Tempat Ternyaman untuk Menganyam Cerita, Tempat itu Bernama Rumah

Dengan cinta yang tak pernah mati, rumah akan abadi dalam hati para penghuninya

Rumah adalah tempat ternyaman untuk menganyam cerita. Di bawah atapnya bergulir ragam kenangan pahit dan manis. Rumah memiliki roh untuk membuat penghuni di dalamnya kerasan. Dengan cinta yang tak pernah mati, rumah akan abadi dalam hati para penghuninya.

Advertisement

Rumah merupakan tempat terindah untuk pulang. Meski engkau telah pergi sejauh mungkin untuk mengumpulkan uang, tetap ada masanya untuk pulang ke rumahmu. Rumah seolah-olah sebagai pengingat bahwa ada mereka yang selalu menunggumu hingga tiba saatnya engkau akan pulang.

Rumah dengan segala situasi baik dan buruknya tetap saja  engkau dibesarkan penuh cinta oleh bapa tua dan mama tua. Bermodalkan pisang dan ubi kayu serta suguhan kopi pahit yang pekat, bapa tua dan mama tua membesarkan  kita dalam rajutan cinta yang tak pernah usai. Ringkasnya, bapa tua dan mama tua membesarkan kita dengan rasa sayang yang istimewa, meski peluh membasahi tubuh saat mereka berjuang untuk bertahan hidup.

Kembali ke suasana rumah adalah dambaan setiap perantau. Rumah yang lebih dari sekedar tempat untuk berlindung. Rumah juga sebagai ibu, tempat yang paling nyaman saat hidup diliputi oleh berbagai persoalan. Pulang ke rumah bagian dari kewajiban dari seluruh penghuni di dalamnya. Kelak, saat kembali ke dalam rumah akan dengan mudah menemukan kedamaian, kenyamanan, dan keteduhan. Semua itu  berpendar dari kasih yang tulus dari penghuni di dalamya.

Advertisement

Rumah sejatinya tentang hati yang paling tenang. Sejauh mana engkau melangkah, pada intinya tempat paling indah untuk merayakan kebahagiaan terjadi saat berada di rumah. Saya termasuk salah satu perantau yang selalu ingin pulang. Rumah pun jadi alasan utama untuk lekas kembali.

Merebahkan badan di rumah terasa lebih nyenyak. Tempat berlindung yang membuat hati nyaman dan merasa paling bahagia jika bangun pagi di atas pukul 09.00 WITA. Serasa saat kembali ke rumah seluruh beban hidup sirna dengan sendirinya.

Advertisement

Di rumah ada ibu yang bisa diandalkan sebagai alarm untuk membangunkan kita di pagi hari. Jika engkau menyuruhnya membangunkan tepat pukul 06.00 WITA, maka ia akan membangunkanmu pukul 05.00 WITA dan ia akan memberitahukanmu bahwa sekarang telah pukul 08.00 WITA. Ibu memang orang yang paling setia dalam menuntun kita menuju jalan yang lebih baik setiap harinya.

Kini engkau mungkin pergi jauh dari rumah. Entah untuk urusan kuliah maupun untuk mengumpulkan rupiah. Tetapi saya percaya di tengah kesibukanmu menempuh pendidikan atau saat mengais rezeki, engkau akan selalu sempatkan waktu untuk berpikir tentang cinta yang ada di dalam rumah. Kebuntuan berpikir karena kesibukan di tempat kerja, maka ingatan tentang rumah dapat dijadikan sebagai pilihan yang paling tepat, niscaya ketenangan batin akan indahnya kasih di rumah tua akan menghampiri pikiranmu.

Rumah merupakan saksi pergumulan masa kecilmu. Dindingnya menjadi papan setia untuk melayani imajinasi masa kecilmu. Coretan pada dinding rumahmu menjadi bukti bahwa engkau pernah ada di bawah atapnya. Lantainya menjadi saksi bisu saat engkau tertatih-tatih untuk berjalan pertama kalinya. Engkau tidak boleh melupakannya begitu saja, apalagi tidak memiliki niat untuk mempercantik rumah yang telah membesarkanmu. Kamu punya tanggung jawab untuk tetap menjadikan rumahmu sebagai istana yang paling nyaman untuk ditempati oleh bapa tua dan mama tua.

Atas nama perjuangan untuk torehi kenangan dalam hidup, langkah kakimu memang berat untuk pergi dari rumah. Namun demi masa depan dan impian yang lebih baik, engkau harus tetap tegakan kepala dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Kelak pada suatu waktu, ia akan memanggilmu untuk pulang. Rumah akan mengajakmu untuk merawat segala kenangan, cinta, dan perjalanan hidup. Percayalah, hanya rumah yang membuatmu nyaman dan tenang.

Akhirnya, apa kabar bagi siapa saja yang telah melangkah jauh dari rumah? Sudahkah rindumu kembali membuncah untuk sekedar mengingat rumah yang telah mengutusmu pergi? Sudahkah engkau pergi menelepon orang rumah untuk menanyakan kabar mereka di hari ini?

Bumi Sikerei, 6 Mei 2019. Salam rindu buat orang rumah

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya seorang pendidik di Barat Sumatera. Selain menjadi guru, saya juga seorang blogger yang suka berkelana ke tempat yang baru. Saya menyukai kopi, puisi, cerpen dan pengagum tenunan hebat mama-mama di bumi Flobamora. Sebagai anak yang berbakti kepada kampung halaman, saya akan terus menceritakan kampung halaman melalui pena yang tidak akan mati.

CLOSE