Malam ini kabut menyelimuti kota dingin ini, semilir angin menembus masuk kamarku dinginnya terasa hingga sum-sum tulangku, aku tak beranjak sedikitpun dari ranjang. Kuselimuti diriku sepenuhnya hingga hangantnya terasa nyaman. Aku mencoba menutup mataku semoga cepat tertidur tapi pikiranku tetap saja melaju terus tanpa permisi. Tenang kenyamanan yang sedang terjadi dan tentang seseorang yang datang dan membuat hati ini terlanjur nyaman tapi logika masih saja ragu. Mungkinkah memang dia yang Tuhan kirim menemaniku hingga menua ataukah ini hanya cobaan. Aku tak ingin lagi hati kembali gagal untuk berlabuh. Aku beranjak bangun tari tempat tidur. Kuambil pena yang tersimpan dalam diari  dan kutuliskan serangakkai kata di sana.


"Ketika diri terdiam dalam sepi. entah pikiran tak lagi menyapa, saat hati di terpa rasa seakan yang datang seperti mimpi bukan khayalan yang menyikapi kenyamanan yang kuingin tak sirna. Tuhan kuingin rasaku kali ini tak lagi berubah dan kuharap ini dia yang Engkau kirim. Terima kasih telah menciptakan rasa baru dengan yang lain."


Advertisement

Kubuka lembaran diariku yang lain dan kutuliskan lagi seuntai kata di sana karena aku ingin menuliskan sebanyak  mungkin  tentang dia yang datang dan memberiku kenyamanan ini.


"Terima kasih untuk kenyamanan ini. Selanjutnya biarlah yang Empunya Cinta yang merancangnya untuk kita. Yang kita lakukan hanyalah berserah kepada-Nya. Sebab, jika ini memang Rencana-Nya, Dia akan menyelesaikannya untuk kita dan kita hanya akan membuat rencana-Nya sempurna sebab apa yang dia sediakan untuk kita tidak akan tertukar". 


Kita berserah saja pada Tuhan karena semua ada dalam tangannya. Jika  Tuhan berkehendak tidak ada seorangpun yang berani menolaknya. Jika Tuhan yang memberi tidak ada yang akan datang untuk merebut. Jika ada yang mau merebut dia akan berhadapan langusng dengan Tuhan yang memberi. Jadi berserah dan percaya saja.

Advertisement


Mari kita  kita berdua bersua dalam doa sebab jika takdir  membawa kita untuk bersama selamanya itulah jawaban dari doa-doa yang selama ini kita panjatkan.

Karena sebuah hubungan tidak hanya tentang cinta tapi juga tentang kenyamanan. Jika sudah nyaman  hati sudah tak ragu untuk  mencintai.


Aku menutup kembali diariku kusimpan di tempat yang seharusnya. Semoga saja kenyamanan yang terjadi ini bukan karena kebetulan tapi memang karena ada rencana-Nya terselip di dalam pertemuan dua hati kali ini. Karena jujur aku tak mau lagi hati ini kembali gagal untuk berlabuh. Aku tak mau bermain-main lagi dengan hati dan aku tak mau lagi merasa harus merelakan. Tuhan kumohon untuk kali ini biarlah hati ini berlabuh sudah pada dia.

Amin.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya