Hai selamat pagi,

Lama tak jumpa. Aku ingin berterima kasih padamu. Terima kasih untuk semua hari yang telah aku lewati bersamanya. Tak pernah absen barang sehari, pesan selamat pagi darinya yang hiasi layar ponselku. Aku bahagia. Ya, aku memang bahagia ketika kutemukan lagi apa yang selama ini hilang dan kucari.

Advertisement

Aku bahagia ketika kutemukan dia di deretan baju yang ingin ku beli. Maaf, aku bercanda. Aku tak pernah ingin membelinya. Aku yakin aku takkan sanggup membelinya. Terlalu mahal kurasa, uangku tak cukup banyak. Sudah aku hanya ingin bercanda dan tertawa sekarang. Maaf lagi jika itu mengganggumu. Baiklah jika kau mau akan kuceritakan kisahku dan dia di balik selamat pagi.

Dia yang tak pernah absen memgucapkan selamat pagi padaku, adalah dia yang selalu bisa membuat ku tersenyum. Dia yang selalu bisa aku andalkan. Dia yang selalu bisa membuatku tenang. Dia yang selalu mau bertukar pikiran dan berdebat dengan ku.

Dia yang dengan pesan konyolnya yang selalu bisa membuatku tertawa terbahak-bahak di siang hari. Dia yang dengan manisnya mengucapkan selamat tidur lewat pesan singkatnya. Dan dia pulalah yang menghilang seketika. Tak tersisa.

Advertisement

Jika kau bertanya bagaimana perasaan ku terhadapnya, aku menyayanginya. Ya, itulah jawabanku. Benar bila aku menyayanginya. Bahkan aku tak ingin dia pergi dari hidupku. Bisa dibilang aku ini perempuan egois. Tapi apa daya ku, aku hanya ingin dia ada diduniaku.

Itu saja, cukup kurasa. Namun apa mau dikata dia tak pernah inginkan hal yang sama. Dia ingin terbang sendiri. Mungkin dia butuh teman, tapi jelas itu bukan aku. Tak mengapa, mengetahui dia hidup di galaksi yang sama saja aku sudah sepenuhnya bersyukur.

Lalu jika kau bertanya bagaimana perasaanku setelah dia menghilang ? aku baik-baik saja, sungguh. Itulah jawabanku. Mmmm… Baiklah mungkin sedikit sedih. Tapi selebihnya aku baik-baik saja. Sebelum dia ada aku hanya tahu hitam dan putih. Saat dia datang membawa warna baru aku bahagia. Dan saat dia pergi dan membawa semua warna itu bersamanya, aku kembali berkawan dengan hitam dan putih saja. Dan itu akan membuatku baik-baik saja. Eh.. tapi sekarang abu-abu tinggal bersamaku, karna dia lupa mengajaknya.

Tulisan ini bukan tentang hatiku yang hancur, atau air mataku yang tak kuasa kutahan. Atau tentang cara melupakan seseorang yang meninggalkanmu diam-diam. Ini hanya sedikit cerita dariku, yang mungkin akan membuat ku tersenyum lagi, ketika aku membacanya suatu hari nanti. Bahkan membuat kalian tersenyum juga. Pesanku, jangan lupa Berterima kasih kepada mereka yang meninggalkanmu tanpa kabar. Anggap saja mereka bukan orang yang pandai mengucapkan selamat tinggal. Dan cerita ini hanya tentang Aku, Dia, dan Selamat Pagi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya