Aku ingin sekali berterimakasih kepadanya, secara langsung. Tapi aku takut, dia akan mengartikannya berbeda dan menjauh. Memang aku mengagumi cara pandangnya, tak bermaksud lebih. Aku ingin benar-benar tulus berterimakasih karena kata-katanya waktu itu menggugahku untuk jauh lebih semangat untuk memperjuangkan mimpiku. Bisa dibilang, dia salah satu yang mendorongku untuk sampai ke tahap ini.

Jujur, obrolan singkat kala itu memberi banyak sekali makna. Dia menyentilku dengan kata-katanya yang halus. Aku ingat betul dia mengatakan bahwa "perjalanan yang dilalui setiap orang itu berbeda walaupun tujuan akhirnya sama." Sederhana sekali bukan? Namun, kata-kata itu tak mudah aku lupakan.

Advertisement

Berulang kali aku ingat kata-kata itu ketika aku mulai membandingkan proses yang aku lalui dengan proses yang orang lain lalui. Menjadikanku tidak khufur nikmat dan sekaligus memotivasiku untuk terus berusaha memberikan yang terbaik.

Kapan ya kita bisa berbicara berdua seperti kala itu? Sangat menyenangkan berbicara dengan orang yang bisa mendengarkan, tanpa menghakimi malah memotivasiku untuk terus berjuang. Waktu itu aku sangat nyaman berbicara dengannya.

Aku pikir situasi akan menjadi awkward ketika kita yang sebelumnya tak pernah berbicara mengenai hal-hal di luar tugas kelompok. Ternyata aku salah, dia membuka obrolan dengan mudah. Aku yang sedikit sulit membicarakan mengenai masalahku, bisa sedikit-sedikit terbuka ketika berbicara dengannya.

Advertisement

Obrolan yang awalnya membahas kejadian yang sedang tim kami alami, sampai membicarakan tugas akhirku. Aku memang beberapa kali mengungkapakan kegalauanku di sosial media. Mungkin dia memperhatikannya, sehingga dia menanyakan hal itu kepadaku.

Aku sedikit demi sedikit bercerita, hingga obrolan itu mengalir begitu saja. Tanpa aku sadari obrolan ini berlangsung hampir satu jam. Selama aku bercerita, dia sama sekali tidak mencoba untuk memutus ceritaku dan menceritakan tentang masalahnya. Aku merasa tidak enak, karena ketika itu aku menganggap dia telah menyelesaikan semuanya tanpa ada masalah (padahal dia juga memiliki masalah, namun pandai menyembunyikannya).

Aku kagum dengan sikapnya dalam menyikapi masalah. Aku belajar banyak dan mulai lebih sensitif terhadap situasi yang ada disekitarku. Aku mulai untuk lebih sensitif terhadap situasi yang dialami oleh teman-temanku. Aku sangat ingin seperti dia dalam memandang sesuatu.

Bisa dibilang aku benar-benar kagum dengan cara dia menyampaikan saran tanpa melukai, dan cara pandangnya dalam melihat situasi. Dia telah menjadi bagian dalam hidupku. Kalau waktu itu dia tidak memberiku semangat, mungkin aku tidak bisa sampai ke tahap ini.

"Terima kasih banyak telah mendengarkan keluh kesahku, dan terima kasih telah memberiku semangat untuk menaklukan masalahku"

Entah aku bisa mendapatkan kesempatan untuk mengatakannya atau tidak, aku tak tahu. Aku tak yakin untuk mengatakannya. Jujur, aku tak tahu cara menyampaikan yang baik, tepat dan tidak membuat salah paham. Mungkin inilah caraku mengucapkannya, lewat tulisan. Semoga suatu saat nanti, aku bisa mengatakannya secara langsung.

Sekali lagi, terima kasih banyak untuk semuanya. Kebaikanmu telah mengubah hidup seseorang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya