Sudah bukan artikel asing ketika menulis kata Rantau, Perjuangan dan bla bla bla.Ya harus kita sadari semangatnya anak rantau hanyalah artikel-artikel lucu ini. Terkadang aku membaca sambil tersenyum, sampai akhirnya aku ingin sekali menuliskan ini di Hipwee. Harus kita akui banyak kata-kata semangat tentang hijrahlah kamu di kampung orang namun kerinduan lagi-lagi menjadi alasannya.

Ketika detik-detik menjelang habisnya angka-angka yang tersusun sejajar bersama hari di kalender, itulah masa di mana kita menghitung hari untuk pulang ke kampung halaman. Sekali lagi untuk teman-teman yang merantau demi hidupnya yang lebih baik, manfaatkanlah waktu indah bersama keluargamu. Terkadang rindu ini sungguh membuat sekat antara napas dan pikiran.

Advertisement

Bagaimana tidak terpikirkan jikalau ibu, ayah, atau istri dan anak kita sakit jauh di sana, kita hanya bisa berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan mereka sepanjang waktu. Teringat salah satu pesan senior waktu pertama kali aku menginjakkan kaki di tanah rantau, dia berpesan jangan sampai kamu gak bisa melihat orangtuamu di detik hari terakhirnya di dunia karena abang ga ada di samping ayah ketika ayah abang meninggal.

Aku terdiam sejenak, memikirkan kedua orangtuaku agar mereka selalu sehat dan aku bisa berada di samping mereka nanti. Amin. Walau kita harus sadar bahwa di dunia ini hanyalah sementara. Pulanglah selagi kamu masih bisa melihat kedua orangtuamu, kemarin baru saja atasanku kehilangan ibundanya. Lagi-lagi aku diuji tentang kesetiaan pada negara dan cinta pada keluarga. Sekali lagi untuk teman-teman yang hidup jauh dengan keluarga, semangatlah. Karena semua akan p(indah) pada saatnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya