Review The Conjuring: The Devil Made Me Do It

Ketika Iman dan Cinta Diuji

Ed dan Lorraine harus berusaha mengumpulkan bukti bahwa iblis yang mempengaruhi manusia benar adanya, agar dapat membuktikan bahwa pembunuhan yang dilakukan Arne Johnson merupakan diluar kendali tubuhnya karena dalam kondisi kerasukan sehingga beban hukuman mati tidak benar-benar dijatuhkan padanya.

Advertisement

Tentu hal tersebut tidaklah mudah, bagaimana tidak, alasan membunuh karena iblis yang melakukannya sungguh sangat tidak bisa dengan mudah diterima akal sehat orang-orang umum. Kisah rumit ini dimulai dari awal film yang dibuka dengan The Warrens yang sedang berada di rumah keluarga Glatzel untuk melakukan prosesi pengusiran roh yang terus menerus menganggu putra bungsu mereka David.

David yang masih anak-anak harus merasakan beban berat karena terus dihantui bahkan dirasuki oleh roh iblis yang diyakini Ed dan Lorraine sangat jahat dan berbahaya. Dilihat dari amukan yang membuat semua hancur berantakan dan cakaran besar yang membahayakan, roh tersebut jelas merupakan iblis yang tidak bisa sembarangan untuk melawannya.

Arne yang merupakan calon kaka ipar David, tak tega harus melihat David menderita karena dikendalikan iblis jahat. Akhirnya dia mencoba berkomunikasi dengan iblis yang merasuki David dan meminta agar roh iblis tersebut berpindah ke tubuhnya dan mengambil jiwanya saja. Setelah itu kekacauan pun tiba-tiba berhenti, keadaan dibuat seolah membaik dan kembali normal. Hingga akhirnya Arne tak lagi bisa mengendalikan dirinya sendiri.

Advertisement

The Conjuring: The Devil Made Me Do It masih diangkat dari salah satu kasus nyata yang pernah ditangani Ed dan Lorraine Warren. Kali ini, mereka berusaha memecahkan kasus paranormal yang menimpa keluarga Glatzel. Jika di film-film sebelumnya Ed dan Lorraine melawan sosok hantu kuat sungguhan, kini mereka hanya melawan bayang-bayang iblis yang dikendalikan oleh manusia lewat ritual aliran sesat.

Awal film yang dibuka dengan ketegangan yang tak biasa, membuat kamu harus lebih waspada dari kursi nontonmu untuk babak-babak berikutnya. Jika keheningan tiba-tiba hadir, lebih baik percaya saja dan siap-siap kalau sebentar lagi bakal ada sesuatu yang muncul. 

The Conjuring: The Devil Made Me Do It membuat kita sedikit bisa meninggalkan gambaran hantu seram dari rumah angker karena bayang-bayang kengerian tersebut digambarkan terjadi di berbagai tempat, film ini juga menampilkan investigasi kriminal yang dibumbui nuansa supranatural.

Jika dari film-film sebelumnya yang menjadikan adegan pengusiran setan yang intens dan menegangkan sebagai klimaks, film ini menampilkan proses penyelesaian cerita yang menawarkan ketegangan berbeda. Terlebih banyak sisi dramatis dan romantis, entah itu dari Ed dan Lorraine Warren sendiri atau tokoh Arne Johnson dan kekasihnya, Debbie Glatzel. Dan memberi kesan bahwa tak hanya iman saja yang bisa mengalahkan iblis dan kebatilan. Cinta murni dan kesetiaan juga mampu mengalahkan kutukan sesat. Kalau boleh jujur, ketegangan saat di awal film justru lebih terasa klimaks dibanding babak klimaks itu sendiri.

Secara keseluruhan The Conjuring: The Devil Made Me Do It tetap berhasil menjadi bagian dari Conjuring Universe yang layak dan harus kalian tuntaskan sebagai penggemar semesta berhantu ini. Kejutan dan seremnya dijamin tetep bikin kamu terkaget-kaget. The Conjuring: The Devil Made Me Do It sudah bisa kamu tonton sejak 2 Juni 2021 di bioskop kesayanganmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Obviously passionately in love with writing

CLOSE