Hai, apa kabar kamu sekarang ? Pasti akan aneh ketika mendapat pesan kembali dari masa lalu yang hampir terlupakan, sebab kebanyakkan orang akan beranggapan kamu adalah masa lalu yang harus dilupakan dan semua hal yang bersangkut paut denganmu adalah hal yang aneh untuk dilakukan. Aku akui itu, banyak sekali hal yang rasanya canggung untuk dilakukan terutama menulis pesan ini, pesan yang seolah aku mengharapkan kamu kembali.

Pesan ini bukan surat undangan untuk kembali masuk lagi kedalam kehidupanku, tapi surat ini berisi pesan dari masa lalumu dari masa di mana kamu belum cukup baik dalam hidup. Surat ini bukan bermaksut membuatmu untuk mengingat aku kembali, bukan juga untuk membuatmu marah karena aku datang kembali dalam sepucuk surat. Aku datang hanya ingin mengucapkan sesuatu.

Advertisement

Sebagian orang akan heran jika aku menulis kembali surat untuk masa laluku atau bahkan akan beranggapan bahwa aku seseorang yang bodoh, seseorang yang malah membongkar lagi luka lama. Awalnya aku sangat menyesal mengapa hubungan kita harus berakhir, yang rasanya baik-baik saja berubah semakin buruk ketika tanpa kita sadari kita melepaskan peganggan satu sama lain ketika ombak sedang berhembus kencang. Lalu aku ibaratkan kita adalah seorang nelayan yang jatuh cinta dengan ombak dilaut.

Kita harus menghadapi berbagai macam musim yang datang, ombak yang ketinggiannya berbeda-beda dan harus memperbaiki kerusakan yang tak hentinya terjadi. Kita belajar untuk bekerja sama. Namun ada saatnya kita sama-sama lelah, sama-sama egois yang selalu berfikir aku atau kamu yang lebih banyak berjuang. Tapi kita sudah jatuh cinta dengan laut, hingga saatnya tiba perahu hanya dapat dinaiki satu orang dan yang satunya memilih untuk berlayar sendiri. Mencari jalannya sendiri.

Hai, apa kabar sekarang ? Aku tidak berharap kamu kembali. Aku hanya berharap kamu bahagia sekarang dengan perahu barumu atau bahkan teman seperjuangan yang akan berada di perahumu, teruslah berlayar hingga rasanya kamu sudah lelah untuk mendayung.

Advertisement

Aku hanya ingin mengucapkan, bisakah kamu belajar dari masa lalu denganku? Mengurangi egomu sedikit saja, mengurangi kecuekanmu sedikit saja dan buat seseorang yang baru itu lebih berharga di matamu. Karena aku datang untuk mengingatkanmu akan masa lalu, di mana rasanya kita sama-sama belum mengerti bagaimana memperlakukan seseorang dengan baik, memperlakukan seseorang dengan hati. Aku datang untuk mengingatkanmu bahwa waktu tidak akan terulang kembali dan harus di manfaatkan sebaik mungkin, sebaik yang bisa dilakukan.

Hai seseorang yang pernah aku miliki, semoga kamu baik-baik saja dengan doa dari seseorang yang menginginkanmu saat ini maupun yang akan datang. Aku sempat berfikir bahwa mencintaimu adalah suatu kesalahan dan nyatanya sekarang aku salah, bahwa dalam proses mencintai aku belajar banyak hal yang dapat aku gunakan pada saat ini. Dan semoga kamu berfikiran yang sama denganku.

Mungkin itu saja yang ingin aku ucapkan tanpa sebuah kata perpisahan. Selamat melanjutkan hidupmu yang tanpa aku lagi didalamnya, semoga rasa sakit adalah cara agar kita menjadi lebih kuat lagi dalam menjalani hidup.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya