Beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar tiga orang wanita asal Cina yang tak bisa keluar dari bandara Incheon karena petugas kesulitan mengenali wajah mereka. Ternyata tiga wanita ini baru saja melakukan operasi plastik di Korea Selatan. Tidak asing bagi kita kalau negeri ginseng ini memang melekat dengan predikat surganya operasi plastik. Apa sih alasan sebenarnya mereka melakukan operasi plastik?

Kurangnya rasa percaya diri adalah salah satu faktor utamanya, hal tersebut dapat membuat seseorang malu untuk menunjukan dirinya. Kemudian ada pula faktor lainnya seperti persaingan dingin yang terjadi di lingkungan masyarakat. Maksudnya adalah keinginan seseorang untuk terlihat lebih sempurna atau setara dengan lingkungan di sekitar.

Advertisement

Perasaan takut terisolasi karena kesenjangan fisik membuat operasi plastik dibanjiri oleh para peminatnya. Namun disamping itu semua ada sudut pandang lain yang harus diperhatikan pula, seperti halnya karena tuntutan pekerjaan, bekas kecelakaan, atau pengobatan medis dan alasan lainnya.

Tidak hanya artis saja, hampir semua warga di sana melakukan operasi plastik. Bahkan 25% orang tua ingin anaknya menjalankan operasi plastik diumur 12 hingga 16 tahun. Di negara Korea sendiri operasi plastik adalah hal yang sangat wajar, bahkan bagi sebagian orang operasi plastik sudah menjadi bagian dari budaya mereka. Masyarakat Korea yang cenderung kompetitif adalah alasan dibalik menjamurnya operasi plastik.

Advertisement

“Kemolekan wajah menjadi salah satu faktor yang dipercaya dapat mendatangkan keuntungan dalam pekerjaan. Penampilan menarik adalah hal yang paling penting dalam hidup” ujar seorang manajer band K-Pop. Bagi orang Korea, mereka sepakat bahwa mata yang bulat, wajah tirus, hidung mancung, kulit putih pucat dan rahang yang lancip adalah kesempurnaan.

Terlebih lagi bagi sebagian orang yang bekerja di industri hiburan, bermula dari aksi para artis inilah yang memicu dan membuat orang berbondong-bondong ingin mengubah wajah mereka layaknya bintang Song Hye-Kyo ataupun Lee Min-Ho. Bahkan salah satu televisi Korea telah membuat kebijakan bahwa apabila ada pembawa acara  di TV yang terlihat memiliki keriput akan sedikit tersorot atau tidak sama sekali.

Dengan semakin tingginya tingkat kompetitif atau persaingan dan tuntutan akan kesempurnaan itu, jadi tak heran para artis dan manajemennya memutuskan untuk merogoh kocek hingga 20 Juta Won atau sekitar Rp. 24,980,200 hanya untuk mengubah wajah mereka menjadi rupawan. 

Kini ada semacam plester yang sedang tren di Korea. Dengan menempelkan plester ini pada rahang, wajah kita akan langsung berbentuk V. Brand Kecantikan DODO Label adalah pelopor plester yang marak dipakai para wanita di Korea. Hal ini membuktikan bahwa warga Korea yang ingin melakukan operasi plastik sangat banyak tetapi tidak mempunyai biaya yang cukup, meski banyak diskon yang diberi oleh klinik kecantikan, tetap saja standar harga bedah wajah tetap mahal.

Berbeda halnya dengan rata-rata masyarakat Indonesia, berdasarkan budaya dominan sebelumnya para wanita akan lebih memilih make-up sebagai alat untuk menutupi kekurangan pada wajah atau diri mereka daripada harus melakukan bedah wajah, biayanya yang mahal pasti akan membuat kalau mereka memang mengalami gangguan fisik akibat kecelakaan atau luka bakar.

Meski sudah menjadi budaya, tak sedikit juga yang masih mempertahankan kecantikan alami mereka. Prinsip yang sudah jarang dimiliki oleh orang-orang Korea, Seperti Akdong Musician yang kerap dicaci karena dianggap kurang menarik, tetapi kakak-beradik ini tetap percaya diri saat tampil diatas panggung dengan suara mereka berdua yang merdu dan bakat yang terasah.

Manajemen yang menaungi mereka bahkan pernah menawarkan untuk melakukan perubahan pada hidung salah satu personilnya bernama Suhyun, tetapi ia menolak dengan tegas dan tidak akan pernah melakukan itu. “Bos, saya sudah sangat bersyukur punya dua lubang hidung yang bisa kugunakan untuk bernafas”, alasan Suhyun Akmu kepada manajemennya.

Sebenarnya tanpa operasi plastik siapapun tetap bisa menjadi artis, seperti para artis di Indonesia. Namun kerasnya industri hiburan di Korea Selatan mengharuskan para calon artis ataupun penyanyi melakukan perombakan pada bagian tubuh yang dianggap tidak layak oleh agency. Bagi sebagian orang operasi plastik mungkin bukan pilihan, namun demi mencapai impian dan passion mereka, mau tidak mau mereka akan tetap melakukan operasi plastik.

Apa yang harus ditanamkan pada pemikiran masyarakat Korea Selatan adalah mereka harus bersyukur pada apa yang telah mereka dapatkan dari lahir, masalah tampan atau cantik itu relatif. Sejatinya, tidak ada wajah ideal ataupun tidak ideal. Tapi mau bagaimanapun, ini sudah menjadi budaya masyarakat di sana. Tidak ada salahnya untuk menghargai pilihan mereka tentang standar kesempurnaan. Tetapi tetap harus diingat bahwa fisik bukanlah segalanya, inner beauty tetap hadir dalam jiwa manusia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya