Saat itu memang tak ada asalan yang kuat kenapa aku pergi begitu saja meninggalkanmu. Tanpa aku mengerti jika kamu begitu tak ingin aku pergi dari hidupmu. Kamu aku tinggalkan dengan rasa kecewa dan luka yang mendalam di hatimu. Sampai sekarang, ingatan ini masih menyimpan rapi kenangan dimana aku pernah mengecewakanmu.

Masihku ingat tentangmu, tentangmu yang begitu sedih ketika aku mengatakan kepadamu jika hubungan kita tak bisa lagi dilanjutkan, dan kamu berkata mohon jangan, jangan, dan jangan kamu meninggalkan aku seperti ini.

Advertisement

Namun aku tetap bersisih keras meninggalkanmu, aku tinggalkan cinta yang kamu miliki begitu indah, dan tulus hanya untukku saat itu.

Dalam waktu yang cukup sulit untuk kamu terima, aku masih ingat kamu selalu menghubungiku melalui pesan singkat dan telepon, bertanya lagi dan lagi untuk alasan yang aku buat sehingga meninggalkanmu. tapi jawabanku masih tetap sama, tidak bisa melanjutkan hubungan itu lagi. Dan pada akhirnya kamu pun berkata kepadaku jika kamu telah melepasku dengan ikhlas, melepaskanku untuk selamanya untuk menjalani hidupku tanpa ada gangguan darimu lagi.

Tak pernah aku sangka jika benar apa yang pernah dikatakan orang, jika suatu hari nanti, sesuatu yang baik dan berharga akan kamu sesali kehilangannya nanti. Aku sadar, itu salahku, salahku yang kini menjadi penyesalan terbesarku dalam mencintai seseorang dalam hidupku.

Advertisement

Berselang dalam beberapa tahun, hal itu aku rasakan, perasaan luka yang pernah aku berikan dulu kepada seseorang yang begitu tulus mencintaiku, datang kepadaku. Luar biasa rasanya, saat karma itu berlaku terhadap diriku, dan hal itu begitu serupa dengan apa yang pernah aku lakukan kepadamu saat itu.

Sangat sedih aku rasa, rasanya ingin aku  tarik ulang ucapanku waktu itu ketika aku meninggalkanmu begitu saja tanpa ada alasan yang kuat. Ingin rasanya tak ingin menyakitimu dan jika saja aku mampu memutar waktu kembali, rasanya aku ingin kamu saja yang sampai saat ini ada di sampingku. Namun itu tak mungkin sepertinya, karena kamu telah memilih hidup lebih bahagia bersama seseorang yang telah kamu pilih dirinya.

Sementara aku masih tetap sendiri di sini, meratapai luka yang pernah aku tinggalkan untukmu pada saat itu dan merasakan penyesalan yang mendalam ketika aku sadar, jika kamu memang wanita yang terbaik dan sulit aku temukan saat ini.

Apapun aku di matamu sampai saat ini, aku harap kamu di sana bahagia, dan aku mohon lepaskan aku dari doa luka yang pernah kamu katakan kepada Tuhan terhadapku, karena aku sungguh tak sanggup menanggungnya, maafkan aku.

Aku mohon, biarkan aku merasakan luka ini hingga bahagiamu terbalas dariku. Melalui tulisan ini, di mana pun kamu berada. Maafkan aku yang pernah melukai hatimu, dan saat ini aku merasakan itu semuanya, dan aku harap kamu menerima perkataan maafku ini agar aku mampu menerima kenyataan yang ada.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya