Malam itu.. ketika semua sudah tak lagi sama tidak seperti malam-malam sebelumnya.

Aku selalu ingat bagaimana suara merdumu yang riuh, dengan sangat bersemangat setiap kali menjawab teleponku.

Advertisement

Aku selalu ingat bagaimana suaramu memudar ketika kamu begitu terpingkal, setiap kali kita bercerita tentang hal-hal lucu bersama.

Aku selalu ingat bagaimana kamu diam saat sedang menyimak baik-baik ceritaku, dan aku selalu suka caramu memberi jeda untuk mendengarkan dan berbicara sebagaimana kamu menghargaiku.

Aku selalu ingat ketika kamu tenggelam dalam diam saat tak mau berbicara karena aku berbuat salah, dan aku yang menyebalkan ini selalu tak pernah gagal mendengarkan hatimu berbicara. Lalu kita saling memaafkan pada akhirnya.

Advertisement

Aku juga selalu ingat bagaimana senyum termanismu, yang seperti bulan sabit itu mengembang ketika kamu mengatakan tidak akan pernah pergi dan akan tetap tinggal ketika aku bilang aku membutuhkanmu dan sendirian.

Karena kamu mengira, perpisahan adalah hal yang datangnya tidak akan secepat setelah kita berbahagia dan bukanlah hal yang dengan sengaja tega menorehkan kembali luka.

Karena dulu kamu selalu merasa bahwa ketakutanku akan kehilanganmu adalah sesuatu hal yang lucu.

Aku selalu ingat bagaimana hidup begitu ringan kuhadapi saat aku memiliki sesuatu untuk kutunggu-tunggu.

Menunggumu tiba,

Menunggu kabarmu sampai dirumah,

Menunggu teleponmu,

Menunggumu membalas pesanku, dan pada saat pagi hari ketika aku terjaga lebih dulu, itu bagian favoritku.

Menunggumu tersenyum, setelah berhasil menghadapi hal buruk yang menimpamu, setelah kekesalanmu terhadapku.

Menunggumu menyelesaikan kesedihanku.

Aku selalu ingat, ketika sebelumnya menunggu tak pernah semenyenangkan ini.

Aku tak berharap kamu masih mengingatnya juga.

Aku hanya berharap kamu tidak keberatan kalau aku masih belum kelu membicarakan ini pada udara dan seisinya.

Ada kalimat yang begitu aku sukai yang keluar dari bibirmu, yaitu saat kamu bilang; Aku tak akan pernah pergi. Bila aku pergi darimu, yakinlah aku memilih itu bukan karena benar menginginkannya, kita akan membuat akhir yang indah, yang selalu bisa kita kenang.

Kamu tahu, kalimat itu yang membuatku selalu mampu memaafkanmu.

Ada kalimat yang begitu aku sukai yang keluar dari bibirku, yaitu saat aku bilang; Aku percaya kalau setiap kehilangan yang terjadi dalam hidup, adalah kehilangan yang akan menjelma syukur dihari yang lain.

Kamu tahu, kalimat itu yang membuatku selalu mampu memafkan diriku.

Bila nanti ada lagi pagi yang bisa kamu awali dengan bahagia.

Jangan pernah lupa, bahwa kehilangan ini pernah mengantarkanmu sampai kesana.

Dan, bila syukur itu pun telah tiba, ingat saja aku dengan kebaik-baik-sajaanmu. :')

Demikian sesaat sebelum aku pergi

Akan aku bisikkan padamu dari dalam hati

"Kekasih, kau lah peluk tererat yang aku harap sesaat sebelum aku melangkah pergi, Aku mencintaimu"

Dari seseorang yang pernah mencintaiku dengan sempurna,

Entah dimana kamu sekarang entah bersama siapa kamu akan menghabiskan masa tuamu, semoga kamu yang pernah menuliskan ini untukku, kamu bisa membaca ini.

Terima Kasih pernah mencintaiku begitu sempurna. Kamu yang pernah menjadi dunia bagiku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya