“Heleh dasar bucin, ke mana-mana nempel terus sama pacarnya.”

“Hidihh, disuruh ini itu mau, bucin bet sih.”

Advertisement

“Lho kok tumben sendirian? Udah selesai ngebucinnya?”


Mungkin beberapa pertanyaan itu sedikit gambaran dari ratusan pertanyaan yang terlontar dari mulut-mulut manis temanmu saat kalian kumpul bareng. Mereka yang selalu bicara sinis setelah melihat kamu jalan bareng pacarmu. Mau negur gak enak hati, dibiarin malah ngelunjak. Kadang pasti kesal punya teman-teman seperti itu, iya kan? Lalu memilih untuk diam demi keseimbangan hubungan antara teman dan pacar.

Kata bucin sekarang sudah menjadi topik yang trending yang entah kenapa. Kalau dipikir pacaran jaman orang tua kita enak banget bebas tanpa sindiran sejenis itu. Namun, mereka yang sering mengatakan bucin itu tahu tidak ya definisi yang sebenarnya? Atau asal ikut trend bahasa jaman sekarang aja? Hmmmm

Advertisement

Dalam sebuah hubungan kita dituntut untuk saling memberi, give and give not give and get. Tidak berat sebelah pihak, saling mendukung dan memegang komitmen. Sama-sama menyempurnakan hubungan.

Apa yang kamu lakukan adalah bentuk simbolis dan implementasi rasa sayangmu kepada pasanganmu. Apa yang kamu lakukan adalah sebuah hal yang tulus namun di mata teman-temanmu adalah hal bodoh sebagai seorang budak yang diberdaya oleh cinta. Itu tidaklah salah sama sekali, kalau kamu sayang, teruskan saja. 

Orang lain bebas berpendapat. Namun, kamu harus paham dan memikirkan satu hal dengan sangat baik. Kalau kamu memberikan perhatian bahkan sangat rela mengorbankan dan memberikan apapun kepada pasanganmu, namun dia tidak memberikan hal yang sama, kamu pantas disebut bucin. Tidak perlu hubungan yang harus mutualisme, cukup memberikan arti dan bukti satu sama lain kalau memang saling menyayangi.

Mereka yang mengatai kamu bucin mungkin saja sampai saat ini masih belum bisa menemukan arti sayang yang sebenarnya. Atau mungkin mereka pernah dikecewakan sebelumnya dan pada akhirnya sedang berusaha untuk tidak percaya dan terlibat tentang pengorbanan dalam sebuah hubungan.

Memiliki empati, kasih sayang, dan cinta bukanlah perkara bucin atau mudah baper. Ini adalah naluri alami yang akan dialami oleh semua orang normal, hanya saja setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda untuk merasakannya dan cara yang berbeda untuk menunjukannya.

Untuk kamu yang sampai saat ini masih memperjuangkan dia, perjuangkan kalau memang layak. Lepaskan kalau kamu mulai merasa bucin kelas tinggi. Sejatinya cinta yang baik itu tidak akan memanfaatkan dalam bentuk apapun.


"Jangan takut untuk melepaskan, terkadang yang sangat kita cintai justru menyakiti lebih banyak."


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya