Tulisan ini aku tujukan untuk kamu…

Ini bukan surat cinta, tapi hanya sebuah tulisan dari lisan yang tak mampu mengucap cinta. Aku adalah seseorang yang selalu duduk tepat didepanmu, aku adalah seseorang yang mengagumi dalam diam. Jujur aku jarang memperhatikan wajahmu walaupun aku duduk tepat didepanmu. Tapi aku yakin sampai menulis tulisan inipun aku yakin kalau aku jatuh hati denganmu. Yup benar, kamulah orang yang saat ini tak pernah luput dari doa-doa disetiap perbincanganku dengan Yang Maha Kuasa.

Advertisement

Tahukah kamu, kamu adalah seseorang yang mampu menghapus semua rasa sedihku dan kamu juga adalah seseorang yang mampu membuat cara pandangku tentang agamaku berubah. Aku tidak pernah tau apa alasan Tuhan mempertemukan kita bahkan sampai detik ini aku masih menduga-duga segalanya. Tapi aku yakin kamu adalah seseorang yang Tuhan kirim untuk menjembatani hubunganku dengan Tuhan.

Entah mengapa sejak awal kita bertemu kembali, sejak aku duduk tepat di depanmu aku selalu merasa bahwa aku membutuhkanmu. Kalau ditanya kenapa, ya aku tidak mengerti kenapa. Bahkan tahukah kamu, aku selalu berusaha mati-matian untuk tidak jatuh hati denganmu, sebab seperti yang kamu tau aku sudah cukup terluka berharap pada manusia.

Tapi hatiku seolah tidak setuju, hatiku tetap jatuh kepadamu. Segala macam cara aku lakukan agar tidak jatuh hati padamu, termasuk melibatkan Tuhan, namun tetap saja aku gagal, paling itu hanya mengurangi sedikit saja namamu yang sudah terlanjur ada dikepalaku. Kalau boleh aku bilang kamu adalah pelangi untukku saat ini. Ya pelangi, aku tidak mau menyebutmu rumah atau udara karena berlebihan rasanya untuk menyebutmu seperti itu saat ini.

Advertisement

Karena sampai saat ini mungkin saja hanya aku yang jatuh hati padamu, jujur aku tidak ingin mengetahui apakah kamu memiliki rasa yang sama atau tidak. Aku lebih memilih untuk diam dan merahasiakan segalanya yang aku rasa. Sebab aku takut, mungkin saja kamu tidak jatuh hati padaku atau mungkin kamu juga jatuh hati padaku, tapi aku takut justru itu akan mengganggu ibadahku.


Saat ini aku sedang berada dalam situasi dimana aku sedang ingin memperbaiki hubunganku dengan Tuhan, maka dari itu aku sangat takut perasaan ini akan mengganggu hubunganku dengan Tuhan.


Hal yang membuatku jatuh hati denganmu adalah caramu mecintai Tuhan, bahkan hampir setiap hari aku jatuh hati saat kamu menunjukan rasa cintamu pada Tuhan, dan hal itulah yang membuatku ingin jauh lebih baik darimu untuk mencintai Tuhan, hal itu pula yang mengingatkanku bahwa selama ini aku lupa bahwa yang merawat dan membimbingku adalah Tuhan.

Darimu aku bisa melihat segala bentuk keindahan dari mencintai Tuhan dan sejak saat itu pula aku mulai banyak mencari tahu dan memperbaiki segala hubunganku dengan Tuhan, tapi jujur bukan kamu alasan aku memperbaiki segalanya sebab kalau aku menjadikanmu alasan, ketika kamu hilang mungkin aku tidak akan mencintai Tuhanku lagi.


Tapi kamulah yang membuka mataku bahwa Tuhan selama ini selalu bermurah hati dengan hidupku, termasuk mengirimkan kamu kedalam hidupku.


Terima kasih Ya Rabbi, telah mengirimkan aku seseorang yang membuka mataku bahwa selama ini aku lupa dengan-Mu. Dan ijinkanlah dia tetap menjadi pelangiku sampai mungkin nanti aku menemukan rumah tempat untuk pulang.

Dariku teman yang mencintaimu dalam diamku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya