Turnamen DOTA 2 dengan Hadiah Satu Juta Dolar

Untuk saya sendiri, bermain game merupakan hobi yang sangat memancing orangtua dalam menyebutkan hal-hal seperti “Jangan main mulu, nanti nilainya jelek.” “Jangan main mulu, main nggak bikin duit.” Dan untuk sekian lama saya percaya karena memang bermain tidak menghasilkan duit, dan misalnya menghasilkan duit pun, ya nggak banyak.

The International 2011 merupakan sebuah momen historic karena itu merupakan kompetisi bermain game pertama yang membawakan hadiah total sebesar $1600000 atau sekitar 16 milyar rupiah pada saat itu. Pemenang juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar $1.000.000 atau 10 milyar rupiah, yang dibagi lagi kepada 5 pemain dan manajer.

Advertisement

Sekarang, The International membawakan hadiah sebesar belasan bahkan sampai puluhan juta dolar, yang sangat tidak sebanding dengan 1 juta, namun momen ini merupakan momen pembuka untuk para non-gamers untuk akhirnya sadar bahwa hadiah yang didapatkan dari kompetisi-kompetisi game ini tidak main-main, dan bahkan lebih besar dari beberapa kompetisi lainnya.

The International tak hanya membawakan pengalaman yang tak terlupakan untuk para anggota kompetisi, membuktikan bahwa pemain game juga bisa membela negara sebagai atlet, dan juga menjadi pembuka untuk kompetisi-kompetisi besar lainnya, namun The International juga merupakan momen tak terlupakan untuk para penonton dan pemain game kasual.

Untuk The International, saya mewawancarai Abimanyu Satrio, pemain game yang diadu di The International. Kurang lebih, wawancaranya seperti ini:

Advertisement

“Selamat pagi, dengan siapa saya berbicara?” Ujar saya.

“eeeeh dengan Abimanyuh, Satrio Ambiarto.” Ujar Abim.

“Familiar nggak, dengan kata The International 2011?” Merupakan pertanyaan kedua saya.

“Familiar banget, karena saya pernah menjadi salah satu…”

“Bukan yang main, tapi yang nonton.” Lanjut Saudara Abimanyu.

Di titik ini, saya hampir bangga bisa mewawancara pemain The International 2011, namun mungkin itu untuk lain waktu.

“Menurut anda, dampak positif atau negatif TI 11 untuk gamer ini apa?”

“Kalo misalnya dampak positif, gamer kan pasti lebih suka orang kompetitif, kalau nonton orang kompetitif jago-jago dibayar untuk main gitu, positifnya audience, jadi ada tontonan. Untuk negatifnya, setelah melihat kemenangan Danil Ishutin dan teman-temannya, nggak sedikit yang langsung meninggalkan hobinya dan mengejar cita-cita sebagai gamer seperti para pemenang TI 11 ini, ya kan nggak semua bisa menang TI, buktinya yang menang aja Cuma 5.” Abim membalas percakapan seperti seseorang yang passionate atas topik ini.

Kalo menurut saya sendiri sih, TI 11 ngebuka peluang yang besar untuk banyak hal, baik media baru, sponsor, acara-acara, atlet, jurusan-jurusan kuliah, dan para pemain game. Tapi nggak sedikit dari hal tersebut merupakan hal negatif.

Kemenangan Dendi dalam pertandingan TI 11 membuktikan bahwa dengan dedikasi yang tinggi, semua bisa diraih, dan saya sendiri bisa belajar banyak dari hal ini. Saya jadi lebih percaya diri terhadap hobi saya dan cita-cita saya, dan sebagai pembaca, anda juga harusnya percaya diri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya