Teruntuk Kamu Senjaku, Aku Selalu Ada di Sini Untuk Mendoakanmu

Hai senjaku, bolehkah aku bercerita lagi tentang aku dan kamu, tentang indahnya perkenalan kita saat itu hingga kini. Ya, walaupun saat itu aku mengenal kamu secara kebetulan lewat media sosial tapi aku yakin kamu akan jadi yang spesial. Saat itu beberapa pesan chatku hanya kamu read saja tanpa ada balasan, tapi tak menyurutkan hasratku untuk mengenal kamu lebih jauh. Sampai pada akhirnya ada momen ketika aku menemukan topik awal untuk pembicaraan kita, "seru" kataku. 

Advertisement

Semenjak itu kamu buat aku menemukan duniaku kembali yang mungkin telah lama hilang. Ya menjadi berwarna lagi hari hariku sejak adanya kamu senjaku. Setelah sekian lama kita cuma ngobrol via online aku punya niatan untuk mengajakmu jalan, ya walaupun beberapa kali ada penolakan tapi namanya juga rejeki anak Tuhan. 

Pada akhirnya kamu mau untuk bertemu denganku dan lagi-lagi sedikit di luar ekspetasi, aku pikir bisa berbincang lama ternyata singkat pertemuan itu, tapi tak apalah and that's my special moment with you. Sejak itu aku meyakinkan diriku kalo kamu itu adalah senjaku, "kenapa senja?" Ya bagiku kamu adalah doaku di saat menjelang malam datang yg dijawab oleh Tuhan. Terima kasih Tuhan, engkau pertemukan kami.

Tapi memang takdir berkata lain kita mungkin tidak dapat bersatu, aku dan kamu sama-sama sudah punya hati untuk dijaga. Berat memang berat tapi kita sama-sama meyakinkan diri buat tetap bersama dengan katanya label sahabat (maybe itu cuma pikirku saja). Aku tak peduli dengan rasa ini yang memang kadang menyakitkan. 

Advertisement

Aku pun pernah berharap untuk kita agar bisa bersatu tapi yakin itu hanya egoku belaka. Saat ini aku hanya bisa berdamai dengan keadaan, keadaan yang memaksaku seperti ini akan kuubah jadi penyemangat untuk bertahan denganmu senjaku, aku pun sekarang tidak memiliki niatan untuk menjadi pendampingmu tapi ijinkan aku untuk jadi seseorang yang baik untukmu saja, aku sudah cukup senang.

Hai senjaku, bagiku kamu adalah bunga mawar yang sedang merekah dipagi hari, harum mu semerbak mewangi bak menghipnotis semua mata kepadamu. Sedangkan aku hanya duri yang mungkin sering melukai sekelilingmu. Bahkan dirimu juga, wahai mawarku. Kalo kamu tahu si duri ini sungguh menyesal karena merusak indahnya kesucian bunga mawar itu sampai sampai si duri enggan berfotosintesis lagi, hingga hampir layu melepaskan sang mawar dari tangkai. Si duri ini hilang arah mau bagaimanapun mungkin sekedar maaf tidak ada artinya lagi buat bunga mawar. 

Hai senjaku, aku malu, aku takut tidak bisa menjadi orang baik seperti yang kamu pikirkan. Kembali lagi aku hanya manusia biasa tak pernah luput dari kesalahan, jika boleh aku mau diberi kesempatan lagi untuk jadi orang baik seperti yg kamu harapkan. Bolehkan aku selalu mengukir namamu disetiap bait-bait doa ku pada-Nya? 

Teruntuk kamu senjaku izinkan aku jadi orang baik sekali lagi buat kamu, izinkan aku juga jadi orang terdekat untukmu, senjaku. Aku tidak berharap jadi pendampingmu, tapi aku berharap bisa jadi orang spesial untukmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE