Ternyata Bukan Sekedar Trend Di Media Sosial, Kata Aestheutic Juga Bagian Dari Filsafat Lho!

Generasi aesthetic, mari merapat!


"Aesthetic? Itu lho, kata yang lagi viral banget!"


Advertisement

Kata aesthetic jika di tulis dalam ejaan indonesia adalah estetik, suatu kata yang dewasa ini sangat populer dan banyak diperbincangkan di berbagai platform media sosial atau kehidupan sehari-hari. Banyak dari golongan anak millenial, remaja, atau gen-z yang memakai kata ini sebagai lifestyle atau hanya mengikuti tren yang sedang berkembang. Tapi sebenarnya apa sih arti dari kata estetik itu sendiri? ayo kita bahas satu persatu!

Sebelumnya banyak yang belum paham termasuk aku. Awalnya aku sering melihat banyak unggahan mulai dari background foto, outfit, sampai kata-kata di instagram dan media sosial lainnya yang mengandung unsur aesthetic. Aku sempat mengira ini hanya sebuah tren yang sedang hits, namun ternyata ilmu filsafat juga membahas tentang estetik lho. Yaitu Alexander Gottlieb Baumgarten (1714-1762) salah satu tokoh yang menaruh perhatian lebih pada filsafat estetika.

Alexander Gottlieb Baumgarten memperkenalkan istilah “estetika” dalam tesis nya tahun 1735 yang berjudul : “meditationes philosophicae de nonnullis de poemapertinentibus (“meditasi filosofis yang berkaitan dengan beberapa hal mengenai puisi”). Baumgarten menyatakan bahwa yang dinamakan estetika adalah ilmu pengenalan sensitif dan teori seni.

Advertisement

Estetika adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang keindahan, bagaimana keindahan itu terjadi dan bagaimana keindahan itu di bisa disadari dan dinikmati. Estetika sangat berhubungan erat dengan perasaan seseorang yaitu perasaan yang indah atau perasaan positif. Keindahan yang dinikmati disini bukan hanya bisa di terima oleh indera namun mempunyai makna tersendiri bagi penikmatnya.

Mengapa estetika? Manusia adalah makhluk yang dianugerahi akal budi dan perasaan, pada umumnya manusia menyukai sesuatu yang indah dan menarik baik keindahan alam ataupun keindahan seni. Keindahan alam adalah keindahan alami yang diciptakan oleh Tuhan dan dapat dirasakan bagi mereka yang mampu melihatnya. Sedangkan keindahan seni adalah hasil cipta, karya, dan rasa manusia yang mampu menciptakan sesuatu yang indah.

Advertisement

Lalu mengapa aesthetic menjadi tren saat ini? Cukup sederhana karena berdasarkan sifat dasar manusia yang selalu ingin tampil indah, baik dan mendapat pujian. Dengan bantuan media sosial manusia dengan sangat mudah berinteraksi jarak jauh, contohnya instagram, kita bisa berbagi foto dan video atau sekedar menikmati keindahan foto yang di unggah oleh orang lain. Dari sinilah penggunaan kata aesthetic marak digunakan sebagai pengganti kata keindahan. Pengaruh budaya barat juga berdampak mengapa kata aesthetic lebih banyak digunakan daripada ejaan Indonesianya yaitu estetik.

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Aku lahir di pemalang 19 tahun silam. Aku menyukai hal-hal yang berkaitan dengan sastra. Aku suka menulis, membaca novel, menonton drama korea

CLOSE