalah permasalahanmu. 

Tidak, tidak, bukan itu maksudku, tapi kamu selalu menganggap setiap orang yang dekat denganmu adalah tempat kamu mencurahkan perasaanmu, permasalahanmu, dan juga segala keluh kesahmu. Bukan bermaksud menghakimimu, tapi coba lebih peka terhadap sekitar, please mengertilah, kamu itu bukan berbicara dengan robot yang setiap kali kamu tanya, dia akan menjawab dengan perintah yang sudah disematkan oleh programmer yang menciptkannya. Bukan, kami bukan robot. 

Advertisement

Setiap orang juga punya perasaan, punya permasalahan, punya keluh kesah, tapi yang membedakan adalah orang-orang terlalu pintar untuk menyembunyikannya, dan terlalu takut untuk menceritakan permasalahanya, takut orang merasa iba, takut orang jadi memiliki pandangan yang berbeda dari sebelumnya. 

Bukan niat hati untuk melarang seseorang untuk bercerita kepada sahabat terdekatnya, pacarnya, bahkan keluarganya, tidak, bukan itu. Lebih dari itu coba kamu lebih bisa membaca situasinya, ketika dia merasa capek berikan perhatian dahulu, tanyakan harinya, kemudian berikan tawaran kopi atau minuman, dan duduklah sebentar mendengar ceritanya, kalau kamu sudah coba memahaminya, barulah coba menceritakan masalahmu.

Belajar memahami, dan peka terhadap sekitar itu tidak ada di perkuliahan, tidak tahu kalau kuliahnya jurusan psikologi ya hehe. Intinya semua tentang peka, dan memahami perasaan orang itu berasal dari hatimu. Coba deh kamu pikirkan, kenapa Tuhan menciptakan dua telinga, dan satu mulut? bukankah seharusnya kita harus lebih banyak mendengar untuk akhirnya bisa berbicara, bukankah dengan mendengar kita bisa lebih memahami orang dan mendapatkan pelajaran yang lebih dari pada orang yang hanya suka berbicara tanpa mendengar. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Yesterday is not ours to recover, but tomorrow is ours to win or lose. -Lyndon B. Johnson

CLOSE