Terima Kasih Covid-19, Berkat Kehadiranmu Aku Menjadi Semakin Produktif

Jika pandemi ini berakhir bukan juga hasrat menulis saya akan berakhir pula. Saya akan terus menulis sampai akhir hayat.

Jika menurut sebagian orang kemunculan pandemi ini sebagai musibah, namun menurut pemikiran subjektif saya menjadi suatu keberkahan tersendiri. Bagaimana tidak, waktu luang yang sebelumnya saya gunakan untuk berjalan-jalan keluar seperti ke mall, tempat-tempat wisata, dan lain-lain kini beralih menjadi waktu luang yang saya manfaatkan untuk menulis.

Advertisement

Saya akui di tahun 2020 kemarin saya menjadi semakin produktif menghasilkan tulisan-tulisan di beberapa kanal atau platform dan berkesempatan untuk menjadi editor lepas di beberapa penerbit. Puji syukur saya panjatkan karena kemampuan menulis saya kembali terasah setelah beberapa lama sempat vakum.

Berawal dari kebingungan kala Covid-19 mulai muncul dengan segala ketakutan saya untuk keluar rumah, saya mendapatkan broadcast atau pesan siaran grup menulis di WhatsApp untuk mengikuti nubar (nulis bareng) cerpen di sebuah penerbit indie. Tanpa banyak pertimbangan saya segera mendaftar sebagai salah satu penulis antologi di event nubar tersebut.

Dari situlah akhirnya saya mendapatkan banyak sekali info-info nubar cerpen dan puisi yang di-share di WhatsApp. Tidak hanya satu penerbit namun banyak sekali nubar yang saya ikuti di berbagai penerbit dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Depok, Indramayu, Subang, Tangerang, dan masih banyak lagi. Jika dihitung, dari bulan Maret sampai Desember saya sudah menghasilkan dua belas antologi cerpen dan puisi.

Advertisement

Tidak hanya cerpen dan puisi, saya juga kembali aktif menulis di kanal Hipwee yang beberapa bulan sempat vakum. Bahkan saya sempat menjadi salah satu nominasi dengan kategori artikel motivasi terfavorit di Hipwee Community Awards 2020. Walaupun tidak keluar sebagai pemenang, namun menjadi salah satu nominator merupakan suatu kebanggaan untuk saya.

Menulis di banyak penerbit juga memberikan pengalaman berharga untuk saya karena sempat menjadi penanggung jawab di sebuah event menulis cerpen. Saya bukan hanya menulis tetapi juga menjadi penanggung jawab mulai dari menyebarkan info event, merekrut penulis, mengedit naskah, sampai buku tersebut sampai di tangan para penulis. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bisa meng-handle sebuah event yang sebelumnya belum pernah saya lakukan.          

Advertisement

Salah satu berkah yang paling saya rasakan dalam menulis ialah ketika salah satu penerbit menawarkan saya untuk menjadi editor sebuah naskah kumpulan cerpen. Meskipun saya belum memiliki pengalaman sebelumnya, namun dengan berbekal ilmu dari editor senior serta dengan tekad yang kuat akhirnya saya berhasil merampungkan editan tersebut. Terpampangnya nama saya di kolom editor tidak hanya membuat saya bangga tetapi juga terharu.

Melihat pengalaman saya tersebut, sulit dipercaya oleh saya bahwa ada lagi beberapa penerbit yang mempercayakan naskah mereka kepada saya untuk saya edit. Selain mengisi waktu luang akibat Covid-19 yang tak kunjung mereda, mengedit naskah juga memberikan penghasilan sampingan untuk saya.

Selain menulis dan mengedit naskah, saya juga beberapa kali mengikuti kelas menulis dan seminar kepenulisan yang tentunya bermanfaat untuk mengasah kemampuan saya. Dengan menulis membuat saya banyak mengenal orang-orang hebat. Mulai dari kelas menulis yang hanya via WhatsApp sampai di aplikasi Zoom, mentor-mentor saya dengan sabar menjawab segala rasa keingintahuan saya terhadap dunia kepenulisan. Saya juga banyak belajar dari para senior yang tidak pelit dalam berbagi ilmu yang mereka miliki. Selain senior, saya juga mengenal para penulis newbie yang juga tidak kalah tertarik dan bersemangat untuk belajar.

Jika pandemi ini berakhir bukan juga hasrat menulis saya akan berakhir pula. Saya akan terus menulis sampai akhir hayat, karena seperti yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer:


“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”


Hanya dengan menulis nama kita akan dikenal abadi oleh dunia. Kita boleh saja sewaktu-waktu meninggalkan dunia ini tetapi dengan karya nama kita akan abadi. Pandemi boleh saja datang dan pergi tetapi kemauan kita untuk terus belajar menulis dan menghasilkan karya tidak boleh padam. Terima kasih 2020!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Masih berusaha untuk menulis ditengah kesibukan mengurus anak

CLOSE