Cinta bisa membuai juga bisa melukai manakala kita salah menjalaninya.

Aku telah terlanjur percaya bahwa cintamu memang utuh untukku, dengan semua yang bersedia kamu lakukan untukku, juga begitu banyak sumpah dan janji yang kau ucapkan seperti membuaiku untuk percaya padamu bahwa kau memang sungguh-sungguh dengan ucapanmu. Semua itu telah membuatku mabuk dan terlena, seakan semua takkan pernah ada akhir. Dan bahkan aku lupa bahwa semua bisa berubah bahkan mungkin juga berakhir.

Begitu besar aku berharap, terlalu percaya diri, hingga akhirnya kau lemparkan aku ke dalam sebuah realita, kau jadikan aku bulan-bulanan dalam perasaanmu, semua yang kulakukan menjadi salah dan dipermasalahkan olehmu, meski ku akui memang aku tak mungkin luput dari berbuat kesalahan yang bisa aku lakukan, yang akhirnya melukai perasaanmu, tapi bagiku aku yakin seyakin-yakinnya, bahwa aku tak mungkin dengan sengaja membuatmu sedih atau kecewa. Semua terasa begitu menyakitkan jika ku hayati yang kini terjadi, kau begitu berubah bahkan nyaris tak ku kenali.

Akhirnya kuputuskan untuk melupakan hari ini aku ada, dengan segala realiatasnya yang terasa semakin menyayat di hati karena rasa kecewa oleh ketidakmampuanku menerima kenyataan bahwasannya kamu telah berubah sikap dan perasaan terhadapku, aku biarkan anganku tertinggal di masa lalu dimana segala kenangan manis itu tercipta.

Di dalam ruang dan waktu yang hanya berisi kisah-kisah indah antara kau dan aku yang kini bisa membuatku tersenyum hanya karena mengenang bahwa cerita seindah itu pernah terjadi dalam hidupku karena kehadiranmu dalam kehidupanku. Saat-saat dimana ada binar cahaya di matamu yang tak mampu kujelaskan dengan kata-kata saat menatapku, atau ketika tanganmu melingkar di pinggangku, jadi sesuatu yang tak mampu untuk kulepaskan dari pikiran dan hatiku.

Aku merelakan hari ini tanpa cerita yang lain lagi, sebab aku yakin takkan ada cerita seindah itu dalam hidupku, ini mungkin tak penting bagimu, tapi tidaklah demikian bagiku, karena kisah ini telah begitu sempurna mewarnai hidupku. Aku membiarkan anganku tertinggal dimasa lalu meski fisikku ada dihari ini. Aku hanya ingin tetap merasakan kebahagiaan yang pernah ku kecap darimu, saat-saat yang berisi tatapan penuh arti dari matamu, senyum dan candamu yang membuatku terlupa bahwa waktu akan bergulir dan cerita berganti.

Aku nikmati kembali suasana itu dalam lintas bayanganku, hingga aku tetap akrab dengan rasa itu, meski nyatanya telah jauh berbeda, aku memilih untuk tinggal dalam rangkul kenangan yang pernah membuaiku, aku ingin tetap merasakannya dalam setiap napasku, hingga kenyataan ini tak lagi mampu mengusikku. Dan aku hanya mengenalmu sebagai cerita indah bagi sejarah hidupku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya